Cara Efektif untuk Cegah Perikarditis

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Cara Efektif untuk Cegah Perikarditis

Halodoc, Jakarta - Selaput kantung yang berada di sekitar jantung dan berfungsi sebagai pelumas dan penahan jantung agar tetap pada posisi yang semestinya disebut perikardium. Jika terjadi iritasi atau peradangan, maka perikarditis bisa mengakibatkan perikardium menebal dan luka. Jika tidak ditangani, jantung bisa mengerut. 

Perikarditis harus segera mendapatkan penanganan. Pasalnya, komplikasi yang muncul berbahaya, salah satunya adalah cardiac tamponade atau aliran darah yang berasal dari jantung berkurang. Kondisi ini terjadi perikardium berisi terlalu banyak cairan, sementara tekanan pada jantung yang berlebihan menyebabkan cairan tidak mengisi dengan benar. Cardiac tamponade bisa menyebabkan kematian jika tidak segera mendapatkan pertolongan. 

Adakah Cara Mencegah Perikarditis? 

Nyeri dada yang sangat tajam di belakang tulang dada adalah gejala utama dari perikarditis. Nyeri ini bisa menyebar hingga ke bagian leher dan pundak. Pada beberapa orang, rasa nyeri yang timbul diikuti dengan pegal-pegal. Rasa sakit lebih buruk apabila kamu berganti posisi atau menarik napas dalam-dalam. Demam, sesak napas, dan jantung berdebar cepat menjadi gejala lain dari perikarditis. 

Baca juga: Kenali Lebih Dalam Tentang Peradangan pada Perikardium

Lalu, adakah cara mencegah perikarditis? Sayangnya, belum ada tindakan yang bisa mencegah kelainan jantung satu ini. Pengidap disarankan untuk menghindari penyebabnya. Kamu juga harus disiplin dalam menerapkan pola hidup dan pola makan yang sehat agar terhindar dari masalah perikarditis. 

Infeksi virus menjadi penyebab utama perikarditis. Biasanya, terjadinya adalah setelah seseorang mengalami infeksi pada saluran pernapasan bagian atas. Tidak hanya itu, jamur, bakteri, atau infeksi lain bisa menjadi penyebab dari perikarditis. Tidak sedikit kasus perikarditis kambuhan maupun kronis dianggap kelainan autoimun, kondisi ketika imun tubuh menyerang sel atau jaringan tubuh yang sehat dan menyebabkan peradangan. 

Sakit pada dada yang kamu alami tidak boleh dianggap remeh. Kondisi ini bisa mengacu pada kanker darah atau penyakit yang berkaitan dengan jantung. Jadi, kalau kamu mengalaminya, segera periksakan kondisi kesehatan kamu. Buat janji langsung dengan dokter ahli jantung di rumah sakit mana saja yang paling dekat dengan rumah kamu, supaya penanganan bisa segera dilakukan dan komplikasi dapat dihindari. 

Baca juga: 6 Jenis Pemeriksaan untuk Deteksi Pericarditis

Faktor Risiko Perikarditis

Oleh karena belum ada cara mencegah perikarditis yang tepat selain menghindari penyebab dan menerapkan pola hidup sehat, kamu tentu harus tahu faktor yang meningkatkan risiko seseorang mengalami perikarditis. Ini termasuk menjalani pengobatan radiasi dan cedera karena kecelakaan, operasi jantung dan mengalami serangan jantung, mengalami HIV, TBC, kanker, dan gagal ginjal, dan menjalani pengobatan tertentu. 

Meski kamu tidak berisiko, bukan berarti kamu tidak bisa mengalami perikarditis. Pola hidup yang kurang baik dan terjadinya infeksi adalah penyebab utamanya. Jadi, pastikan kamu selalu menjalani hidup sehat. Penuhi nutrisi yang dibutuhkan tubuh, penuhi asupan cairan tubuh, dan rajinlah berolahraga. Cukuplah beristirahat dan kurangi aktivitas yang dirasa melelahkan. Pasalnya, semua aktivitas berat memicu terjadinya gejala perikarditis. Jangan lupa, periksakan kondisi kesehatan secara rutin. 

Baca juga: Waspada, Penyakit Lupus Dapat Sebabkan Perikarditis



Referensi: 
Heart. Diakses pada 2019. Prevention and Treatment of Pericarditis.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Pericarditis.
NHLBI. Diakses pada 2019. Pericarditis.