• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cara Memilih Obat Batuk yang Aman Buat Ibu Hamil

Cara Memilih Obat Batuk yang Aman Buat Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Cara Memilih Obat Batuk yang Aman Buat Ibu Hamil

Sebenarnya, tidak ada obat yang aman dan bebas efek samping. Obat yang aman dikonsumsi seorang ibu hamil pun bisa jadi tidak aman untuk dikonsumsi ibu hamil lainnya. Oleh karena itu, sangat penting untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum memutuskan untuk minum obat. Pun begitu, umumnya obat seperti Aspirin, Ibuprofen, Naproxen, Kodein, dan Bactrim tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi.”

Halodoc, Jakarta – Semua yang terjadi pada ibu hamil dapat memengaruhi bayi dalam kandungan. Obat-obatan yang biasa digunakan pun bisa jadi membahayakan efeknya jika diminum saat hamil. 

Itulah sebabnya penanganan penyakit, yang sepele seperti batuk sekali pun, menjadi lebih rumit karena ibu hamil tidak boleh sembarangan minum obat. Lalu, bagaimana tips memilih obat batuk untuk ibu hamil? Baca selengkapnya di sini!

Semua Obat Memiliki Efek Samping

Sebenarnya, tidak ada obat yang aman dan bebas efek samping. Obat yang aman dikonsumsi seorang ibu hamil pun bisa jadi tidak aman untuk dikonsumsi ibu hamil lainnya. Oleh karena itu, sangat penting untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum memutuskan untuk minum obat apapun saat hamil, termasuk obat batuk yang dijual bebas.

Baca juga: Waspada, Ini Kelainan dalam Kehamilan

Konsultasi dengan dokter dapat membantu ibu hamil mendapatkan resep sesuai dengan kebutuhan tanpa mengganggu kesehatan janin dalam kandungan. Umumnya, ibu hamil tidak dianjurkan untuk mengonsumsi obat apapun dalam 12 minggu pertama kehamilan, atau pada trimester pertama. 

Sebab, fase ini merupakan fase terpenting untuk perkembangan organ bayi dalam kandungan, sehingga sangat rentan terhadap efek samping obat. Hindari juga mengonsumsi obat batuk atau obat lainnya yang mengandung beberapa bahan untuk mengobati banyak gejala sekaligus. Untuk informasi pasti obat yang direkomendasikan untuk ibu hamil, tanyakan langsung ke Halodoc!

Jenis Obat Batuk yang Relatif Aman dan yang Perlu Dihindari Ibu Hamil

Beberapa jenis obat batuk yang akan disebutkan setelah ini relatif aman dikonsumsi ibu hamil, setelah melewati trimester pertama kehamilan. Namun, karena kondisi tubuh dan kehamilan setiap ibu itu berbeda-beda, ibu hamil tetap perlu berkonsultasi ke dokter sebelum memutuskan minum obat batuk apapun.

Baca juga: Ibu Hamil Sering Batuk, Ini Cara Mengatasinya

Berikut jenis-jenis obat batuk untuk ibu hamil yang relatif aman:

1. Obat luar seperti balsem atau minyak menthol gosok untuk dada, pelipis, dan di bawah hidung.

2. Strip hidung, berupa bantalan lengket yang membuka jalan napas yang padat.

3. Obat batuk tetes atau pelega tenggorokan.

4. Acetaminophen (paracetamol) untuk nyeri dan demam.

5. Kalsium karbonat (mylanta) atau obat serupa untuk mulas, mual, atau sakit perut.

6. Robitussin and Robitussin DM.

Sementara itu, jenis obat batuk yang harus dihindari ibu hamil adalah:

1. Aspirin.

2. Ibuprofen.

3. Naproxen.

4. Kodein.

5. Bactrim.

Obat-obatan tersebut sebaiknya dihindari, kecuali jika dokter merekomendasikannya. Rekomendasi tersebut berdasarkan penilaian dokter bahwa risiko dan efek samping obat lebih bisa ditoleransi daripada risiko jika penyakit tidak segera diobati. 

Baca juga: 5 Masalah Kesehatan yang Rentan Dialami Ibu Hamil

Selain obat-obatan tadi, ibu hamil juga tidak diperbolehkan mengonsumsi obat batuk yang mengandung alkohol dan dekongestan pseudoephedrine serta phenylephrine, yang dapat memengaruhi aliran darah ke plasenta.

Menyadari keterbatasan obat yang dikonsumsi ibu saat hamil, sangat penting untuk menjaga kesehatan selama masa kehamilan. Pastikan kalori yang ibu makan bergizi sehingga berkontribusi pada pertumbuhan dan perkembangan bayi.

Cobalah untuk mempertahankan diet seimbang yang menggabungkan pedoman diet termasuk:

  • Daging tanpa lemak
  • Buah-buahan
  • Sayuran
  • Roti gandum utuh
  • Produk susu rendah lemak

 

Jangan lupa kalau selama kehamilan kalsium, zat besi, dan asam folat sangat dibutuhkan lebih dari sebelum hamil. Mengonsumsi vitamin prenatal tidak berarti ibu bisa makan makanan yang kurang nutrisi. Penting untuk diingat bahwa mengonsumsi makanan sehat dan seimbang tetap yang utama karena vitamin prenatal dimaksudkan untuk melengkapi pola makan sehat yang sudah ada. 

 

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2021. How to Treat a Cold or Flu When You’re Pregnant.
American Pregnancy. Diakses pada 2021. Cough And Cold During Pregnancy: Treatment And Prevention.
Kids Health.org. Diakses pada 2021. Staying Healthy During Pregnancy.