16 August 2018

Cara Mengatasi Perubahan Gairah Seksual Ibu Hamil di Trimester Kedua

gairah seksual pada ibu hamil

Halodoc, Jakarta - Hamil bukan menjadi penghalang untuk pasangan tetap melakukan hubungan intim, selama dilakukan dalam posisi yang tepat agar tidak membahayakan ibu dan janin. Meski begitu, beberapa ibu yang tengah hamil mengatakan bahwa terjadi perubahan gairah seksual.

Saat trimester pertama, wajar jika ibu merasakan penurunan gairah seksual, karena tubuh sedang menyesuaikan terhadap perubahan hormon, seperti mual, muntah, nyeri di payudara, dan masih banyak lagi. Tentunya, ibu sudah tidak bersemangat lagi untuk melakukan hubungan intim bersama pasangan.

Ahli kandungan di Montefiore Medical Center New York, Monica Foreman menuturkan bahwa gairah seksual pada ibu hamil di trimester kedua justru akan mengalami peningkatan. Selain perut yang belum terlalu besar, terjadi pengumpulan darah pada bagian Miss V yang membuat organ intim tersebut membengkak dan mengeluarkan banyak pelumas. Tentunya, ini adalah waktu yang tepat untuk ibu hamil melakukan hubungan intim.

Pada saat ini, hormon estrogen akan mengalami peningkatan produksi yang mengalirkan lebih banyak darah, termasuk pada Miss V, sehingga organ ini akan lebih sensitif terhadap rangsangan. Begitu pula dengan perubahan payudara yang tampak sedikit lebih besar.

Cara Berhubungan Intim untuk Ibu Hamil Trimester Kedua

Sebelum memutuskan untuk melakukan hubungan intim, ada baiknya ibu memeriksakan kondisi kandungan. Ini diperlukan untuk mengetahui kondisi kesehatan janin, juga apakah waktu tersebut tepat untuk ibu kembali melakukan hubungan intim dengan pasangan. Jika gairah seksual ibu baik dan kondisi janin aman untuk ibu melakukan hubungan intim, dokter pun akan mengizinkannya.

Baca juga: Perhatikan Ini Saat Ibu Masuk Trimester Kedua

Meski gairah seksual pada ibu hamil di trimester kedua cenderung meningkat, ibu tetap harus memperhatikan segala risiko yang akan terjadi pada sang janin. Ini artinya, ibu dan pasangan harus menemukan posisi bercinta yang tepat, terutama yang tidak memberikan beban berlebihan pada perut.

Namun, ibu juga perlu mengetahui kondisi kehamilan yang tidak memungkinkan ibu dan pasangan melakukan hubungan intim, seperti ketika mengalami perdarahan, pecah cairan ketuban, kram perut, hamil kembar, mengalami plasenta previa, serviks lemah, atau ada riwayat melahirkan prematur. Berbagai kondisi tersebut justru kan sangat berbahaya bagi janin.

Posisi Bercinta yang Tepat untuk Ibu Hamil Trimester Kedua

Meski beberapa pakar kesehatan mengatakan bahwa trimester kedua kehamilan adalah masa paling menyenangkan untuk pasangan melakukan hubungan intim, tetap saja ibu dan pasangan perlu tahu posisi bercinta seperti apa yang bisa ibu coba. Ada pun posisi bercinta yang dianjurkan adalah:

- Posisi duduk dan saling berhadapan, dengan ayah duduk di kursi dan ibu duduk di pangkuan ayah.

- Posisi merangkak yang memungkinkan terjadinya penetrasi lebih dalam. Meski begitu, posisi ini tidak lagi dianjurkan pada trimester ketiga.

- Posisi saling berhadapan sembari saling berbaring. Ukuran perut yang belum terlalu besar membuat ibu masih bisa melakukan posisi ini.

Baca juga: Ketahui Risiko Keguguran di Trimester Kedua

Nah, itu tadi ulasan mengenai cara mengatasi perubahan gairah seksual pada ibu hamil trimester kedua berikut posisi bercinta yang dianjurkan. Jika ingin mencoba posisi lain, sebaiknya ibu tanyakan terlebih dahulu pada dokter untuk menghindari risiko yang membahayakan janin. Ibu bisa donwload aplikasi Halodoc dan memilih layanan Tanya Dokter.

Kapan saja selama 24 jam, dokter akan membantu memberikan saran terbaik untuk segala masalah ibu. Jika ibu ingin membeli vitamin atau melakukan cek lab tapi tidak sempat berkunjung ke laboratorium, pakai saja layanan Cek Lab di Halodoc.