Orangtua Perlu Tahu, Ini Cara Menyikapi Anak yang Mulai Pacaran

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Orangtua Perlu Tahu, Ini Cara Menyikapi Anak yang Mulai Pacaran

Halodoc, Jakarta – Semakin modern zaman, semakin maju dan berkembang pula pola pikir generasi muda. Mungkin, ibu tidak heran jika santer terdengar anak-anak mulai mengenal cinta meski usianya masih sangat belia, sehingga banyak anak yang sudah mulai pacaran dini. Dewasa terlalu cepat, begitu orang-orang berkata, dan tak jarang didapat larangan keras untuk melanjutkannya. Tidak heran, karena hubungan “cinta monyet” ini kerap kali salah arah. 

Seperti yang dialami seorang ibu bernama Rima yang dikaruniai putri cantik bernama Aisyah yang berusia 16 tahun, usia yang begitu tepat untuk mulai mengenal lawan jenis. Sang ibu beranggapan bahwa ia selalu mengetahui perkembangan sang anak dengan baik, seperti tidak ada momen atau hal yang terlewatkan. Namun, keyakinannya pudar ketika mendapati ada nama asing yang menghubungi ponsel sang buah cinta. 

Menyikapi Anak yang Mulai Pacaran

Betapa kagetnya sang ibu ketika mendapati sang penelpon yang bernama Schatz adalah pacar dari putrinya. Pasalnya, Rima beranggapan Aisyah masih begitu muda untuk menjalin cinta, meski sang putri memang sangat pandai bergaul dan dikenal sopan dalam segala aktivitas sosialnya. Tentu, ini menjadi dilema tersendiri bagi sang ibu. Mungkin, kondisi serupa juga dialami oleh ibu lain yang memiliki remaja perempuan. Lalu, bagaimana menyikapinya?

Baca juga: Pacaran Lama, Ini Tanda Si Dia Benar-Benar Belahan Jiwa

  • Komunikasi adalah Kunci

Sering terlupa, komunikasi adalah kunci paling penting untuk menghindari salah kira. Ibu bisa kok memberi pengertian pada sang buah hati apa saja nilai plus dan minus ketika mulai berpacaran dan batasan anak untuk mengenal lawan jenis. Buat kesepakatan bersama anak apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tentu saja tidak diinginkan. 

  • Jadilah Pendengar yang Baik

Anak pasti punya alasan mengapa ia menyembunyikan hubungannya dari orang tuanya. Jangan langsung menuduh, jadilah pendengar yang baik. Hindari interupsi agar apa yang disampaikan tidak terputus dan terjadi salah persepsi. Setelahnya, ibu bisa memberi nasihat kepada anak, mulailah dengan apresiasi bahwa ia sudah mau jujur bercerita, tetapi tetap beri arahan bahwa tidak baik menyembunyikan masalah tersebut dari orang tuanya. 

Baca juga: Lama Pacaran Bikin Bosan, Ini Tips Mengatasinya

  • Jangan Terpancing Emosi

Mendapati anak tidak jujur, apalagi menyembunyikan hal seperti pacaran, tak jarang membuat orang tua geram. Jangan diikuti, emosi tidak pernah memberikan solusi untuk setiap masalah yang terjadi. Justru, anak akan semakin takut dan pasif, membuatnya semakin enggan untuk mengutarakan apa yang ia rasakan. 

  • Mengenali Teman Dekat Anak

Tidak ada salahnya jika ibu atau ayah meluangkan waktu untuk mengenali siapa sebenarnya teman dekat sang buah hati. Ini akan menyebarkan energi positif, terlebih jika ternyata sang anak mengetahui bahwa orang tuanya menyukai sosok pilihan hatinya. Di sisi lain, orang tua juga bisa mengetahui ke arah mana hubungan anak ini berjalan, juga memberikan peringatan dini kalau ada niatan tidak baik dari teman dekat sang anak. 

Baca juga: Putus Sama Pacar, Harus Jadi Teman atau Tidak?

Kalau memang diperlukan, tidak ada salahnya bagi ibu mengajak anak untuk konseling ke ahli kejiwaan. Bukan karena ia sakit jiwa, tetapi membantu anak agar lebih terbuka dan tidak lagi menjadi pribadi yang tertutup dan pasif. Ibu bisa langsung buat janji dengan dokter di rumah sakit terdekat, atau bertanya pada dokter melalui aplikasi Halodoc

*artikel ini pernah tayang di SKATA