03 September 2018

Cara Merawat Jahitan Setelah Persalinan Normal

Jahitan setelah persalinan, robekan Miss V, cara merawat jahitan

Halodoc, Jakarta – Sekitar 9 – 10 ibu mengalami robekan pada Miss V sampai beberapa tahap tertentu. Robekan tersebut biasanya terjadi saat persalinan, sehingga memerlukan tindak lanjutan berupa jahitan pada bagian Miss V yang robek. Lantas, bagaimana sih cara merawat jahitan setelah persalinan normal?

Tahap Robekan pada Miss V

Robekan pada Miss V saat persalinan bisa terjadi pada siapa saja. Namun, ada beberapa faktor yang menyebabkan seorang wanita rentan mengalami robekan. Yaitu posisi bayi sungsang, berat bayi lebih dari 4 kilogram, bayi lahir dengan bantuan forceps, mengejan terlalu lama, dan riwayat robekan pada persalinan sebelumnya. Kelahiran pertama juga membuat wanita hamil berisiko mengalami robekan pada Miss V saat persalinan.

Sebelum dilakukan upaya penjahitan, dokter atau bidan akan memeriksa seberapa parah robekan yang terjadi pada Miss V. Sebab, ada empat tahap robekan yang perlu diketahui setelah persalinan. Antara lain:

1. Tahap Pertama

Robekan kecil pada Miss V dan akan sembuh tanpa jahitan.

2. Tahap Kedua

Yakni robekan lebih dalam sehingga merobek otot dan kulit. Tahap ini bisa sembuh secara alami meski membutuhkan waktu lama, atau memerlukan jahitan untuk mempercepat proses penyembuhan.

3. Tahap Ketiga

Yakni robekan dalam dan parah. Pada tahap ini, robekan bisa memengaruhi kulit dan otot perineum, serta bisa mencapai otot di sekitar anus. Itu mengapa robekan tahap ketiga memerlukan jahitan untuk membantu proses penyembuhan. Robekan ini hanya dialami 1 dari 100 wanita.

4. Tahap Keempat

Yakni robekan semakin dalam dan parah hingga melebihi otot anus dan mencapai usus. Robekan tahap keempat ini selalu memerlukan jahitan. Robekan ini hanya dialami 1 dari 100 wanita.

Tips Merawat Jahitan Setelah Persalinan Normal

Jahitan biasanya bersifat minor, dan pasien hanya dibius lokal saat proses penjahitan. Setelah selesai, jahitan perlu dirawat dengan baik untuk meminimalkan risiko infeksi dan terbukanya jahitan. Berikut ini beberapa tips merawat jahitan setelah persalinan normal yang bisa diterapkan:

  • Jaga kebersihan tubuh, yakni dengan mandi setidaknya sehari sekali.
  • Hindari mengenakan celana ketat untuk melancarkan sirkulasi udara.
  • Biarkan jahitan terkena udara, setidaknya 10 menit selama dua kali sehari.
  • Ganti perban secara teratur, dan pastikan ibu mencuci tangan pakai sabun sebelum dan setelah memasangnya.
  • Perbanyak konsumsi makanan kaya serat, seperti buah, sayuran, dan roti gandum. Ini bertujuan untuk mencegah sembelit, di mana gerakan mengejan saat buang air besar bisa mengganggu luka jahitan. Perbanyak juga minum air putih, setidaknya 8 gelas sehari atau disesuaikan dengan kebutuhan.
  • Jika ibu mengalami robekan tingkat ketiga atau keempat, biasanya dokter akan memberikan antibiotik sebagai pencegahan infeksi.

Selain cara di atas, berikut ini beberapa hal yang bisa ibu lakukan untuk mempercepat proses pemulihan dan mengurangi ketidaknyamanan akibat jahitan:

  • Duduk perlahan untuk meminimalkan rasa nyeri akibat jahitan.
  • Kompres area jahitan dengan es untuk meredakan nyeri dan rasa gatal yang timbul. Atau, ibu bisa berendam dalam air dingin untuk mengurangi pembengkakan.
  • Lakukan senam kegel, yakni senam yang dilakukan secara rutin untuk membuat otot panggul bagian bawah (otot di bawah rahim, kantong kemih, dan usus besar) semakin kencang. Senam ini juga bertujuan untuk untuk menguatkan otot, mempercepat penyembuhan, dan melancarkan sirkulasi darah pada area jahitan.
  • Gunakan bantal untuk menopang tubuh saat duduk, sehingga ibu bisa duduk dengan posisi nyaman.
  • Pastikan perban dalam kondisi kering setelah ibu buang air kecil ataupun besar.

Jika jahitan terasa sakit, berbau, basah oleh darah, hingga terjadi demam tinggi, ibu perlu segera berbicara dengan dokter Halodoc. Sebab melalui aplikasi Halodoc, ibu bisa bertanya pada dokter tepercaya kapan saja dan dimana saja melalui Chat, dan Voice/Video Call. Jadi, yuk download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play sekarang juga!

Baca juga: