03 September 2018

Cara Sehat Makan Kepiting Tanpa Takut Kolesterol Naik

seafood, dampak makan kepiting, kolesterol tinggi

Halodoc, Jakarta – Kepiting menjadi salah satu jenis hidangan laut alias seafood yang punya banyak penggemar karena memiliki rasa yang gurih. Tekstur daging kepiting yang sangat lembut pun selalu berhasil memanjakan lidah para penikmatnya. Ada beberapa cara menghidangkan makanan ini, mulai dari kepiting rebus, kepiting asam manis, dan banyak lagi.

Namun, hati-hati ternyata terlalu banyak mengonsumsi kepiting karena bisa menimbulkan dampak yang berbahaya bagi tubuh. Pasalnya, kepiting memiliki kandungan kolesterol yang cukup tinggi dan harus diwaspadai. Lonjakan kadar kolesterol dalam darah nyatanya bisa memicu terjadinya serangan penyakit kardiovaskular, seperti jantung. Lantas, bagaimana cara terbaik mengonsumsi kepiting dan adakah batas konsumsi yang harus diperhatikan?

Pada dasarnya, ada dua jenis kolesterol yang dikenal, yaitu kolesterol “jahat” dan kolesterol “baik”. Keduanya memiliki peran yang berbeda dalam tubuh. Meski demikian, rekomendasi dari American Hearth Association menyebut bahwa jumlah asupan kolesterol makanan harus dibatasi, yakni tidak lebih dari 300 miligram dalam satu hari.

Pasalnya, kadar kolesterol yang tidak dikontrol dengan baik dapat memicu terjadinya berbagai gangguan kesehatan. Mulai dari penumpukan kolesterol di pembuluh darah arteri sampai menyebabkan tersumbatnya pembuluh darah yang memicu terjadinya serangan jantung hingga stroke.

Kandungan Kolesterol dalam Kepiting

Meski disebut mengandung banyak kolesterol, kepiting ternyata masih “lebih baik” dibanding jenis seafood lainnya, seperti udang. Kandungan kolesterol yang ada dalam daging kepiting relatif lebih rendah. Dalam setiap porsi, sekitar 100 gram daging kepiting, terdapat kandungan kolesterol sebanyak 55-59 miligram.

Meski tinggi kolesterol, ternyata daging kepiting memiliki kandungan protein yang tinggi, tapi cenderung memiliki lemak dan kalori yang rendah. Berita buruknya, meski memiliki kandungan kolesterol yang lebih rendah, daging kepiting ternyata secara alami tinggi akan kadar natrium. Zat ini sangat berpengaruh dan bisa memicu naik tekanan darah alias hipertensi.

Bila kamu memiliki riwayat hipertensi, ada baiknya untuk sangat membatasi jumlah kepiting yang dikonsumsi. USDA merekomendasikan konsumsi hidangan laut jenis ikan atau kerang-kerangan lebih aman jika dilakukan sesuai takaran, yaitu sekitar 8 ons dalam satu minggu atau 226 gram dalam seminggu.

Meski daging kepiting boleh dikonsumsi hingga 4 kali dalam satu minggu, tetapi harus mewaspadai kandungan natrium yang cukup tinggi. Bila kamu termasuk orang yang memiliki faktor risiko hipertensi, ada baiknya untuk mengurangi takaran konsumsi sajian laut yang satu ini.

Selain memperhatikan jumlah yang dikonsumsi, ada cara lain yang bisa dilakukan untuk mencegah naiknya kadar kolesterol. Salah satu caranya adalah dengan mengonsumsi makanan rendah kolesterol, misalnya minum susu tanpa lemak secara rutin. Selain itu, kamu juga bisa mengonsumsi buah, sayuran, dan kacang-kacangan untuk menangkal kenaikan kadar kolesterol setelah mengonsumsi daging kepiting.

Tak hanya itu, mencegah naiknya kadar kolesterol juga bisa dilakukan dengan menerapkan gaya hidup sehat. Mulai dari rutin berolahraga 30 menit dalam sehari, mengurangi rokok, dan menjauhi minuman beralkohol. Selain itu, lengkapi juga dengan konsumsi vitamin dan suplemen tambahan untuk menjaga kebugaran tubuh.

Lebih mudah beli suplemen dan produk kesehatan lain di aplikasi Halodoc. Dengan layanan antar, pesanan akan dikirim ke rumah dalam waktu satu jam. Obat yang dikirim Halodoc dijamin asli dan gratis biaya pengiriman. Yuk, download sekarang di App Store dan Google Play!

Baca juga: