• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Catat, Ini 5 Mitos Tentang Morning Sickness yang Keliru

Catat, Ini 5 Mitos Tentang Morning Sickness yang Keliru

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Bumil tentu sudah akrab dengan masalah kehamilan yang bernama morning sickness (mual dan muntah). Namun, apa sudah familiar dengan mitos-mitos yang sering beredar? Awas, mitos-mitos ini bisa menyesatkan dan membuat bumil menjadi khawatir. Namun, namanya juga mitos, tak perlu disikapi dengan serius. Lalu, apa saja sih mitos-mitos mengenai morning sickness?

Baca juga: Fakta Morning Sickness yang Perlu Ibu Tahu

1. Hanya Terjadi di Pagi Hari

Morning sickness memang lebih sering terjadi di pagi hari, ketika kadar hormon sedang tinggi-tingginya. Namun, bukan berarti rasa mual ini tak bisa dirasakan pada waktu lainnya. Sebab, ada juga kok ibu hamil yang mengalami mual dan muntah sepanjang hari, bahkan hingga malam menjelang tidur. 

2. Tidak Mual Berarti Tidak Sehat

Ada yang bilang kalau ibu hamil tak mengalami morning sickness, maka kondisi kehamilannya tidak sehat. Morning sickness tentu membuat tubuh jadi tak nyaman dan lemas, bahkan bisa mengganggu aktivitas ibu. Sedangkan tak mengalami gejala morning sickness, justru membuat ibu merasa cemas. Nah, serba salah kan? 

Sebenarnya, ibu enggak perlu cemas bila tak mengalami mual dan muntah selama kehamilan di trimester awal. Menurut ahli dari University of North Carolina, wanita yang tak mual dan muntah sejak awal kehamilan tidak perlu merasa khawatir, karena tak semua wanita hamil harus mengalami kondisi tersebut. Sebab tiap-tiap wanita selalu mengalami gejala kehamilan yang berbeda-beda. 

Dengan begitu, apabila ibu tidak merasakan gejala morning sickness bukan berarti ada sesuatu yang salah terhadap perkembangan janin di dalam kandungan. Janganlah berasumsi kalau janin mengalami gangguan atau kelainan.

Selama dokter mengatakan ibu hamil dengan kondisi hormon yang normal, ibu tak perlu risau. Faktanya, kebanyakan wanita baru mengalami mual dan muntah saat memasuki masa kehamilan 8–14 minggu.

So, kesimpulannya ada wanita yang mual ada pula wanita yang tak merasa mual saat hamil, karena tak sensitif dengan hormon kehamilan. Nah, yang mesti diingat, ukuran kehamilan yang sehat bukanlah ditentukan dari gejala morning sickness. Singkat kata, banyak hal yang menjadi indikator kehamilan yang sehat pada masing-masing ibu.  

Baca juga: Tidak Alami Morning Sickness Berarti Hamil Anak Laki-Laki?

3. Sering Makan Makin Memperparah

Banyak yang percaya kalau sering mengonsumsi makanan justru akan memperparah morning sickness. Padahal, faktanya perut kosong justru bisa memperberat rasa mual pada morning sickness. Oleh sebab itu, ibu hamil dianjurkan untuk mengonsumsi makanan dalam porsi kecil, tetapi sering. Di samping itu, cobalah hindari makanan yang beraroma menyengat, pedas, atau mengandung terlalu banyak lemak.

4. Membahayakan Janin

Selain tiga hal di atas, ada lagi mitos morning sickness lain yang menyesatkan. Banyak yang percaya kalau morning sickness bisa membahayakan janin di dalam kandungan. Benarkah fakta medisnya berkata demikian? 

Sebenarnya morning sickness yang normal tidak membahayakan ibu atau bayi di dalam kandungan. Namun, jika morning sickness atau mual dan muntah menjadi cukup parah, misalnya sampai mengganggu waktu istirahat ibu, kondisi ini jelas harus diwaspadai. 

Beberapa wanita dengan gejala-gejala ini mengembangkan suatu kondisi yang disebut hiperemesis gravidarum. Hiperemesis gravidarum merupakan mual dan muntah yang muncul secara berlebihan selama hamil. Sayangnya penyebab pasti dari kondisi belum diketahui pasti. 

Akan tetapi, ada dugaan kalau hal ini berkaitan dengan hormon. human chorionic gonadotropin (HCG). Hormon ini dihasilkan oleh ari-ari sejak trimester pertama kehamilan dan terus meningkat sepanjang masa kehamilan.

Nah, bumil yang mengidap kondisi ini mungkin memerlukan perawatan di rumah sakit untuk mengisi kembali cairan dan nutrisi yang terbuang. 

Baca juga: Kenali Lebih Dekat Morning Sickness pada Ibu Hamil

5. Lebih Parah saat Hamil Anak Perempuan

Ada juga yang mengatakan kalau morning sickness akan semakin parah ketika ibu mengandung anak perempuan. Padahal, ringan atau tidaknya morning sickness tak dipengaruhi oleh jenis kelamin yang dikandung. Untuk beberapa ibu hamil, morning sickness yang dialami bisa lebih berat karena memang kadar hormon yang relatif lebih tinggi. 

Mau tahu lebih jauh mengenai morning sickness dan cara mengatasinya?  Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. Morning Sickness: 9 Popular Myths and Truths.
The Telegraph. Diakses pada 2020. Morning sickness: The 10 myths that need busting.