Tidak Alami Morning Sickness Berarti Hamil Anak Laki-Laki?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
tidak-alami-morning-sickness-berarti-hamil-anak-laki-laki-halodoc

Halodoc, Jakarta – Selama masa kehamilan, salah satu hal yang paling membuat para calon orangtua penasaran adalah jenis kelamin sang bayi di dalam kandungan. Akhirnya, tidak sedikit orangtua yang menebak-nebak sendiri jenis kelamin Si Kecil, bahkan percaya mitos-mitos yang belum pasti kebenarannya. Salah satu mitos kehamilan tentang jenis kelamin bayi yang sering terdengar adalah tidak mengalami morning sickness berarti bayi di dalam kandungan adalah laki-laki. Namun, benarkah demikian? Jangan sembarangan percaya, simak dulu faktanya di bawah ini.

Baca juga: Fakta Morning Sickness yang Perlu Ibu Tahu

Tahukah ibu, jenis kelamin bayi sudah ditentukan segera setelah sperma bertemu dengan sel telur, lho. Hal ini terjadi pada titik pembuahan ketika seorang bayi memperoleh 23 kromosom dari masing-masing orangtua mereka. Selain gender, hal-hal seperti warna mata, warna rambut, bahkan kecerdasan pun sudah ditentukan sejak awal.

Alat kelamin bayi baru mulai berkembang sekitar minggu ke-11 usia kehamilan. Namun, masih diperlukan beberapa minggu lagi untuk bisa mengetahui jenis kelamin bayi melalui ultrasound (USG). Bagi calon orangtua yang tidak sabaran, hal ini membuat mereka membuat prediksi sendiri, bahkan mempercayai mitos.

Ibu mungkin pernah mendengar bahwa morning sickness bisa menjadi petunjuk tentang jenis kelamin bayi. Bila ibu mengalami morning sickness yang parah, itu berarti bayi ibu berjenis kelamin perempuan. Dasar pemikiran tersebut adalah karena hormon yang diproduksi oleh bayi perempuan lebih tinggi, sehingga membuat ibu menjadi merasa lebih mual di awal kehamilan. Sedangkan ibu yang hamil anak laki-laki biasanya akan mengalami kehamilan yang lebih lancar, termasuk tidak mengalami mual di pagi hari. Namun, hal itu tidaklah benar.

Faktanya, kemunculan morning sickness bisa bervariasi pada tiap ibu hamil dan kehamilan. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam The Lancet mengungkapkan bahwa wanita hamil yang mengalami morning sickness parah lebih cenderung memiliki anak perempuan. Namun, tidak ada banyak bukti ilmiah yang mendukung gagasan tersebut.

Bagaimana Cara Mengetahui Jenis Kelamin Bayi?

Meskipun jenis kelamin bayi sudah ditentukan sejak awal, tetapi orangtua tetap perlu menunggu selama beberapa waktu sampai bisa merasa yakin untuk mengecat kamar bayi dengan warna pink atau biru. Berikut ini beberapa cara yang bisa ibu lakukan untuk mengetahui jenis kelamin bayi lebih awal:

1. Tes Darah DNA

Sekarang ibu dapat melakukan tes darah di usia kehamilan 9 minggu. Tes ini bisa mengungkapkan jenis kelamin bayi ibu.

Tes DNA seperti Panorama adalah salah satu jenis tes yang bermanfaat untuk memprediksi jenis kelamin bayi, karena darah ibu membawa jejak DNA bayi. Prosedurnya melibatkan mengambil sampel darah dan mengirimkannya ke laboratorium, kemudian hasilnya bisa didapatkan dalam waktu sekitar 7–10 hari.

Namun, tujuan utama tes ini bukanlah mengungkapkan jenis kelamin, melainkan untuk mendeteksi adanya down syndrome atau kondisi bawah genetik lainnya.

2. Tes Genetik Lainnya

Ibu juga bisa melakukan tes genetik, seperti ambiosentesis atau chorionic villus sampling (CVS) selama kehamilan. Tes ini mirip dengan tes darah DNA, tetapi lebih invasif. Seperti tes darah DNA, tes ini dapat memberitahu ibu jenis kelamin Si Kecil, hanya saja tidak begitu cepat. CVS biasanya dilakukan antara minggu ke 10 dan 12 kehamilan, sedangkan amniosentesis dilakukan di antara minggu ke 15 dan 18.

Bila ibu ingin mengetahui jenis kelamin bayi, ibu mungkin ingin melakukan tes ini. Namun, tes genetik memiliki risiko berupa keguguran. Tes ini biasanya hanya direkomendasikan untuk wanita yang lebih tua, atau pasangan yang memiliki riwayat keluarga dengan kondisi genetik tertentu.

Baca juga: Jadi Penyakit Genetik, Ini Pemeriksaan Lengkap Thalassemia

3. Ultrasonografi

Dari semua jenis tes, ultrasonografi atau USG yang merupakan jenis tes umum untuk mengetahui jenis kelamin bayi. Tes ini bisa dilakukan di antara minggu ke-18 dan 20 kehamilan.

Prosedurnya adalah dokter akan melihat gambar bayi ibu di layar dan memeriksa alat kelamin yang menjadi penanda berbeda antara laki-laki dan perempuan. Namun, bahkan melalui USG sekalipun, dokter mungkin tidak dapat menentukan jenis kelamin bayi karena sejumlah keadaan. Bila bayi ibu tidak dalam posisi yang ideal, ibu mungkin perlu melakukan pemindaian ulang atau mungkin harus menunggu beberapa waktu untuk mengetahuinya.

Baca juga: Bisakah Jenis Kelamin Janin Diketahui Tanpa USG?

Nah, itulah penjelasan mengenai mitos kehamilan yang menyebutkan bahwa morning sickness pertanda hamil anak laki-laki. Untuk mengecek kebenaran mitos kehamilan lainnya, ibu bisa langsung tanyakan saja pada ahlinya dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Ibu bisa menghubungi dokter melalui melalui fitur Chat to A Doctor untuk bertanya-tanya seputar kesehatan melalui Video/Voice Call dan Chat kapan dan di mana saja. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Healthline Parenthood. Diakses pada 2019. Myths vs. Facts: Signs You're Having a Baby Boy.