Cedera Kepala Berat Dapat Sebabkan Stroke Hemoragik

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Cedera Kepala Berat Dapat Sebabkan Stroke Hemoragik

Halodoc, Jakarta – Merupakan kondisi pecahnya salah satu pembuluh arteri dalam otak, stroke hemoragik menyebabkan terjadinya perdarahan pada otak, sehingga aliran darah berkurang atau terputus. Hal ini dapat membuat otak kekurangan pasokan oksigen, yang berimbas pada matinya sel-sel otak dan terganggunya fungsi otak secara permanen.

Pecahnya pembuluh darah di dalam otak itu dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah cedera kepala berat. Oleh karena itu, ketika mengalami cedera pada bagian kepala, segeralah cari rumah sakit terdekat untuk mendapat penanganan dan diagnosis dini, kalau-kalau ternyata menyebabkan stroke hemoragik.

Baca juga: Tak Pandang Bulu, 6 Orang Terkenal Ini Meninggal karena Stroke

Selain cedera kepala berat, faktor lain yang juga dapat memicu terjadinya stroke hemoragik adalah:

  • Tekanan darah tinggi.

  • Ketidaknormalan pembuluh darah di otak sejak lahir. Hal ini dapat berupa cacat bawaan, seperti malformasi pembuluh darah arteri dan vena.

  • Aneurisma otak.

  • Penyakit hati.

  • Kelainan darah, seperti misalnya penyakit anemia sel sabit dan hemofilia.

  • Tumor otak.

  • Efek samping penggunaan obat antikoagulan atau pengencer darah, seperti warfarin.

Hal yang Terjadi pada Tubuh Ketika Alami Stroke Hemoragik

Ketika mengalami stroke hemoragik, gejala yang muncul dapat berbeda-beda, tergantung lokasi, tingkat keparahan perdarahan yang terjadi, dan seberapa besar jaringan yang terganggu. Pada stroke hemoragik intraserebral atau perdarahan otak, gejala yang umum terjadi adalah:

  • Sakit kepala berat.

  • Mual dan muntah.

  • Penurunan kesadaran.

  • Kejang.

  • Lemah.

  • Kelumpuhan pada satu sisi tubuh.

  • Gangguan bicara.

  • Gangguan penglihatan.

  • Linglung.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Stroke Bisa Sebabkan Gangguan Memori

Sementara itu, stroke hemoragik subarachnoid atau perdarahan subarachnoid ditunjukkan dengan gejala berupa penglihatan ganda dan sakit kepala tiba-tiba pada awalnya. Gejala ini umumnya terjadi sebelum pembuluh darah pecah. Lalu, ketika pembuluh darah telah pecah, gejala yang dapat muncul adalah:

  • Nyeri di daerah wajah atau sekitar mata.

  • Penglihatan kabur.

  • Leher kaku.

  • Penurunan kesadaran.

Perlu diketahui bahwa gejala pada perdarahan subarachnoid dapat memburuk dalam waktu 24 jam, yaitu ketika cairan serebrospinal mengiritasi selaput pelindung otak. Kondisi ini dapat membuat pengidapnya mengalami gejala kaku leher, nyeri punggung, pusing, dan muntah. Oleh karena itu, pengidap harus segera dilarikan ke rumah sakit. 

Jika ingin mengetahui lebih jelas tentang stroke hemoragik, kamu juga bisa bertanya dengan dokter secara langsung di aplikasi Halodoc, lewat Chat atau Voice/Video Call. Mengingat berbahayanya stroke hemoragik, penting untuk menghindari faktor risiko, menerapkan pola hidup sehat, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Jika malas ke rumah sakit, kamu bisa lakukan pemeriksaan laboratorium di rumah, yang praktis dan aman lewat aplikasi Halodoc

Baca juga: Pengobatan Alternatif untuk Stroke, Amankah?

Selain itu, karena stroke hemoragik juga bisa disebabkan oleh cedera berat di kepala, berhati-hatilah saat melakukan berbagai aktivitas, baik di dalam maupun di luar rumah. Ketika mengendarai sepeda motor, selalu gunakanlah helm dengan standar yang dianjurkan (SNI) dan selalu taati peraturan berlalu lintas. 

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2019. Brain Hemorrhage: Cause, Symptoms, Treatments
Healthline. Diakses pada 2019. Hemorrhagic Stroke.