Tumor Otak

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Tumor Otak

Tumor otak merupakan kondisi yang ditandai dengan tumbuhnya sel-sel abnormal di dalam atau di sekitar otak. Sel-sel abnormal itu tumbuh tak wajar dan tidak terkendali. Namun, tumor di dalam otak ini tidak selalu berubah menjadi tumor ganas atau kanker.

Tingkatan tumor otak terbagi dari tingkat 1-4. pengelompokkannya berdasarkan perilaku tumor tersebut. Misalnya, dinilai dari kecepatan pertumbuhan dan cara penyebarannya. Untuk tingkat 1 dan 2, tumor otak tergolong jinak, dan tidak berpotensi menjadi ganas.

Sementara itu pada tingkat 3 dan 4 berbeda lagi. Di tingkat ini, tumor biasanya berpotensi menjadi kanker. Oleh sebab itu, kondisi ini sering disebut sebagai tumor otak ganas atau kanker otak.

 

Faktor Risiko Tumor Otak

Terdapat beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko terjadinya tumor otak. Misalnya usia (beberapa jenis tumor otak lebih sering diidap anak-anak), keturunan, paparan radiasi, hingga kelainan genetik. Di samping itu, tumor otak juga bisa disebabkan oleh penyebaran kanker di bagian tubuh selain otak. Cotonhnya kanker paru-paru atau kanker payudara.

 

Penyebab Tumor Otak

Sayangnya, penyebab utama tumor otak hingga kini belum diketahui pasti. Tumor otak sendiri bisa berasal dari jaringan otak. Kondisi ini dikenal dengan tumor otak primer. Namun, tumor otak juga bisa berasal dari tumor dari organ lainnya yang menyebar ke area otak (tumor otak sekunder). tumor otak terjadi ketika adanya mutasi atau perubahan genetik di jaringan otak.

Baca juga: Orang dengan Pendidikan Tinggi Berisiko Tumor Otak

 

Gejala Tumor Otak

Gejala tumor otak bisa berbeda-beda pada tiap pengidapnya. Gejala yang dikeluhkan pengidapnya bisa dipengaruhi oleh berbagai hal. Mulai dari ukuran, lokasi tumor, dan kecepatan pertumbuhannya. Tumor otak mungkin tidak menimbulkan gejala apapun jika tumbuh secara perlahan-lahan.

Namun, seiring berjalannya waktu, tumor bisa saja memberi tekanan pada otak, sehingga menimbulkan gejala. Contohnya kejang-kejang atau sakit kepala. Di samping itu, tumor otak yang berada di lokasi tertentu, juga berisiko menyebabkan pada sistem kerja otak. Dengan kata lain, otak tidak dapat berfungsi dengan semestinya.

Dalam beberapa kasus, tumor otak juga bisa menimbulkan gejala gangguan ingatan, tubuh mengalami mati rasa, gangguan pada panca indra, hingga otot wajah mengalami kelumpuhan.

Berikut beberapa jenis tumor otak jinak menurut lokasi pertumbuhannya:

  • Tumor yang berada pada jaringan glia (jaringan yang mengikat sel saraf dan serat) dan saraf tulang belakang. Kebanyakan tumor otak yang terjadi adalah jenis glioma.

  • Kebanyakan jenis tumor ini tak bersifat kanker. Tumor ini umumnya terjadi di selaput yang melindungi otak dan saraf tulang belakang.

  • Tumor yang terjadi pada pembuluh darah otak. Kondisi ini bisa menyebabkan lumpuh sebagian dan kejang-kejang.

  • Neuroma akustik merupakan tumor yang tumbuh pada saraf akustik. Saraf ini berperan dalam mengendalikan pendengar dan keseimbangan.

  • Adenoma pituitary. Tumor ini terletak pada kelejar pituary. Kelenjar ini terletak di bawah otak. Kebanyakan dari tumorini adalah jenis tumor jinak dan bisa memengaruhi hormon pituitary dengan efek ke seluruh tubuh.

  • Tumor ini tumbuh atau berada di dekat dasar otak. Craniopharyngioma cenderung terjadi pada anak-anak atau remaja.

  • Medulloblastoma bersifat kanker, dan umumnya terjadi pada anak-anak. Tumor yang cenderung menyebar hingga cairan saraf tulang belakang ini umumnya dimulai dari bagian belakang bawah dari otak. Meski jarang terjadi pada orang dewasa, kondisi ini bisa saja muncul.

  • PNETs (primitive neuroectodermal tumors). Tumor ini bersifat kanker, dimulai sel janin di otak. Tumor yang terbilang langka ini, bisa muncul di bagian otak mana saja.

  • Tumor germ cell. Tumor ini umumnya berkembang di masa kanak-kanak. Terpatnya saata testikel atau ovarium mulai terbentuk. Namun tumor ini bisa berpindah ke tubuh bagian lain, seperti otak.

Baca juga: Kenali Lebih Jauh 3 Jenis Tumor Otak Ringan

 

Diangnosis Tumor Otak

Untuk mendiagnosis tumor otak, dokter akan mengawali dengan wawancara medis dan pemeriksaan fisik seputar keluhan yang dialami pasien. Di samping itu, dokter juga akan melalukan pemeriksaan saraf seperti pemeriksaan kekuatan otak, pendengaran atau penglihatan, hingga saraf wajah.

Selanjutnya dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang untuk melihat ada tidaknya tumor dalam otak. Pemeriksaan yang dilakukan contohnya CT Scan, PET Scan, atau MRI.

 

Pengobatan Tumor Otak

Pengobatan tumor otak harus dilakukan sejak dini, tujuannya untuk memermudah penangananya. Apabila tidak segera ditangani, kondisi ini bisa menjadi bertambah serius. Tumor otak biasanya tidak menyebar dan hanya diam di satu tempat saja, tapi tumor otak bisa memberikan tekanan dan merusak area di sekitarnya. Pengobatan tumor otak ini bergantung dari berbagai hal. Mulai ukuran, jenis, dan lokasi tumor tersebut.

Prosedur operasi pengangkatan tumor yang dilakukan pada tumor otak jinak pada umumnya berhasil ditangani dan tumor tidak muncul kembali. Sebagai hasilnya, kondisi ini tidak menyebabkan masalah berkelanjutan di kemudian hari.

Sementara paada tumor otak glioma stadium 2, berbeda lagi. Tumor ini sering tumbuh kembali setelah menjalani pengobatan. Di samping itu, tumor ini punya potensi untuk berubah menjadi ganas. Bahkan, penyebaran dan pertumbuhannya bisa lebih cepat. Untuk membantu proses pemulihan tumor otak, dokter akan menyarankan beberapa jenis terapi. Misalnya radioterapi dan kemoterapi.

Baca juga: Turunkan Risiko Tumor Otak dengan 5 Cara Ini

 

Pencegahan Tumor Otak

Berikut cara mencegah tumor otak secara alami:

  • Rutin melakukan cek kesehatan.

  • Hentikan kebiasaan merokok.

  • Menerapkan pola hidup sehat.

  • Hindari paparan sinar radiasi.

  • Hindari mengonsumsi makanan berpengawet dan mengandung pemanis buatan.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Bila mengalami gejala-gejala yang disebutkan di atas, segeralah temui dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Diseases and Conditions. Brain Tumor.  
Healthline. Diakses pada 2019. Brain Tumor.   

Diperbarui pada 25 September 2019