Mitos atau Fakta, Stroke Bisa Sebabkan Gangguan Memori

mitos-atau-fakta-stroke-bisa-sebabkan-gangguan-memori-halodoc

Halodoc, Jakarta – Seiring bertambahnya usia, daya ingat seseorang memang cenderung semakin menurun. Itulah mengapa para lansia berisiko tinggi mengalami gangguan memori. Namun, selain usia, stroke juga disebut-sebut bisa menyebabkan seseorang mengalami gangguan memori. Benarkah demikian? Simak penjelasannya di sini.

Gangguan memori adalah kondisi di mana otak memiliki kesulitan untuk menyimpan dan mengingat kembali memori. Masalah kesehatan yang satu ini memang lebih sering dialami oleh orang yang sudah lanjut usia, sehingga gejala-gejala seperti menurunnya daya ingat dan kemampuan berpikir sering dianggap sebagai proses dari penuaan.

Namun, orang yang mengalami stroke juga berisiko tinggi mengalami gangguan memori. Hal ini karena ketika stroke terjadi pada lokasi berbeda dalam otak, maka seiring berjalannya waktu bisa menyebabkan perubahan ingatan.

Jenis stroke yang bisa menyebabkan gangguan memori adalah silent stroke. Bila gejala stroke yang paling sering terjadi adalah wajah yang menurun dan tidak bisa menggerakkan anggota tubuh, silent stroke menimbulkan gejala berupa sulit mengingat akibat terjadinya gangguan memori.

Sebuah studi yang dilaporkan dalam jurnal Neurology, mengungkapkan bahwa kehilangan memori yang dialami orang dewasa mungkin saja disebabkan oleh silent stroke akibat adanya bintik-bintik kecil yang disebabkan matinya sel-sel dalam otak.

Silent stroke sendiri adalah salah satu jenis stroke iskemik yang ditandai dengan terbentuknya gumpalan darah di pembuluh yang bertugas memasok darah ke otak. Kondisi ini menyebabkan kerusakan bagian otak dalam jangka panjang yang bisa memicu gangguan memori.

Gangguan memori yang terjadi akibat stroke sebaiknya jangan dibiarkan saja, karena bisa berkembang menjadi semakin buruk dan menyebabkan Alzheimer, demensia, atau bahkan kehilangan memori. Karena itu, bila pengidap stroke mulai menunjukkan gejala-gejala gangguan memori, sebaiknya segera temui dokter untuk mendapatkan penanganan.

Baca juga: Mengapa Stroke Bisa Sebabkan Gangguan Bicara Disartria?

Kenali Gejala Gangguan Memori

Umumnya, gangguan memori menimbulkan gejala-gejala berupa:

  • Linglung

  • Kesulitan mengerjakan tugas sehari-hari, seperti menyiapkan makanan, memenuhi janji pertemuan, dan mengerjakan balance buku tabungan.

  • Tersesat atau salah menaruh barang.

  • Sering mengulang cerita atau pertanyaan yang sama.

  • Melupakan orang, fakta dan kejadian yang sebelumnya diketahui dengan baik.

  • Mudah marah.

  • Masalah dalam berbahasa, seperti mencampur kata-kata atau kesulitan mengingat kata.

  • Depresi.

Baca juga: Inilah 7 Gejala Umum Demensia Alzheimer

Cara Mengatasi Gangguan Memori Akibat Stroke

Jenis pengobatan yang dilakukan untuk mengatasi gangguan memori tergantung pada penyebabnya. Pada pengidap stroke yang mengalami gangguan memori, biasanya akan diberikan terapi yang bisa membantunya untuk mengingat bagaimana cara melakukan tugas-tugas tertentu, seperti berjalan atau mengikat tali sepatu.

Namun, selain menjalani terapi, pengidap gangguan memori juga perlu menerapkan gaya hidup sehat yang bisa membantu mengatasi gangguan memori:

  • Berolahraga secara rutin tidak hanya bisa meningkatkan kebugaran fisik, tapi juga sangat membantu dalam menjaga keadaan pikiran tetap sehat.

  • Perbanyak melakukan aktivitas yang bisa merangsang baik tubuh dan pikiran, misalnya seperti hobi bermain catur atau memasak.

  • Batasi konsumsi minuman beralkohol atau kalau bisa berhenti minum sama sekali. Ini penting karena kebiasaan minum yang berat dari waktu ke waktu dapat menyebabkan kerusakan otak permanen.

  • Buatlah daftar “hal-hal yang harus dilakukan” dan gunakan notes atau agenda untuk membantu mengingat dan membuat perencanaan tugas.

Baca juga: 5 Tips Cegah Gangguan Memori di Usia Muda Hingga Tua

Itulah sedikit penjelasan mengenai stroke yang bisa menyebabkan gangguan memori. Bila kamu adalah pengidap stroke yang mulai mengalami gejala-gejala gangguan memori, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Kamu juga bisa bertanya tentang masalah kesehatan yang kamu alami dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Hubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.