• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cek Fakta: Terlalu Banyak Makan Cabai Bisa Turunkan Daya Ingat
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cek Fakta: Terlalu Banyak Makan Cabai Bisa Turunkan Daya Ingat

Cek Fakta: Terlalu Banyak Makan Cabai Bisa Turunkan Daya Ingat

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 02 November 2021
Cek Fakta: Terlalu Banyak Makan Cabai Bisa Turunkan Daya Ingat

Penelitian yang dilakukan terhadap empat ribu lebih orang di China menemukan bahwa terlalu banyak makan cabai bisa menurunkan daya ingat dan fungsi kognitif. Hal itu paling terlihat pada pemakan cabai bertubuh kurus. Orang yang memiliki indeks massa tubuh sehat atau rendah cenderung lebih sensitif terhadap capsaicin sehingga lebih mengalami dampaknya.

Halodoc, Jakarta – Makan makanan pedas atau dengan menggunakan tambahan cabai merupakan kebiasaan makan yang dimiliki banyak orang Indonesia. Mengonsumsi jenis makanan apapun harus ditambahkan cabai, saus sambal atau bumbu pedas lainnya. Bila tidak, makanan akan terasa hambar.

Memang, cabai bisa meningkatkan cita rasa sebuah makanan sehingga lebih enak untuk dinikmati. Makan cabai juga bisa memberikan sejumlah manfaat kesehatan bagi tubuh. Namun, bila dikonsumsi terlalu banyak, cabai justru bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan. Studi yang baru-baru ini dirilis menunjukkan bahwa orang yang terlalu banyak makan cabai berisiko lebih tinggi mengalami kehilangan memori dan demensia seiring bertambahnya usia mereka. Berikut ulasannya.

Baca juga: Daya Ingat Menurun karena Kurang Tidur, Benarkah?

Makan Cabai 50 Gram per Hari Tingkatkan Risiko Penurunan Memori

Penelitian yang dilakukan oleh University of South Australia dan Qatar University mengamati pola makan 4.852 orang di China selama 15 tahun. Tim peneliti dipimpin oleh Zumin Shi, Ph.D., dari Universitas Qatar, di Doha.

Zumin mengungkapkan bahwa dalam penelitian sebelumnya, mereka menemukan bahwa makan cabai ternyata bermanfaat untuk menjaga berat badan dan tekanan darah. Namun, dalam penelitian kali ini, mereka menemukan bahwa makan cabai bisa berdampak buruk pada kognisi di antara orang dewasa yang lebih tua.

Berdasarkan penelitian, orang yang makan lebih dari 50 gram cabai setiap hari memiliki risiko hampir dua kali lipat lebih tinggi mengalami penurunan memori dan kognitif, dibandingkan mereka yang makan cabai kurang dari jumlah tersebut. Pada penelitian tersebut, para peserta mendapatkan asupan cabai segar dan kering.

Capsaicin, bahan aktif utama dalam cabai yang membuatnya pedas, yang berperan besar dalam membuat makanan tersebut berdampak pada kesehatan. Zat tersebut bisa mempercepat metabolisme dan menghambat gangguan pembuluh darah. Para peneliti menemukan bahwa kebanyakan orang yang makan cabai lebih banyak memiliki indeks massa tubuh (IMB) yang lebih rendah dan lebih aktif secara fisik, daripada mereka yang makan lebih sedikit cabai. Para peneliti juga menemukan bahwa penurunan daya ingat lebih terasa di antara pemakan cabai yang bertubuh kurus. Hal itu mungkin disebabkan karena orang yang memiliki IMB yang sehat atau rendah memiliki sensitivitas yang lebih tinggi terhadap capsaicin.

Namun, pada penelitian tersebut, para peneliti juga mengungkapkan bahwa penurunan kognitif yang dialami para peserta yang banyak makan cabai nampaknya juga dipengaruhi oleh tingkat pendidikan mereka. Jadi, ada kemungkinan bahwa faktor pendidikan berpengaruh pada hubungan antara asupan cabai dan fungsi kognitif. Oleh karena itu, para peneliti mengungkapkan bahwa penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan untuk mengonfirmasi hubungan antara makan cabai dan risiko penurunan kognitif.

Baca juga: Olahraga Bisa Meningkatkan Fungsi Kognitif Otak, Apa Sebabnya?

Hubungan Antara Makan Cabai dengan Demensia

Demensia adalah istilah untuk menggambarkan berbagai gejala yang memengaruhi fungsi kognitif seseorang termasuk kemampuan ia untuk berpikir, mengingat, dan bernalar. Bentuk yang paling umum dari demensia adalah Alzheimer

Demensia terjadi ketika sel-sel saraf di otak seseorang berhenti bekerja. Meskipun penyakit ini lebih sering terjadi pada orang tua, bukan berarti demensia adalah bagian dari penuaan yang tidak bisa dihindari. Dengan mengetahui faktor risikonya, demensia bisa dihindari.

Meskipun menurut penelitian, terlalu banyak makan cabai bisa mengurangi fungsi kognitif, tetapi hal itu belum cukup untuk membuktikan bahwa makan-makanan pedas bisa meningkatkan risiko demensia. Studi tersebut juga hanya melihat dari hasil tes memori dan matematika, bukan menilai demensia. 

Meski begitu, pola makan benar berpengaruh terhadap perkembangan demensia. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang memiliki pola makan yang tidak sehat berisiko lebih besar untuk mengalami demensia, dibandingkan mereka yang banyak mengonsumsi biji-bijian, kacang-kacangan, dan gandum utuh. Jadi, terapkanlah pola makan sehat dengan banyak mengonsumsi buah-buahan, sayur-sayuran, biji-bijian, dan asam lemak omega-3 yang bisa menurunkan risiko kamu terkena demensia.

Baca juga: Sama-Sama Bikin Lupa, Ini Bedanya Amnesia, Demensia, dan Alzheimer

Kamu juga bisa cek kebutuhan suplemen untuk meningkatkan fungsi otak di aplikasi Halodoc. Tinggal order saja lewat aplikasi dan pesananmu akan diantar dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya sekarang juga di Apps Store dan Google Play.

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg
Referensi:
Philly Voice. Diakses pada 2021. Eating too much spicy food could increase risk of dementia, new research suggests
Medical News Today. Diakses pada 2021. Is spicy food linked to dementia risk?
Daily Mail. Diakses pada 2021. Think twice before adding extra spice: Adults who eat more than 50g of chili a day ‘face a higher risk of memory loss’
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Dementia.