Ini Ciri-Ciri Alami Kerusakan Saraf

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Ini Ciri-Ciri Alami Kerusakan Saraf

Halodoc, Jakarta - Kerusakan saraf atau nyeri saraf biasanya disebabkan oleh saraf yang rusak yang mengirimkan sinyal palsu, sehingga mengakibatkan rasa nyeri yang kronis. Selain itu, sinyal tersebut mungkin tidak berfungsi untuk mendeteksi rasa sakit yang terkait dengan cedera secara normal. 

Seseorang yang mengidap kerusakan saraf tersebut, mungkin bagian tubuhnya tidak memiliki respons rasa sakit yang mengindikasikan cedera. Contohnya, seseorang yang mengidap diabetes dengan masalah saraf di kaki mungkin tidak merasakan cedera kaki saat hal itu terjadi.

Jenis-Jenis Kerusakan Saraf

Kerusakan saraf atau neuropati dapat terbagi menjadi beberapa hal tergantung dari lokasi gangguan tersebut terjadi. Berikut adalah beberapa jenis dari gangguan tersebut:

  1. Neuropati Perifer

Neuropati perifer adalah ketika masalah saraf memengaruhi saraf di luar otak dan sumsum tulang belakang. Saraf ini adalah bagian dari sistem saraf tepi. Dengan demikian, neuropati perifer adalah neuropati yang memengaruhi saraf ekstremitas, seperti jari kaki, kaki, kaki, jari, tangan, dan lengan. 

  1. Neuropati Kranial

Neuropati kranial terjadi ketika salah satu dari dua belas saraf kranial atau saraf yang keluar langsung dari otak mengalami kerusakan. Dua jenis spesifik neuropati kranial adalah neuropati optik (mata) dan neuropati pendengaran. 

  1. Neuropati Otonom

Neuropati otonom adalah kerusakan pada saraf sistem saraf tak sadar. Saraf ini yang mengontrol jantung dan sirkulasi, termasuk tekanan darah, pencernaan, fungsi usus dan kandung kemih, respons seksual, dan keringat. Saraf pada organ lain juga dapat terpengaruh.

  1. Neuropati Fokal

Neuropati fokal adalah neuropati yang dibatasi untuk satu saraf atau sekelompok saraf, atau satu area tubuh.

Baca Juga : 4 Gangguan Saraf yang Perlu Diketahui

Ciri-Ciri Mengalami Kerusakan Saraf

Kebanyakan orang menggambarkan nyeri saraf yang kronis dengan serangkaian kata yang mirip. Seseorang yang mengalami nyeri saraf bisa terasa seperti yang berikut ini:

  • Terasa terbakar.

  • Perasaan geli.

  • Rasa sakit yang tajam.

  • Terasa seperti menerima tusukan.

Seperti jenis nyeri lainnya, nyeri saraf dapat bervariasi intensitasnya. Bagi sebagian orang, hal tersebut bisa terasa seperti peniti dan jarum yang menusuk. Bagi yang lain, rasa sakitnya mungkin parah dan hampir tak tertahankan. Selain itu, nyeri saraf dapat terasa di atau dekat area kerusakan saraf atau dirasakan yang jauh dari saraf tersebut.

Mempelajari cara menggambarkan nyeri saraf yang terjadi dapat membantu dokter mendiagnosis lebih cepat dan mengobati rasa sakit secara efektif. Cobalah untuk memperhatikan rasa sakit yang timbul ketika kambuh. Kamu dapat membuat catatan tiap hal tersebut terjadi, sehingga dapat kamu ungkapkan ketika berdiskusi dengan dokter.

Baca Juga : 6 Fakta tentang Kerusakan Saraf Multiple Sclerosis

Pemicu Kerusakan Saraf

Beberapa orang mengembangkan pemicu yang tidak biasa yang membuatnya terlalu sensitif terhadap kondisi tertentu karena sensitivitas yang tinggi pada saraf terhadap stimulasi. Contohnya, sensitivitas saraf untuk disentuh dapat menyebabkan rasa sakit pada beberapa orang dengan herpes zoster. Orang dengan gangguan tersebut tidak bisa mentolerir pakaian atau seprai ketika menyentuh daerah yang terinfeksi. Kerusakan saraf lainnya dapat menyebabkan posisi tubuh yang menyakitkan selama berdiri atau duduk.

Pengobatan Kerusakan Saraf

Nyeri yang ditimbulkan oleh kerusakan saraf sering diobati dengan analgesik ajuvan, seperti antidepresan dan antikonvulsan. Namun, obat lain juga dapat digunakan untuk mengobati nyeri saraf kronis. Hal ini termasuk NSAID, obat antiinflamasi nonsteroid, yang merupakan obat penghilang rasa sakit dan kortikosteroid.

Perawatan lain juga dapat digunakan untuk nyeri saraf kronis, seperti terapi fisik atau blok saraf, yang dilakukan dengan menyuntikkan bahan kimia atau anestesi ke area tersebut, atau dengan sengaja memotong atau merusak bagian-bagian tertentu dari saraf. Pengobatan ini dapat menjaga gejala nyeri saraf di bawah kontrol yang lebih baik.

Baca Juga : 5 Penyakit Akibat Kerusakan Saraf

Itulah beberapa ciri-ciri dari seseorang yang mengalami kerusakan saraf. Kamu dapat membuat janji temu dengan dokter di rumah sakit pilihan melalui aplikasi Halodoc. Caranya yaitu dengan download aplikasi Halodoc di smartphone kamu!