Bumil Sering Mimisan, Ketahui Dampaknya

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Bumil Sering Mimisan, Ketahui Dampaknya

Halodoc, Jakarta - Berbagai keluhan kesehatan yang terjadi pada ibu hamil memang selalu bikin khawatir, termasuk mimisan. Meski begitu, Bumil sebenarnya tidak perlu cemas berlebihan, kok. Mimisan dengan intensitas ringan selama masa kehamilan sebenarnya tergolong normal. Biasanya, mimisan saat hamil akan lebih sering terjadi saat usia kandungan sudah memasuki trimester kedua. Penyebabnya beragam, tetapi mimisan saat hamil umumnya terjadi karena adanya perubahan hormon selama masa kehamilan.

Lantas, adakah dampak buruk jika Bumil sering mimisan? Kalau sesekali, mimisan saat hamil mungkin masih normal. Namun, Bumil perlu waspada jika mimisan terjadi lebih dari satu kali atau terus-menerus. Sebab, mimisan seperti itu kemungkinan berhubungan dengan peningkatan risiko perdarahan pasca persalinan. Jadi, Bumil sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

Baca juga: Ibu Hamil Mimisan, Bahaya atau Tidak?

Apa Penyebab Mimisan saat Hamil?

Ketika hamil, suplai darah di dalam tubuh Bumil akan meningkat untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan oksigen janin dalam kandungan. Hal ini membuat pembuluh darah ibu hamil melebar, termasuk pembuluh darah hidung. Di samping itu, tekanan pada pembuluh darah halus di sekitar hidung juga akan ikut meningkat. Akibatnya, saluran hidung dan napas akan menjadi bengkak, sehingga pembuluh darah menjadi lebih mudah pecah.

Namun, mimisan juga bisa terjadi saat Bumil mengalami pilek, sinusitis, atau alergi, serta jika selaput di dalam hidung terlalu kering akibat cuaca dingin atau berangin. Selain itu, cedera pada hidung dan kondisi medis tertentu, seperti hipertensi atau gangguan pembekuan pada aliran darah, juga dapat menyebabkan mimisan saat hamil.

Baca juga: Jangan Panik, Ini 6 Tindakan Mudah Mengatasi Anak Mimisan

Cara Mengatasi Mimisan saat Hamil

Jika Bumil mengalami mimisan saat hamil, sebaiknya jangan panik. Tetaplah tenang dan lakukan beberapa langkah penanganan mimisan berikut ini:

  • Duduk tegak dan tundukkan kepala sedikit.
  • Hindari posisi tidur atau menengadahkan kepala ke atas, karena justru akan membuat darah menetes ke bawah bagian belakang tenggorokan.
  • Pencet bagian bawah hidung dengan ibu jari dan jari telunjuk.
  • Bernapaslah lewat mulut dan tekan hidung selama 10-15 menit tanpa henti.
  • Pastikan untuk duduk atau berdiri tegak, untuk menurunkan tekanan darah di rongga hidung, sehingga perdarahan lebih lanjut dapat dicegah.
  • Kemudian, kompres hidung dengan es yang dibungkus handuk atau kain.
  • Bumil boleh tidur miring jika merasa lemas.

Jika mimisan terjadi lebih dari satu kali atau terus-menerus, Bumil sebaiknya download aplikasi Halodoc untuk berbincang dengan dokter kandungan lewat chat. Kalau ingin melakukan pemeriksaan lebih lanjut, Bumil juga bisa gunakan aplikasi Halodoc untuk buat janji dengan dokter di rumah sakit, agar lebih cepat dan tidak perlu mengantri.

Baca juga: Jika Mimisan Jadi Tanda Penyakit Serius

Kemudian, untuk mencegah mimisan saat hamil terulang kembali, hindari hal-hal berikut setidaknya selama 24 jam setelah mimisan:

  • Membuang lendir (ingus) terlalu kuat.
  • Membungkuk.
  • Melakukan aktivitas berat.
  • Tidur telentang.
  • Mengorek hidung.
  • Mengonsumsi minuman beralkohol atau minuman panas, karena dapat menyebabkan pembuluh darah di hidung melebar dan memperparah mimisan.

Jadi kesimpulannya, mimisan saat hamil tergolong normal dan tidak berbahaya bagi ibu hamil. Namun, jika mimisan saat hamil tidak berhenti setelah melakukan langkah-langkah tadi, atau setelah memencet hidung selama 20 menit, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Bisa jadi, kondisi tersebut adalah masalah serius yang memerlukan penanganan medis sesegera mungkin.

Referensi:
American Pregancy Association. Diakses pada 2020. Nosebleeds During Pregnancy
Baby Center. Diakses pada 2020. Nosebleeds During Pregnancy.
NHS Choices UK. Diakses pada 2020. Nosebleeds in Pregnancy.
Healthline. Diakses pada 2020. Pain, Bleeding, and Discharge: When Should You Worry?