• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Darah Tinggi pada Ibu Hamil, Ini Cara Mengobatinya

Darah Tinggi pada Ibu Hamil, Ini Cara Mengobatinya

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Ibu hamil harus selalu berhati-hati tentang kesehatannya terkait gangguan yang mungkin terjadi selama mendapati kandungan pada tubuhnya. Salah satu gangguan yang kerap terjadi pada ibu hamil adalah darah tinggi. Gangguan ini memang tidak selalu menyebabkan hal yang berbahaya, tetapi tidak menutup kemungkinan bisa saja terjadi.

Ibu hamil yang tidak cepat mengobati darah tinggi yang menyerang dapat mengalami peningkatan risiko pada beberapa komplikasi, salah satunya adalah preeklampsia. Maka dari itu, penting untuk mengetahui cara menurunkan darah tinggi pada ibu hamil. Berikut adalah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membuat tekanan darah normal pada ibu hamil!

Baca juga: Mengenal Bahaya Hipertensi Saat Hamil

Cara Mengobati Darah Tinggi pada Ibu Hamil

Wanita hamil memang terbilang umum jika memiliki tekanan darah tinggi selama mengandung. Namun, jika dibiarkan terus-menerus seperti itu, ibu dan bayinya mungkin saja mengalami masalah yang serius. Tekanan darah tinggi selain menyebabkan masalah selama hamil, juga dapat menyebabkan masalah setelah wanita melahirkan.

Namun, jangan panik terlebih dahulu akan hal tersebut karena gangguan ini terbilang mudah untuk dicegah dan diobati. Hal yang pertama harus dilakukan adalah memastikan jika benar tekanan darah di tubuh ibu terlalu tinggi. Dengan begitu, langkah selanjutnya dapat dengan mudah ditentukan agar dapat mengobati tekanan darah yang tinggi. Berikut adalah beberapa cara mengobati darah tinggi pada ibu hamil:

  1. Rutin Melakukan Pemeriksaan

Hal pertama yang dapat dilakukan untuk mengobati darah tinggi yang menyerang ibu hamil adalah dengan rutin melakukan pemeriksaan diri. Pastikan untuk selalu membuat janji temu tiap bulannya dengan dokter kandungan. Bicaralah tentang obat yang dikonsumsi sejauh ini perihal pengaruhnya pada tekanan darah. Jangan mengonsumsi obat apapun sebelum mendapat persetujuan dari dokter.

Baca juga: Bumil Alami Tekanan Darah Tinggi, Ini Tips Jaga Pola Makan

  1. Memantau Kondisi Tubuh

Ibu juga harus selalu memastikan kondisi tubuh dengan cara memantau tekanan darah di rumah dengan alat bantu. Jika terdeteksi tekanan darah lebih tinggi dibanding biasanya, segera hubungi dokter dan pastikan jika bukan gejala preeklampsia.

Jika ingin mengetahui lebih jauh tentang cara mengobati darah tinggi pada ibu hamil, tanyakan saja pada dokter di Halodoc. Caranya hanya dengan download aplikasi Halodoc di Apps Store atau Play Store pada smartphone yang digunakan!

  1. Mengonsumsi Makanan yang Sehat

Makanan juga termasuk salah satu faktor yang dapat memengaruhi tekanan darah seseorang, sehingga meninggi dibandingkan saat normal. Beberapa hal yang harus diperhatikan berhubungan dengan konsumsi makanan sehat adalah mengurangi konsumsi garam, perbanyak konsumsi buah, dan sayur. Dengan begitu, tekanan darah dapat dijaga tetap normal.

  1. Berolahraga Rutin

Ibu hamil yang kurang bergerak mempunyai risiko lebih tinggi untuk mengidap tekanan darah tinggi. Maka dari itu, penting untuk melakukan aktivitas fisik atau olahraga secara rutin dan konsisten selama kehamilan terjadi. Dengan begitu, sirkulasi darah dapat meningkat dan tekanan darah menurun. Hal ini juga dapat mengurangi perasaan stres yang dapat menimbulkan dampak buruk bagi tubuh.

  1. Jauhi Rokok dan Alkohol

Ibu juga dapat memastikan agar menjauhi rokok atau asap rokok dan konsumsi alkohol. Kebiasaan-kebiasaan buruk tersebut dapat menimbulkan dampak negatif yang berbahaya, terutama jika mengidap tekanan darah tinggi. Asap rokok yang masuk ke tubuh dapat meningkatkan risiko penumpukan plak di dalam pembuluh darah yang akhirnya memicu peningkatan pada tekanan darah. Selain itu, alkohol juga dapat menimbulkan hal yang sama.

Baca juga: 6 Cara Menjaga Tekanan Darah Selama Kehamilan

Dengan mengetahui beberapa kondisi yang dapat dilakukan untuk mengobati tekanan darah tinggi pada ibu hamil, diharapkan hal-hal yang berbahaya tidak terjadi. Selain itu, hal yang pasti harus dilakukan adalah pemeriksaan rutin ke dokter untuk mencegah hal-hal fatal terjadi pada sang ibu atau janin yang mungkin menimbulkan bahaya hingga kematian.

Referensi:
CDC. Diakses pada 2020. High Blood Pressure During Pregnancy.
Healthline. Diakses pada 2020. High Blood Pressure During Pregnancy.