Datang Bulan 3 Bulan Sekali, Normal atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Datang Bulan 3 Bulan Sekali, Normal atau Tidak?

Halodoc, Jakarta – Menstruasi adalah proses yang akan dilalui oleh setiap wanita. Kondisi ini memiliki siklus menstruasi setiap bulannya yang menjadi penanda bahwa seorang wanita sedang berada dalam masa subur. Tentu siklus menstruasi pada tiap wanita berbeda-beda, bisa terjadi antara 23-35 hari. Umumnya, wanita mengalami siklus menstruasi selama 28 hari sekali.

Baca juga: Jadwal Haid Enggak Teratur, Normalkah?

Siklus menstruasi tersebut yang membuat wanita merasa menstruasi yang dialami terlambat atau tidak teratur. Menstruasi dikatakan tidak teratur atau tidak lancar ketika siklus menstruasi terjadi kurang dari 21 hari dan lebih dari 35 hari. Menstruasi yang tidak teratur atau tidak lancar dapat dikategorikan menjadi beberapa jenis. Ini penjelasannya.

Normalkah Menstruasi yang Tidak Teratur?

Ada beberapa jenis menstruasi yang tidak teratur dan perlu kamu ketahui, yaitu:

1. Polymenorrhea

Kondisi ini terjadi ketika siklus menstruasi seorang wanita terjadi kurang dari 21 hari.

2. Oligomenorrhea

Kondisi ini terjadi ketika siklus menstruasi terjadi lebih panjang atau tidak terjadi menstruasi lebih dari 35 hari namun kurang dari 90 hari.

3. Amenorrhea

Kondisi ini terjadi ketika seorang wanita tidak mengalami menstruasi dalam waktu 3 bulan berturut-turut.

4. Metrorrhagia

Kondisi ini terjadi ketika perdarahan menstruasi lebih lama dengan volume darah lebih banyak.

Namun, apakah menstruasi yang tidak teratur masih terbilang normal? Tanyakan pada dokter ahli jika kamu merasa siklus menstruasi berjalan tidak teratur. Kini kamu bisa bertanya pada dokter ahli di mana saja dan kapan saja, caranya melalui aplikasi Halodoc

Nyatanya, siklus menstruasi yang tidak teratur dapat disebabkan oleh beberapa penyebab, seperti kondisi PCOS atau masalah tiroid pada tubuh. PCOS atau sindrom ovarium polikistik adalah salah satu kondisi yang terjadi akibat terbentuknya kista-kista kecil dalam indung telur.

Adanya kista pada indung telur membuat hormon menjadi tidak stabil. Kondisi PCOS meningkatkan hormon testosteron padahal seharusnya wanita hanya memiliki sedikit hormon testosteron. Akhirnya, kondisi ini menyebabkan wanita alami gangguan menstruasi.

Baca juga: 7 Tanda Haid Tidak Normal yang Harus Kamu Waspadai

Masalah tiroid dapat menjadi penyebab seorang wanita alami gangguan menstruasi. Kelenjar tiroid dapat memproduksi hormon yang mengatur metabolisme tubuh. Gangguan pada tiroid menyebabkan gangguan pada menstruasi.

Selain itu, ada beberapa penyebab lain yang membuat siklus menstruasi seorang wanita terganggu, seperti kondisi kehamilan, penggunaan alat kontrasepsi, memasuki masa menopause, dan pola hidup sehari-hari. Seorang wanita yang menyusui juga dapat mengalami gangguan siklus menstruasi. Tidak ada salahnya untuk mengatur tingkat stres yang dialami karena tingkat stres yang tinggi bisa mengakibatkan gangguan pada siklus menstruasi.

Cara Mengatasi Menstruasi yang Tidak Teratur

Tentu penanganan untuk kondisi gangguan siklus menstruasi disesuaikan dengan penyebab. Jika menstruasi yang tidak teratur disebabkan oleh kondisi PCOS atau masalah tiroid, tentu akan dilakukan pengobatan pada kondisi tersebut.

Baca juga: Inilah Siklus Menstruasi Wanita yang Normal Sesuai Usia

Namun, kamu juga dapat mengatasi gangguan siklus menstruasi yang tidak teratur yang disebabkan dengan beberapa cara ini, seperti:

  1. Mengganti alat kontrasepsi;

  2. Mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat;

  3. Mengonsumsi makanan sehat dan bernutrisi;

  4. Hindari berbagai kemungkinan yang dapat sebabkan kamu alami stres tinggi;

  5. Rutin olahraga untuk menjaga berat badan tetap stabil.

Tidak ada salahnya memeriksakan diri ke rumah sakit terdekat ketika kamu mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur. Diagnosis yang tepat membuat penanganan terhadap kondisi kamu juga lebih cepat. 

Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2019. Abnormal Menstruation
Healthline. Diakses pada 2019. Menstrual Problem