Degenerasi Makula adalah Penyakit Turunan, Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Degenerasi Makula adalah Penyakit Turunan, Benarkah?

Halodoc, Jakarta - Ingatlah, penyakit mata enggak cuma menyoal konjungtivitis, mata minus atau mata plus saja. Ada pula degenerasi makula yang bisa menyerang siapa saja, khususnya kelompok lansia.

Degenerasi makula juga disebut dengan age-related macular degeneration (AMD/ARMD). Kondisi ini merupakan menurunnya kualitas penglihatan pusat, kemampuan seseorang untuk memandang lurus ke depan. 

Lalu, apa sih fungsi dari makula pada mata? Makula berupa area kecil di lapisan bagian dalam retina mata. Nah, area inilah yang memegang peranan  penting untuk bisa melihat dengan baik di kala terang maupun gelap.  Ketika seseorang mengidap degenerasi makula, penglihatan sisi (peripheral vision) tak memiliki jumlah sel yang sama dengan makula, sehingga menghasilkan penglihatan yang tak fokus atau tajam.

Baca juga: Idap Degenerasi Makula, Waspada Komplikasi Akibatnya

Nah, ada yang bilang kalau degenerasi makula merupakan penyakit keturunan? Benarkah demikian faktanya? 

Terbagi Dua Jenis

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, ada baiknya untuk berkenalan dulu dengan jenis dan penyebab utamanya. Sebenarnya sampai sampai saat penyebab pasti dari penyakit ini belum diketahui secara pasti. 

Nah, dengerasi ini sendiri terbagi menjadi dua yaitu degenerasi makula basah dan kering, dengan penyebab yang berbeda. Ketimbang AMD basah, AMD kering merupakan jenis yang paling ditemui. Kemungkinan AMD ini baru terdeteksi ketika pengidapnya melakukan pemeriksaan mata. 

  • AMD Kering

Degenerasi makula jenis ini diawali dengan munculnya penumpukan zat sisa di bawah retina. Penumpukan zat yang disebut drusen ini, bila semakin banyak akan, maka akan berpengaruh pada penglihatan. Yang perlu diperhatikan, pada tahap lanjut, AMD kering ini bisa menyebabkan menipisnya sel yang berada di lapisan bagian luar retina. 

  • AMD Basah

AMD basah bisa disebabkan karena menurunkan kondisi bagian luar retina (retinal pigment epithelium/RPE). Selain itu, AMD kering juga bisa disebabkan karena tumbuhnya pembuluh darah baru yang rapuh dari pembuluh darah kecil yang ada di belakang lapisan makula. 

Pembuluh darah ini mudah bocor, sehingga bisa mengeluarkan darah yang menyebabkan jaringan parut di makula. Hal yang perlu digaribawahi, AMD basah bisa mengganggu penglihatan pusat dalam waktu yang lebih cepat ktimbang AMD kering. Kira-kira dalam kurun waktu minggu hingga bulan. Dalam beberapa kasus, bahkan bisa dalam hitungan jam bila terjadi perdarahan. 

Baca juga: Cegah Degenerasi Makula dengan 3 Gaya Hidup Ini

Penyakit Keturunan, Masa Sih?

Selain kedua penyebab degenerasi makula di atas, ada pula beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko terjadinya penyakit ini. Salah satunya riwayat keluarga. Penyakit ini memiliki komponen keturunan. 

Menurut beberapa studi, terdapat beberapa gen yang berkaitan dengan pengembangan kondisi tersebut. Dengan kata lain seseorang yang mengidap degenerasi makula, memiliki kemungkinan (tidak selalu) untuk “mewarisi” penyakit ini kepada keturunan selanjutnya. 

Nah, hal yang perlu digarisbawahi, faktor risiko yang bisa meningkatkan terjadi degenerasi makula tak hanya riwayat keluarga saja. Berikut beberapa faktor risiko lainnya: 

  • Kegemukan, penelitian menunjukkan obesitas bisa meningkatkan risiko terjadi degenerasi makula. 

  • Sering terpapar sinar matahari, sinar UV matahari yang berlebihan pada mata, bisa memicu berbagai masalah mata, salah satunya degenrasi makula.

  • Ras, etnis kaukasia. 

  • Merokok menghasilkan oksidan (radikal bebas) yang mempengaruhi penuaan jaringan retina mata.

  • Diet, pola konsumsi sehari-hari dapat berpengaruh pada tingkat antioksidan yang berpengaruh pada regenerasi jaringan retina mata.

  • Riwayat penyakit darah tinggi, terutama pada pengidap darah tinggi lama dapat mempengaruhi kondisi endotel pada pembuluh darah, terutama pembuluh darah mata.

Baca juga: Apakah Pengobatan Terbaik untuk Atasi Degenerasi Makula?

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
American Macular Degeneration Foundation. Diakses pada 2019 Risk Factors for Macular Degeneration.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Diseases and Conditions. Dry Macular Degeneration.  
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Diseases and Conditions. Wet Macular Degeneration.