Demam Pertanda Tumbuh Gigi, Mitos atau Fakta?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Demam Pertanda Tumbuh Gigi, Mitos atau Fakta?

Halodoc, Jakarta – Kesehatan anak menjadi salah satu fokus utama dari orangtua. Memberikan makanan sehat bisa menjadi salah satu cara melindungi anak agar terhindar dari beberapa penyakit, salah satunya adalah demam.

Baca juga: Kapan Waktu yang Tepat Bawa Anak ke Dokter Gigi?

Banyak hal yang dapat menjadi penyebab anak mengalami kondisi demam. Daya tahan tubuh yang kurang optimal hingga pertumbuhan gigi menjadi salah satu kondisi dijadikan alasan anak mengalami kondisi demam.

Namun, apakah tumbuh gigi menyebabkan demam pada bayi? Fase pertumbuhan gigi yang baru bagi anak bayi menjadi fase yang cukup menyakitkan. Namun, kondisi ini bukan menjadi penyebab anak mengalami kondisi demam.

Menurut penelitian Prof. Melissa Wake, peneliti dari Centre for Community Child Health di Royal Children’s Hospital di Melbourne, mengatakan bahwa anak tidak mengalami perubahan dan peningkatan suhu tubuh ketika ia sedang dalam fase pertumbuhan gigi.

Demam saat pertumbuhan memang mungkin saja terjadi, namun penyebabnya adalah adanya infeksi yang disebabkan oleh bakteri dari luar. Demam yang muncul merupakan hasil dari pertahanan diri terhadap zat asing yang masuk ke dalam tubuh.

Bayi akan masuk fase pertumbuhan gigi ketika usianya memasuki usia 4 hingga 7 bulan dan akan berakhir ketika anak memasuki usia 24 bulan. Pada fase ini, selain mengalami pertumbuhan gigi, biasanya anak juga mulai mengenal berbagai macam hal baru. Dalam fase ini bayi lebih sering memasukan semua yang ada pada genggamannya ke dalam mulut. Ini yang membuat risiko bayi rentan mengalami infeksi karena bakteri bisa masuk melalui benda-benda yang masuk ke dalam mulutnya.

Tidak hanya demam, bahkan bakteri yang masuk ke dalam mulut bayi dapat menyebabkan penyakit lain seperti pilek atau diare.

Tanda Bayi Tumbuh Gigi

Untuk mencegah infeksi yang terjadi ketika bayi dalam fase pertumbuhan gigi, ibu mengetahui pertanda pada bayi ketika memasuki fase pertumbuhan gigi. Dengan begitu, ibu bisa lebih memerhatikan kebersihan bayi dan lingkungan tempat bayi bermain sehingga kondisi demam dapat dihindari, yaitu:

  1. Biasanya bayi yang mengalami pertumbuhan gigi lebih banyak mengeluarkan air liur dibandingkan kondisi normal lainnya.

  2. Kondisi gusi pada bayi mengalami pembengkakan dan memerah.

  3. Kondisi yang tidak nyaman pada bagian gusi menyebabkan anak memiliki suasana hati yang tidak stabil sehingga menyebabkan bayi lebih mudah marah dan rewel.

  4. Bayi juga terlihat lebih sering mengunyah atau berusaha menggigit sesuatu.

  5. Bayi lebih sering menggosok-gosok bagian wajahnya.

  6. Bayi yang masuk dalam fase pertumbuhan gigi juga mengalami penurunan nafsu makan.

Baca juga: Usia Ideal Anak Pergi ke Dokter Gigi

Perawatan Gigi pada Bayi

Setelah gigi bayi muncul dan tumbuh satu persatu, tentu ibu perlu merawat gigi susu yang tumbuh agar gigi selalu sehat dan anak bisa terhindar dari gangguan kesehatan gigi. Sebaiknya, bantu anak menyikat gigi sebanyak 2 kali dalam satu hari. Lakukan sikat gigi dengan lembut menggunakan sikat gigi khusus anak. Selain rutin mengajak anak menggosok gigi, tidak ada salahnya untuk mengajak anak ke dokter gigi untuk melakukan pemeriksaan sejak dini.

Perawatan yang tepat terhadap gigi susu yang baru muncul dapat meminimalisir risiko gangguan pada kesehatan gigi. Ibu bisa memilih dokter gigi di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Baca juga: Usia Ideal Anak Pergi ke Dokter Gigi