Dermatitis Numularis pada Anak, Ini Gejalanya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Dermatitis Numularis pada Anak, Ini Gejalanya

Halodoc, Jakarta – Penyakit kulit dermatitis numularis sering ditandai dengan gejala yang sebenarnya bersifat khas. Area kulit yang terserang penyakit ini biasanya akan mengalami bercak berbentuk koin atau oval. Gejala ini umumnya akan muncul setelah kerusakan terjadi pada kulit. Selain itu, penyakit dermatitis numularis juga bisa ditandai dengan muncul rasa nyeri atau perih pada bagian kulit yang terserang. Penyakit ini bisa dideteksi melalui pemeriksaan fisik dan medis. 

Penyakit dermatitis numularis paling sering terjadi pada laki-laki dibanding perempuan. Pada laki-laki, gangguan kulit ini umumnya baru akan muncul pada usia 55–60 tahun. Sementara itu, perempuan bisa mengidap dermatitis numularis pada usia yang lebih muda, yaitu pada saat remaja atau dewasa. Meski begitu, penyakit ini juga berisiko menyerang siapa dan kapan saja, termasuk anak-anak. 

Baca juga: Perbedaan Gejala Dermatitis Numularis dan Kurap

Mengenali Gejala Penyakit Dermatitis Numularis

Dermatitis numularis ditandai dengan munculnya bercak berbentuk khas di permukaan kulit. Bercak yang muncul biasanya akan terasa perih dan mengganggu. Bercak dermatitis bisa menetap di permukaan kulit dalam jangka waktu yang cukup lama, yaitu beberapa minggu hingga beberapa bulan. Bercak yang muncul pada dermatitis numularis umumnya berukuran kecil dan kemerahan, tetapi banyak dan berkelompok. 

Penyakit ini sama sekali tidak boleh dianggap sepele begitu saja, terutama jika menyerang anak-anak. Segera lakukan pemeriksaan ke rumah sakit untuk memastikan apakah bercak yang muncul merupakan gejala dermatitis numularis atau penyakit lain. Pada awal kemunculannya, bercak penyakit ini akan berukuran kecil, tetapi muncul berkelompok. Seiring berjalannya waktu, bercak merah ini akan membesar dan menimbulkan bentuk seperti koin. Bercak juga bisa memicu rasa gatal dan sensasi terbakar yang bersifat ringan hingga berat. 

Pada kondisi yang parah, bercak merah ini bisa berubah menjadi kuning. Kalau itu yang terjadi, tandanya sudah terjadi infeksi bakteri pada area kulit yang terserang dermatitis numularis. Gatal dan nyeri pada kulit biasanya akan terasa semakin parah pada malam hari, sehingga bisa mengganggu kualitas tidur pengidapnya. Semakin lama, kulit yang mengalami dermatitis numularis mungkin akan mengeluarkan cairan dan berubah keras serta bersisik. 

Baca juga: Kenali 4 Jenis Dermatitis dan Cara Mengatasinya

Sayangnya, hingga kini masih belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab dermatitis numularis bisa menyerang. Namun, ada beberapa faktor diyakini bisa meningkatkan risiko penyakit kulit ini bisa menyerang. Dermatitis numularis rentan menyerang orang yang memiliki kulit sangat kering, memiliki riwayat penyakit dermatitis, aliran darah yang kurang baik, serta mengalami infeksi bakteri pada kulit. Penyakit ini juga bisa dipicu oleh gigitan serangga, stres, perubahan temperatur, serta iritasi dari lingkungan. 

Penyakit ini bisa dengan mudah diidentifikasi melalui pengecekan kulit, yaitu dengan melihat ada atau tidak bercak berbentuk logam yang muncul. Diagnosis penyakit ini dilakukan oleh dokter dengan menanyakan faktor-faktor pemicu serta tes alergi untuk memastikan apakah seseorang memiliki alergi yang berkaitan dengan masalah kulit, salah satunya dermatitis. 

Baca juga: 10 Tanda Dermatitis Atopik pada Anak dan Orang Dewasa

Masih penasaran tentang dermatitis numularis dan cara mendiagnosisnya? Tanya dokter di aplikasi Halodoc saja. Kamu bisa kapan dan di mana saja menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi: 
Healthline. Diakses pada 2019. Nummular Eczema.
Medscape. Diakses pada 2019. Nummular Dermatitis.