Dermatographia Bisa Dicegah dengan Gaya Hidup Ini

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Dermatographia Bisa Dicegah dengan Gaya Hidup Ini

Halodoc, Jakarta – Kamu mungkin pernah mengalami bentol-bentol karena digigit serangga. Tapi, pernahkah kamu mengalami atau melihat bentol-bentol yang bentuknya memanjang? Bentol atau goresan yang membengkak ini disebut dermatographia. Seseorang yang mengidap dermatographia bisa mengalami goresan yang membengkak dan merah hanya dengan menggaruk kulit saja. Walaupun mudah muncul, tetapi masalah kulit ini juga bisa hilang dalam 30 menit.

Baca Juga: 4 Masalah Kesehatan Kulit yang Dianggap Sepele tapi Berbahaya

Penyebab dermatographia tidak diketahui, tetapi dapat dipicu oleh infeksi, gangguan emosi, dan konsumsi obat-obatan seperti penisilin. Sebagian dermatographia tidak perlu diobati. Namun, jika tanda dan gejala sudah mengganggu, dokter dapat merekomendasikan obat alergi seperti cetirizine atau diphenhydramine.

Gejala Dermatographia

Tanda-tanda dermatographia muncul ketika kulit mendapat goresan. Gejala-gejala ini biasanya muncul pertama kali tanpa ada tanda-tanda sebelumnya, meliputi:

  • Kemerahan;

  • Bentol atau pembengkakan pada kulit yang terlihat seperti tulisan;

  • Luka yang dalam;

  • Terlihat seperti sarang;

  • Terasa gatal.

Gejala dermatographia biasanya berlangsung sekitar 30 menit. Gejalanya juga dapat berlangsung sehari atau lebih lama, namun ini jarang terjadi. Gejala dapat memburuk pada suhu ekstrem. Cuaca kering juga dapat meningkatkan kejadian dermatographia. Air hangat dari pancuran air panas, mandi, dan sauna dapat memperburuk gejala.

Penyebab Dermatographia

Penyebab pasti dari dermatographia belum diketahui. Kondisi ini diduga dipicu oleh:

  • Stres;

  • Riwayat alergi;

  • Mengalami gesekan berlebihan dari pakaian atau tempat tidur;

  • Infeksi;

  • Obat-obatan tertentu, termasuk penisilin;

  • Latihan yang menyebabkan penggosokan kulit yang berlebihan (seperti gulat).

Meskipun penyebabnya tidak diketahui, ada faktor risiko yang diduga meningkatkan peluang dermatographia, di antaranya:

  • Memiliki kulit kering;

  • Memiliki riwayat dermatitis (peradangan kulit);

  • Orang dewasa muda;

  • Sering mendapat goresan pada kulit;

  • Mengidap penyakit tiroid;

  • Memiliki kelainan saraf atau penyakit dalam yang menyebabkan kulit terasa gatal;

  • Anak-anak memang lebih rentan terhadap dermatitis, tetapi remaja dan dewasa muda lebih mungkin mengembangkan dermatographia.

Baca Juga: Mitos dan Fakta tentang Kulit dan Jerawat

Kalau kamu membutuhkan obat-obatan untuk mengurangi gejala dermatographia, beli saja melalui aplikasi Halodoc. Lewat aplikasi kamu tinggal memilih obat sesuai kebutuhan. Obat akan diantar dalam waktu satu jam. Mudah sekali bukan?

Cara Mencegah Dermatographia

Cara untuk mengurangi rasa tidak nyaman dan mencegah gejala-gejala dermatographia, berikut upaya-upaya yang bisa kamu lakukan:

  • Hindari mengiritasi kulit. Jangan menggunakan sabun yang keras dan kasar pada kulit;

  • Jangan mengenakan pakaian yang terbuat dari bahan gatal, seperti wol;

  • Kalau kamu mengalaminya, hindari mandi dengan air panas karena bisa memperburuk gejalanya;

  • Jika kamu memiliki dermatographia atau kondisi kulit lainnya yang sering menyebabkan gatal, coba untuk tidak menggaruk kulit. Menggaruk dapat memperparah kondisi;

  • Jagalah agar kulit tetap lembap. Kulit kering cenderung membuat kulit gatal. Kamu bisa menggunakan lotion dan krim setelah mandi agar kulit tetap lembap;

  • Gunakan sabun tanpa pewangi. Bahan kimia dan pewarna yang ditambahkan ini membuat kulit menjadi gatal;

  • Kelola stres dengan rutin berolahraga, tidur yang cukup, dan meditasi.

Baca Juga: 5 Perawatan Kulit Kering yang Patut Dicoba

Itulah informasi terkait dermatographia yang perlu kamu ketahui. Jaga kesehatan kulitmu dengan baik, agar terhindar dari berbagai gangguan kesehatan, ya.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Dermatographia.
Healthline. Diakses pada 2019. What Is Dermatographia?.