Deteksi Kondisi Osteopetrosis dengan 5 Pemeriksaan Ini

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Osteopetrosis

Halodoc, Jakarta - Osteopetrosis akan menyebabkan kepadatan tulang bertambah, sehingga dapat menyebabkan kelainan pada kerangka tubuh. Penyakit ini dibedakan menjadi beberapa jenis, antara lain:

  • Intermediate autosomal osteopetrosis merupakan jenis osteopetrosis yang dapat diwariskan dari salah satu atau kedua orang tua. Kasus ini jarang terjadi.

  • X-linked merupakan jenis osteopetrosis yang terbentuk dari mutasi kromosom X.

  • Autosomal recessive osteopetrosis merupakan jenis osteopetrosis yang diwarisi dari gen kedua orangtua yang telah bermutasi.

  • Autosomal dominant osteopetrosis merupakan jenis osteopetrosis yang didapatkan  dari salah satu orangtua yang juga mengidap osteopetrosis.

Baca juga: Triclosan pada Sabun Bisa Sebabkan Osteoporosis?

Osteopetrosis Akan Membuat Tulang Menjadi Mudah Patah

Osteopetrosis merupakan kondisi ketika kepadatan tulang tidak normal. Kondisi ini akan menyebabkan tulang menjadi mudah patah. Osteopetrosis dapat dipicu karena adanya gangguan fungsi pada salah satu sel tulang yang bernama osteoklas. Pada pengidap osteopetrosis, sel tulang ini tidak menghancurkan jaringan tulang tersebut, sehingga pertumbuhan tulang menjadi tidak normal.

Osteopetrosis, Ini Gejala yang Akan Muncul

Patah tulang merupakan gejala umum yang terjadi pada pengidap osteopetrosis. Walaupun tulang menjadi lebih padat, osteopetrosis akan membuat tulang menjadi rapuh. Akibatnya risiko tulang patah, bahkan hancur rentan dialami oleh pengidap kondisi ini. Selain patah tulang, adanya gangguan pertumbuhan tulang, gangguan produksi sel darah, serta hepatosplenomegali merupakan gejala yang muncul pada pengidap osteopetrosis. Hepatosplenomegali sendiri merupakan gangguan yang menyebabkan pembengkakan hati dan limpa.

Baca juga: Ketahui Perbedaan dari Osteoporosis dan Osteomalasia 

Kenali Penyebab dari Osteopetrosis Berikut

Mutasi genetik merupakan penyebab utama terjadinya osteopetrosis. Dari mutasi genetik ini akan terjadi proses pembentukan asam oleh sel tulang yang bernama osteoklas. Kemudian sel tulang ini akan mengikis tulang ketika terjadi proses pembentukan tulang baru. 

Deteksi Kondisi Osteopetrosis dengan Pemeriksaan Ini

Penanganan pada pengidap osteopetrosis bertujuan untuk meminimalisir kerusakan yang terjadi. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mendeteksi adanya osteopetrosis pada seseorang, antara lain:

  1. Pemeriksaan kepadatan tulang dengan pemindai DEXA. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengukur kepadatan mineral tulang. Prosedur dengan pemindai DEXA ini umumnya relatif singkat dan tidak menimbulkan rasa nyeri.

  2. Foto rontgen. Pemeriksaan ini dilakukan guna membantu para ahli untuk melihat adanya infeksi atau keretakan pada tulang.

  3. CT scan. Pemeriksaan ini dilakukan guna melihat adanya kelainan pada struktur tulang menggunakan prosedur radioaktif.

  4. MRI. Pemeriksaan ini dilakukan guna melihat adanya kelainan pada struktur tulang menggunakan medan magnet dan energi gelombang radio untuk menampilkan gambar pada organ yang diperiksa.

  5. Tes darah. Pemeriksaan ini dilakukan kepada pengidap yang mengalami osteopetrosis dalam tahap yang parah. Pemeriksaan ini akan berguna untuk memeriksa kadar kalsium dalam darah, kadar asam fosfatase, serta hormon calcitriol.

Baca juga: Banyak Macamnya, Ketahui 4 Jenis Osteoporosis Ini 

Nah, untuk mencegah terjadinya kondisi ini, pemberian vitamin D dibutuhkan guna menjaga kesehatan tulang. Selain mengonsumsi suplemen, vitamin D juga dapat diproduksi oleh tubuh manusia dari sinar matahari yang diserap kulit. Jangan lupa untuk selalu menerapkan pola hidup sehat dengan konsumsi makan dengan gizi seimbang, serta rajin berolahraga, ya!

Jika kamu ingin bertanya lebih lanjut seputar prosedur pemeriksaan di atas, Halodoc bisa jadi solusinya! Kamu bisa diskusi langsung dengan dokter ahli melalui Chat atau Voice/Video Call. Enggak hanya itu, kamu juga bisa membeli obat yang sedang kamu butuhkan. Tanpa perlu repot, pesanan kamu akan diantar ke tempat tujuan dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya di Google Play atau App Store!