Diabetes Bisa Mengincar Si Kecil saat Masih Bayi

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Diabetes Bisa Mengincar Si Kecil saat Masih Bayi

Halodoc, Jakarta - Diabetes, atau yang lebih dikenal dengan istilah kencing manis, biasa terjadi pada orang dewasa. Namun, tidak menutup kemungkinan dialami oleh anak-anak, bahkan bayi yang baru lahir. Ketika dialami sejak lahir, diabetes akan bertahan seumur hidup dalam tubuh. Agar pengidap dapat tetap sehat dan beraktivitas layaknya orang normal, perawatan yang tepat dibutuhkan. Berikut ciri diabetes pada bayi!

Baca juga: 5 Cara Hadapi Diabetes Pada Anak

Ketahui Tanda Diabetes pada Bayi

Diabetes tipe 1 merupakan jenis diabetes yang umum dialami oleh bayi. Penyakit ini terjadi karena tubuh tidak mampu memproduksi hormon insulin dalam jumlah yang cukup. Bahayanya, gejalanya akan berkembang dengan cepat, hanya dalam waktu beberapa minggu. Berikut tanda diabetes pada bayi yang perlu diperhatikan:

  • Berat Badan di Bawah Normal

Diabetes pada bayi akan membuat berat badan mereka berada di bawah angka normal. Meski sudah mendapat asupan ASI yang cukup, bayi pengidap diabetes akan sangat sulit untuk berada di angka normal. Hal ini menjadi gejala yang paling terlihat dari gejala-gejala lainnya.

  • Kelelahan dan Mudah Rewel

Diabetes pada bayi akan menyebabkan mereka merasa kelelahan karena kurangnya pasokan gula ke sel-sel dalam tubuh. Akibatnya, bayi akan tampak kelelahan dan mudah rewel karena sekujur tubuhnya merasa lemas.

  • Sering Muntah

Diabetes pada bayi akan membuat mereka sering muntah tanpa sebab yang jelas. Kejadian ini umumnya akan berlangsung selama 3-5 hari berturut-turut, karena peningkatan kadar gula darah dalam tubuhnya.

Baca juga: Mengenali Gejala Diabetes pada Anak

  • Sering Buang Air Kecil

Peningkatan frekuensi buang air kecil pada bayi menjadi salah satu tanda jika ia tengah mengidap diabetes. Ketika hal tersebut terjadi, bayi akan sering merasa haus karena cadangan air yang selalu dikeluarkan dari dalam tubuh. Saat kadar gula darah darah melonjak, kelebihan gula akan dibuang melalui ginjal dalam bentuk cairan urine.

  • Mengidap Ruam Popok

Ruam popok memang tidak selalu menjadi tanda diabetes pada bayi. Namun, jika hal ini terjadi, ibu wajib mewaspadainya, ya! Hal tersebut terjadi karena pertumbuhan jamur di area yang lembap. Jenis ruam popok akibat jamur ini dapat berlangsung lama, bahkan setelah popok diganti. Jamur yang menjadi penyebab ruam popok disebut dengan Candida albicans.

  • Luka yang Sulit Sembuh

Sama halnya dengan orang dewasa, diabetes pada bayi akan membuat luka pada tubuhnya menjadi sulit untuk sembuh. Untuk bayi pengidap diabetes, ibu disarankan untuk selalu memeriksakan kondisi luka yang dimiliki oleh Si Kecil, meskipun luka hanya sebatas goresan kuku pada kulit. Jika luka tidak kunjung membaik, ini bisa jadi pertanda diabetes.

Baca juga: Benarkah Diabetes Tipe 1 Lebih Sering Menyerang Anak-Anak?

Segera temui dokter di rumah sakit terdekat ketika ibu menemukan berbagai gejala tersebut pada Si Kecil. Jika dokter mencurigai adanya diabetes, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan termasuk tes darah guna memastikan penyebab gejala muncul. Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab diabetes pada bayi. Kondisi tersebut sangat berkaitan dengan kondisi kesehatan ibu, jika ibu pernah mengidap diabetes sebelumnya.

Ibu hamil dengan riwayat diabetes sebelumnya akan memiliki kandungan kadar gula darah yang tinggi, sehingga membuat bayi mendapatkan asupan gula berlebihan selama berada dalam kandungan yang masuk melalui plasenta atau ari-ari. Ketika asupan gula pada bayi berlebihan, organ pankreas akan menimbulkan reaksi dengan memproduksi lebih banyak insulin.

Referensi:

Pregnancy Birth and Baby. Diakses pada 2020. Diabetes in Young Children.

NCBI. Diakses pada 2020. The Infant and Toddler with Diabetes: Challenges of Diagnosis and Management.

The Bump. Diakses pada 2020. Diabetes in Children.