23 October 2018

Fakta tentang Sindrom Metabolik yang Perlu Diketahui

Fakta tentang Sindrom Metabolik yang Perlu Diketahui

Halodoc, Jakarta – Sindrom metabolik adalah kondisi kesehatan serius yang memengaruhi sekitar 23 persen orang dewasa. Ketika seseorang mengalami tekanan darah tinggi bersamaan dengan kadar glukosa puasa tinggi dan obesitas perut, maka kemungkinan besar dia mengidap sindrom metabolik.

Kondisi ini menempatkan pengidapnya berada pada risiko tinggi komplikasi penyakit kardiovaskular, diabetes, stroke, dan penyakit yang berkaitan dengan penumpukan lemak di dinding arteri. Kamu dapat mengendalikan beberapa penyebab, seperti kelebihan berat badan, obesitas, gaya hidup yang tidak aktif, dan resistensi insulin.

Namun, ada beberapa faktor yang tidak dapat mengendalikan kemunculan sindrom metabolik seperti pertambahan usia tua dan riwayat genetika. Orang-orang yang memiliki sindrom metabolik seringnya memiliki dua kondisi seperti pembekuan darah yang berlebihan dan peradangan ringan yang terus-menerus di seluruh tubuh.

Ada beberapa kondisi yang memainkan peran dalam sindrom metabolik, seperti:

  1. Hati berlemak (kelebihan trigliserida dan lemak lain di hati)

  2. Sindrom ovarium polikistik (kecenderungan untuk mengembangkan kista di indung telur)

  3. Batu empedu

  4. Masalah pernapasan saat tidur seperti sleep apnea

Sindrom metabolik terjadi ketika seseorang memiliki tiga atau lebih dari pengukuran berikut:

  1. Obesitas perut  (lingkar pinggang lebih dari 40 inci untuk pria, sedangkan untuk wanita lebih dari 35 inci)

  2. Tingkat trigliserida yang mencapai 150 mg/dL atau lebih besar

  3. Kolesterol HDL kurang dari 40 mg/dL untuk pria atau kurang dari 50 mg/dL untuk wanita

  4. Tekanan darah sistolik (angka teratas) dari 130 mmHg atau lebih besar ataupun tekanan darah diastolik (nomor bawah) 85 mmHg atau lebih besar

  5. Glukosa puasa 100 mg/dL atau lebih besar

Meskipun sindrom metabolik adalah kondisi serius, tetapi kamu bisa mengurangi risiko secara signifikan dengan mengurangi berat badan. Meningkatkan aktivitas fisik dan mengonsumsi makanan dengan diet sehat, seperti biji-bijian, buah-buahan, sayuran, dan ikan adalah langkah tepat untuk mengontrol berat badan tetap ideal.

Bahaya Komplikasi dari Sindrom Metabolik

Ketika seseorang mengidap sindrom metabolik maka ada beberapa masalah kesehatan yang bisa jadi berkembang, seperti:

  1. Kerusakan pada lapisan koroner dan arteri lainnya merupakan langkah kunci menuju perkembangan penyakit jantung atau stroke.

  2. Perubahan kemampuan ginjal untuk menghilangkan garam sehingga menyebabkan tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan stroke.

  3. Peningkatan kadar trigliserida dan menghasilkan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular.

  4. Peningkatan risiko pembentukan pembekuan darah yang dapat memblokir arteri dan menyebabkan serangan jantung dan stroke.

  5. Perlambatan produksi insulin yang dapat menandakan awal diabetes tipe 2. Diabetes yang tidak terkontrol juga dikaitkan dengan komplikasi pada mata, saraf, dan ginjal.

Untuk mengetahui lebih banyak mengenai sindrom metabolik maka ada beberapa fakta yang perlu diketahui:

  1. Wanita dengan sindrom metabolik tiga kali lebih mungkin meninggal akibat serangan jantung dibandingkan wanita tanpa kondisi tersebut.

  2. Latihan interval intensitas tinggi adalah jenis kardio terbaik untuk mengurangi risiko sindrom metabolik.

  3. Tidak hanya latihan kardio, latihan peningkatan kekuatan massa otot juga berkaitan dengan penurunan risiko sindrom metabolik pada wanita.

  4. Mengonsumsi apel ataupun jus apel setiap hari dapat mengurangi risiko mengidap sindrom metabolik sebesar 27 persen.

  5. Mengonsumsi soda setiap hari dapat risiko sindrom metabolik hingga 34 persen.

  6. Tidur kurang dari enam jam meningkatkan risiko hingga 45 persen. Begitu juga tidur lebih dari delapan jam.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai sindrom metabolik, kamu bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Hubungi Dokter, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Baca juga: