Diabetes Bisa Sembuh dengan Puasa, Benarkah?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
diabetes, puasa

Halodoc, Jakarta - Penyebab utama diabetes adalah pola makan yang tidak baik. Makan dengan berlebihan atau pilihan makanan yang salah bisa saja menyebabkan kandungan glukosa dalam darah menjadi berlebih. Kondisi ini akan membuat pankreas bekerja lebih keras dalam memproduksi insulin untuk mengimbangi glukosa yang berlebih tersebut. Nah, jika kondisi ini terus-menerus terjadi, pankreas akan kelelahan dan tidak mampu memproduksi insulin yang cukup. Nah, kondisi inilah yang akan menyebabkan diabetes. Apakah diabetes bisa disembuhkan dengan berpuasa? Simak ulasannya di sini.

Baca juga: Diabetes Tipe 1 dan 2, Lebih Bahaya Mana?

Apa Itu Diabetes?

Diabetes merupakan penyakit yang berlangsung lama dan kronis. Penyakit ini akan ditandai dengan tingginya kadar glukosa dalam darah. Glukosa ini akan menumpuk dalam darah akibat tidak diserap oleh sel tubuh dengan baik. Kondisi ini bisa saja menimbulkan berbagai gangguan organ tubuh. Jika diabetes tidak dikontrol dengan baik, kondisi ini bisa saja membahayakan nyawa pengidapnya.

Ini Gejala yang Muncul pada Pengidap Diabetes

Gejala yang akan muncul pada pengidap diabetes, antara lain sering merasa haus dan lapar, sering buang air kecil, adanya penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, berkurangnya massa otot, luka yang sulit sembuh, pandangan kabur, lemas, sering mengalami infeksi, dan terdapat keton dalam urine. Keton sendiri merupakan produk sisa dari pemecahan otot dan lemak akibat tubuh tidak dapat menggunakan gula sebagai sumber energi.

Beberapa gejala yang juga bisa menandakan diabetes, yaitu gatal-gatal, mulut kering, mengalami disfungsi ereksi, adanya bercak hitam di sekitar leher, mudah tersinggung, merasakan sensasi rasa terbakar dan nyeri pada kaki, dan mengalami hipoglikemia reaktif, yaitu hipoglikemia yang terjadi beberapa jam setelah makan akibat produksi insulin yang berlebihan.

Seseorang juga bisa mengalami prediabetes, yaitu ketika glukosa dalam darah berada di atas normal, tetapi tidak cukup tinggi untuk disebut dengan diabetes. Seseorang dengan prediabetes bisa saja mengidap diabetes tipe 2, terutama jika gejala yang muncul dibiarkan begitu saja.

Baca juga: 2 Trik Mudah untuk Atasi Diabetes

Apakah Puasa Bisa Sembuhkan Diabetes?

Kadar gula darah pada pengidap diabetes dapat dijaga agar tetap stabil dan kembali pada batas normal. Saat tidak berpuasa, makanan ditampung dan dicerna dalam lambung selama 4 jam. Kemudian akan diserap oleh usus selama 4 jam. Jadi sekitar 8 jam lambung, usus, termasuk pankreas tidak berhenti bekerja. Jika dalam sehari seseorang makan 3 kali, organ-organ tersebut hampir tidak ada waktu untuk beristirahat.

Nah, berpuasa akan memberikan jeda bagi organ-organ tersebut waktu sekitar 4 jam untuk merenovasi, memperbaiki, dan meregenerasi sel-sel yang rusak. Saat berpuasa terjadi perubahan pada asam amino yang terakumulasi dari makanan. Pola makan saat puasa dapat mensuplai asam lemak dan asam amino penting saat makan sahur dan berbuka. Sehingga terbentuk tunas-tunas protein, lemak, fosfat, kolesterol dan lainnya untuk membangun sel-sel baru.

Proses regenerasi ini juga akan sangat efektif saat seseorang berpuasa. Saat tidak berpuasa, energi akan terfokus pada proses pencernaan. Sedangkan saat berpuasa, energi akan berfokus pada regenerasi sel-sel baru secara total. Termasuk sel pankreas.

Baca juga: Takut diabetes? Ini 5 Bahan Pengganti Gula

Jika kamu punya pertanyaan seputar masalah kesehatan, Halodoc bisa jadi solusinya! Kamu bisa diskusi langsung dengan dokter ahli melalui Chat atau Voice/Video Call. Enggak hanya itu, kamu juga bisa membeli obat yang sedang kamu butuhkan. Tanpa perlu repot, pesanan kamu akan diantar ke tempat tujuan dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya di Google Play atau App Store!