24 January 2019

Diabetes Tipe 1 dan 2, Lebih Bahaya Mana?

Diabetes Tipe 1 dan 2, Lebih Bahaya Mana?

Halodoc, Jakarta - Diabetes melitus adalah sebuah penyakit pada metabolik yang disebabkan oleh kadar gula darah dari masalah sekresi insulin. Umumnya, kadar glukosa darah dikontrol dengan ketat oleh hormon yang diproduksi oleh pankreas atau disebut insulin. Ketika kadar glukosa darah meningkat, yang dapat terjadi setelah makan, pankreas akan melepaskan hormon insulin untuk menormalkan kadar glukosa.

Diabetes terbagi menjadi dua macam, yaitu diabetes tipe 1 dan 2. Keduanya juga disebabkan oleh tubuh yang tidak dapat mengatur gula darah atau glukosa dalam tubuh. Glukosa sendiri merupakan bahan bakar yang berguna untuk memberi makan sel-sel tubuh. Meski begitu, insulin dibutuhkan untuk mengubah glukosa menjadi energi bagi tubuh. Namun, untuk seseorang yang mengidap diabetes, glukosa tidak dapat diproses, sehingga akan bertumpuk di darah.

Baca Juga: Kenali 6 Gejala Diabetes 1 dan 2

Hal yang berbahaya dapat terjadi jika glukosa tidak dapat dipecah dan bertumpuk di dalam darah. Kadar glukosa darah yang tinggi dapat merusak pembuluh darah kecil di ginjal, jantung, mata, hingga sistem saraf. Maka dari itu, diabetes harus segera mendapat penanganan. Jika tidak, dapat menyebabkan penyakit jantung, stroke, penyakit ginjal, hingga kerusakan saraf di kaki.

Apa itu Diabetes Tipe 1?

Seseorang yang kekurangan hormon insulin biasanya disebabkan oleh bermasalahnya penghancuran sel beta penghasil insulin pankreas, yang merupakan masalah utama pada diabetes tipe 1. Diabetes tipe 1 juga disebut sebagai insulin-dependent diabetes mellitus (IDDM) atau diabetes melitus dengan ketergantungan insulin. Sebab, seseorang yang mengidap diabetes 1, pankreasnya tidak dapat memproduksi insulin lagi.

Baca Juga: Inilah Mitos Tentang Diabetes Tipe 1 yang Perlu Diketahui

Seseorang yang mengidap diabetes tipe 1 harus melakukan beberapa cara untuk mencegah penyakit tersebut bertambah parah. Caranya adalah dengan menjaga asupan makanan, berolahraga, dan menyuntikkan asupan insulin ke tubuh. Selain itu, penyakit dan stres juga dapat menjadi faktor yang membuat hormon insulin tidak dihasilkan. Seseorang yang telah mengidap diabetes tipe 1 harus rajin untuk mengontrol kadar gula darah agar tidak terjadi komplikasi.

Baca Juga: Jangan Salah, Ini Bedanya Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2

Apa itu Diabetes Tipe 2?

Diabetes tipe 2 dikenal juga sebagai non-insulin dependent diabetes mellitus atau diabetes melitus yang tidak tergantung pada insulin. Seseorang yang mengidap diabetes tipe 2 masih dapat memproduksi insulin. Namun, insulin yang dihasilkan tidak mampu mencukupi kebutuhan tubuh. Diabetes ini umumnya terjadi pada seseorang dengan usia di atas 30 tahun, dan risikonya akan meningkat seiring bertambahnya usia.

Diabetes tipe 2 umumnya disebabkan oleh faktor genetik atau faktor keturunan. Pada seseorang yang keluarganya mempunyai riwayat mengidap diabetes, risiko mengidap penyakit ini lebih besar dibandingkan yang tidak. Selain itu, obesitas juga dapat menjadi salah satu faktor penyebab. Terdapat hubungan yang erat antara obesitas pada seseorang dengan risiko mengidap diabetes tipe 2. Selain itu, risiko mengidap diabetes tipe 2 akan naik setiap berat badan meningkat sebesar 20 persen.

Manakah yang Lebih Berbahaya, Diabetes Tipe 1 atau 2?

  • Pengidap diabetes tipe 1 membutuhkan insulin untuk tetap hidup. Berbeda dengan pengidap diabetes tipe dua yang hanya membutuhkan asupan insulin tambahan. Sebab, resistensi terhadap insulin meningkat dan produksi insulin menurun.

  • Pada diabetes tipe 2, penyakit tipe ini sulit untuk didiagnosis dan baru disadari setelah mengidap selama 5 tahun dan muncul komplikasi. Seseorang yang mengidap diabetes tipe 1 dapat didiagnosis dengan cepat, sehingga cepat untuk ditangani.

Keduanya sama berbahaya dan dapat berakibat fatal bagi pengidapnya. Maka dari itu, jika mengalami gejala dari diabetes, segeralah untuk melakukan pengobatan. Jika mempunyai pertanyaan perihal diabetes, dokter dari Halodoc siap membantu. Komunikasi dengan dokter bisa dilakukan dengan mudah melalui Chat atau Voice/Video Call. Selain itu, kamu juga bisa beli obat di Halodoc. Praktis tanpa perlu keluar rumah, pesananmu akan diantarkan sampai tujuan dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya sekarang di App Store dan Google Play!