Diabetes dan Gangguan Mata Sebabkan Mus Mulyadi Tutup Usia

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Diabetes dan Gangguan Mata Sebabkan Mus Mulyadi Tutup Usia

Halodoc, Jakarta - Kabar duka datang dari dunia musik tanah air, salah satu musisi kawakan yang terkenal musik keroncongnya, Mus Mulyadi, tutup usia pada hari Kamis (11/04). Penyebab utama Mus Mulyadi meninggal adalah penyakit diabetes yang telah bertahun-tahun ia idap. Diabetes juga yang membuat ia kehilangan penglihatannya sejak tahun 2009. Dalam dunia medis, kebutaan akibat diabetes bukan hal yang baru. Untuk lebih jelasnya, mari simak ulasannya berikut!

Baca Juga: Inilah Cara Alami Menangani Diabetes dan Menurunkan Gula Darah

Mengapa Diabetes Bisa Sebabkan Kebutaan?

Selain menjadi salah satu penyakit yang banyak diidap masyarakat dunia, diabetes menyebabkan komplikasi yang cukup berbahaya. Salah satunya adalah kebutaan akibat kondisi retinopati. Kasus kebutaan akibat diabetes bisa mencapai 30 persen dari total keseluruhan kasus diabetes.

Secara umum, komplikasi diabetes terjadi akibat pecahnya pembuluh-pembuluh darah di tubuh karena insulin tak bisa lagi menahan kadar gula darah yang tinggi. Pembuluh darah yang pecah, bisa jadi menyasar bagian-bagian tubuh dan menyebabkan gangguan di sana seperti pada otak, jantung, hati, ginjal, pembuluh darah arteri, maupun pembuluh darah pada retina mata.

Komplikasi pengidap diabetes dibagi menjadi dua, yakni komplikasi pada makrovaskuler (jaringan pembuluh darah besar) dan mikrovaskular (jaringan pembuluh darah kecil). Komplikasi makrovaskuler menimbulkan komplikasi penyakit seperti stroke, komplikasi hati dan hipertensi, penyumbatan aliran darah, dan gangguan pada kaki. Sementara komplikasi mikrovaskuler berakibat pada sakit ginjal, neuropati atau gangguan fungsi saraf dan gangguan pada kaki. Pada area mata, diabetes menyebabkan retinopati dan katarak yang bisa berujung pada kebutaan.  

Kebutaan yang terjadi akibat diabetes ini terjadi berupa kerusakan retina mata yang disebabkan oleh diabetes. Seiring waktu, kadar gula darah yang tak terkontrol bisa menyebabkan kerusakan pada sejumlah pembuluh darah kecil di retina mata. Kerusakan yang terjadi ini ini bisa menyebabkan kehilangan penglihatan melalui dua cara, yakni:

  • Cara pertama adalah munculnya aliran darah yang tak normal pada permukaan retina dan menyebabkan cairan pada mata yang menghalangi pandangan. Kondisi ini disebut sebagai proliferatif retinopati.

  • Cara kedua yaitu adanya cairan yang bocor dari pembuluh darah ke pusat makula atau bagian kecil dan sangat sensitif di tengah retina yang menjadi pusat pandangan dan menyebabkannya menjadi bengkak. Kejadian ini dikenal dengan macular edema dan terjadi pada tahap apa pun pada diabetes retinopati.

Baik pengidap diabetes tipe 1 maupun tipe 2 memiliki risiko tinggi terserang gangguan penglihatan ini. Selain itu, semakin lama seseorang mengidap diabetes, semakin besar risiko kehilangan penglihatan. Baik pria maupun wanita, mereka memiliki kemungkinan yang sama.

Baca Juga: 4 Penyakit Mata yang Bisa Dialami Pengidap Diabetes

Lantas, Adakah Gejala Awal Diabetes Retinopati yang Patut Dicurigai?

Sayangnya, kebanyakan pasien dengan penyakit ini tidak menyadari mereka terkena gangguan mata karena diabetes. Penyakit diabetes retinopati tak menunjukkan gejala secara khusus di awal perkembangannya. Biasanya setelah mengalami gangguan, dokter bisa menemukan retinanya berdarah sementara pasien mengaku bahwa ia tidak mengidap diabetes sebelumnya.

Seseorang yang terkena diabetes retinopati akan mengalami gejala awal yaitu munculnya floaters atau beberapa bayangan hitam pada penglihatannya. Pada tingkat yang lebih parah lagi, pengidap penyakit ini melihat garis lurus seperti melengkung. Ia juga mengira lensa kacamatanya tidak bisa menunjang lagi sehingga sepertinya harus diganti. Namun saat pergi ke optik, tidak ada lensa yang cocok sementara gangguan matanya tetap sama.

Ini Cara Mencegah Diabetes Retinopati

Cara terbaik bagi pengidap diabetes untuk melindungi mata mereka adalah dengan menjaga kadar gula darah tetap normal. Tidak hanya itu, banyak penelitian yang mengungkapkan jika seseorang mampu menjaga kadar gula darah dan tingkat kolesterolnya, maka penyakit ini bisa dihindari.

Baca Juga: Masih Muda Sudah Prediabetes, Harus Apa?

Dengan kabar meninggalnya Mus Mulyadi akibat diabetes, kamu yang memiliki penyakit diabetes ada baiknya untuk segera menemukan pengobatan dan melakukan gaya hidup untuk menjaga kadar gula darah. Nah, jika kamu mempunyai pertanyaan perihal penyakit ini, dokter dari Halodoc siap membantu. Caranya mudah, yaitu dengan download aplikasi Halodoc di smartphone kamu sekarang juga!