Diabetes Sebabkan Serangan Jantung, Ini Alasannya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Diabetes Sebabkan Serangan Jantung, Ini Alasannya

Halodoc, Jakarta – Diabetes dikenal sebagai gangguan kesehatan yang rentan “mengundang” penyakit lain, termasuk serangan jantung. Penyakit diabetes terjadi karena meningkatnya kadar gula di dalam darah. Penyakit ini rentan menimbulkan beragam komplikasi, selain serangan jantung, diabetes juga bisa memicu stroke sebagai komplikasi.  

National Heart Association Amerika Serikat menyebut bawa ada sekitar 65 persen pengidap diabetes yang mengalami komplikasi serangan jantung atau stroke. Risiko serangan jantung meningkat hingga dua kali lipat pada orang yang mengidap diabetes. Hal ini berkaitan dengan kondisi pengidap diabetes yang cenderung memiliki kadar gula darah tinggi, kolesterol, serta tekanan darah yang tinggi. Nyatanya, faktor-faktor tersebut bisa meningkatkan risiko penyakit jantung menyerang. 

Baca juga: Sakit Diabetes, Waspada Juga Gagal Jantung

Hubungan Diabetes dan Serangan Jantung 

Pengidap diabetes rentan mengalami serangan jantung, tetapi risikonya semakin tinggi pada orang yang mengidap penyakit diabetes tipe 2. Penyakit kardiovaskular disebut sebagai penyakit yang menempati urutan pertama penyebab kematian pada pengidap diabetes. Hubungan serangan jantung dan penyakit diabetes berawal dari tinggi kadar gula darah pengidapnya. 

Kadar gula yang tinggi dan dibiarkan tidak terkontrol bisa meningkatkan risiko penyakit jantung menyerang. Pasalnya, glukosa berlebih yang mengalir dalam darah bisa merusak pembuluh darah dan pada akhirnya memicu serangan jantung. Kerusakan yang disebabkan antara lain terjadinya penumpukan lemak akibat kolesterol atau plak disebut dengan aterosklerosis. 

Orang yang memiliki riwayat penyakit diabetes memiliki potensi yang lebih besar mengidap penyakit jantung. Kabar buruknya, risiko komplikasi penyakit bisa menyerang pada usia muda. Risiko penyakit kardiovaskular, termasuk serangan jantung lima kali lebih besar pada laki-laki usia paruh baya, dan delapan kali lebih besar pada perempuan yang mengidap diabetes. 

Baca juga: Hati-hati, Inilah 8 Komplikasi dari Diabetes Tipe 1

Serangan jantung bisa muncul secara mendadak, biasanya ditandai dengan beberapa gejala. Umumnya, gejala serangan jantung pada pengidap diabetes tidak berbeda jauh dengan penyakit jantung pada umumnya. Penyakit serangan jantung ditandai dengan munculnya rasa sakit di dada yang menjalar sampai ke lengan, bahu, leher, rahang, bahkan punggung. Selain itu, kondisi ini juga memicu gejala berupa sesak napas, mual dan muntah, serta rasa cemas. 

Serangan jantung pada pengidap diabetes sering disebut sebagai “serangan jantung hening” karena gejala-gejala umum tersebut bisa saja tidak muncul. Selain itu, pengidap diabetes seringnya juga kesulitan untuk mengenali dan membedakan gejala penyakit yang muncul. Alhasil, pertolongan sering terlambat diberikan dan hal itu bisa berakibat fatal pada kondisi pengidap penyakit ini. 

Serangan jantung yang tidak memicu gejala adalah kondisi paling berbahaya yang harus benar-benar diwaspadai. Sayangnya, risiko penyakit serangan jantung yang satu ini sangat berisiko terjadi pada orang yang mengidap penyakit diabetes. Selain kadar gula darah, serangan jantung pada pengidap diabetes juga bisa disebabkan oleh neuropati diabetik, yaitu kondisi yang bisa memicu kerusakan pada saraf yang mengatur kerja jantung, termasuk otot pada dada dan punggung yang biasanya menyertai serangan jantung.

Baca juga: Diabetes Tak Terkontrol Sebabkan Neuropati Diabetik, Ini Alasannya

Masih penasaran tentang hubungan antara penyakit diabetes dengan serangan jantung, dan mengapa hal ini bisa terjadi? Tanya dokter di aplikasi Halodoc saja. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Diabetes.co.uk. Diakses pada 2019. Diabetes and Heart Disease.
Diabetes Self Management. Diakses pada 2019. Silent Heart Attack. 
WebMD. Diakses pada 2019. Heart Disease and Diabetes.