Diagnosis Penyakit Katup Jantung dengan Echocardiografi

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Penyakit Katup Jantung

Halodoc, Jakarta - Katup jantung merupakan penyakit yang muncul karena adanya kelainan atau gangguan pada salah satu atau seluruh katup jantung. Jika kondisi ini terjadi, darah akan sulit mengalami ke ruangan atau pembuluh darah. Apakah penyakit katup jantung dapat didiagnosis dengan prosedur echocardiografi?

Baca juga: 2 Tipe Penyakit Katup Jantung yang Perlu Diketahui 

Langkah Diagnosis Penyakit Katup Jantung dengan Echocardiografi

Penyakit katup jantung dapat dideteksi berdasarkan dengan gejala yang muncul dan melalui sejumlah pemeriksaan fisik dengan mendengarkan suara detak jantung yang tidak normal. Pemeriksaan penunjang echocardiografi juga dapat dilakukan guna mengetahui gambaran aktivitas kelistrikan pada jantung, mendeteksi adanya gangguan irama pada jantung, serta mendeteksi adanya pembengkakan pada ruang jantung.

Tak hanya echocardiografi, sejumlah pemeriksaan penunjang juga akan dilakukan oleh dokter, di antaranya:

  1. Foto rontgen dada, yaitu prosedur foto dada yang akan menampakkan organ jantung, paru-paru, saluran pernapasan, dan nodus limfa. Pada pengidap penyakit katup jantung, foto rontgen dada akan digunakan untuk melihat kondisi paru-paru, serta adanya pembengkakan pada organ jantung.

  2. EKG treadmill, yaitu pemeriksaan fisik jantung guna mengetahui jantung memiliki asupan darah dan oksigen yang cukup. Pada pengidap katup jantung, pemeriksaan ini akan digunakan untuk memantau jantung dengan mengukur aktivitas fisik yang dijalani.

  3. Kateterisasi jantung, yaitu pemeriksaan yang dilakukan dengan menyuntikan zat warna (kontras) ke dalam pembuluh darah koroner, kemudian prosedur foto rontgen dilakukan. Pemeriksaan ini dilakukan untuk melihat pembuluh darah koroner, mengukur tekanan rongga jantung, serta mengevaluasi fungsi jantung.

  4. MRI jantung, yaitu pemeriksaan yang dilakukan dengan menggunakan medan magnet dan gelombang radio guna melihat gambaran jantung dan katupnya secara rinci guna mengetahui tingkat keparahan penyakit katup jantung yang dialami.

Untuk lebih jelasnya dalam mengetahui prosedur apa yang harus dilakukan, kamu dapat memeriksakan diri secara langsung dengan dokter di rumah sakit terdekat dengan membuat janji terlebih dulu di aplikasi Halodoc. Dengan mengetahui prosedur secara jelas dan lengkap, kamu akan dari komplikasi yang bisa saja terjadi.

Baca juga: Pengidap Penyakit Katup Jantung Bisakah Sembuh Total?

Ketahui Gejala yang Muncul pada Pengidap Penyakit Katup Jantung

Katup jantung sendiri bertugas dalam menjaga kelancaran aliran darah dalam jantung. Ketika katup jantung menyempit, maka tekanan pada jantung akan semakin meningkat, sehingga jantung harus bekerja lebih keras. Pada kondisi ini, gejala yang muncul, antara lain:

  • Merasa kelelahan.

  • Pisung.

  • Nyeri pada dada.

  • Mengalami gangguan irama jantung.

  • Kehilangan kesadaran.

  • Pembengkakan pada sejumlah organ tubuh karena tersumbatnya cairan.

  • Batuk berdarah.

Disarankan untuk segera memeriksakan diri jika mengalami serangkaian gejala tersebut untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan sesuai. Gejala yang dialami akan menunjukkan jenis gangguan yang dialami pada organ jantung.

Baca juga: Ketahui 9 Gejala dari Penyakit Katup Jantung

Adakah Langkah Pencegahan Penyakit Katup Jantung?

Penyakit katup jantung dapat disebabkan oleh demam rematik. Untuk mencegah terjadinya hal ini, waspadai gejala-gejala yang muncul ketika mengidap infeksi bakteri Streptococcus pada tenggorokan, seperti bercak-bercak kecil berwarna merah pada langit-langit mulut, sakit tenggorokan dan nyeri saat menelan, demam, dan pembengkakan kelenjar getah bening pada leher.

Untuk mencegah penyakit katup jantung, mulailah untuk menerapkan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan sehat bergizi seimbang, olahraga teratur, serta menjaga kesehatan gigi dan rongga mulut dengan baik. Pasalnya, pengidap penyakit katup jantung rentan mengalami endokarditis yang akan membahayakan kesehatan jantung.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. Heart Valve Disorders.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Heart Valve Disease.