Diagnosis Ulkus dengan Pemeriksaan Ini

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Diagnosis Ulkus dengan Pemeriksaan Ini

Halodoc, Jakarta - Sebenarnya, ulkus bukan penyakit khusus. Ulkus adalah luka terbuka yang begitu menyakitkan. Ulkus atau luka ini sering terjadi di saluran pencernaan, tepatnya di lambung dan usus. Jika menyerang lambung, luka ini disebut ulkus peptikum, sementara ulkus duodenum adalah sebutan untuk luka yang menyerang bagian usus kecil. 

Selama bertahun-tahun, tidak sedikit masyarakat yang percaya bahwa stres, konsumsi makanan pedas, dan alkohol menjadi penyebab terjadinya ulkus, baik pada lambung maupun usus. Faktanya, mayoritas ulkus terjadi karena infeksi bakteri tertentu di lambung, penggunaan obat-obatan tertentu, dan merokok. Bakteri jenis H. pylori menjadi penyebab utama ulkus, dan kondisi ini diperparah dengan kebiasaan hidup yang tidak sehat. 

Bagaimana Ulkus Terjadi?

Lalu, bagaimana sebenarnya bakteri bisa menyebabkan terjadinya ulkus pada saluran pencernaan? Pertama, setelah masuk ke dalam tubuh, bakteri akan melemahkan lapisan pelindung lambung dan usus kecil bagian atas. Asam di lambung menembus ke jaringan sensitif yang melapisi sistem pencernaan di bawahnya. Terakhir, asam dan bakteri mengiritasi lapisan tersebut sehingga muncul luka. 

Baca juga: Ulkus Duodenum Dapat Terjadi karena Infeksi Bakteri Ini

Meski begitu, ulkus juga bisa terjadi karena sebab lainnya. Salah satunya adalah konsumsi obat kortikosteroid antiinflamasi seperti ibuprofen dan aspirin. Obat ini membantu memerangi peradangan di dalam tubuh, juga mengobati penyakit jangka panjang seperti radang sendi. Apabila dikonsumsi dalam dosis tinggi dan dalam jangka waktu yang lama. 

Kamu yang hobi merokok juga harus waspada, karena aktivitas itu pun memicu terjadinya ulkus. Kandungan nikotin yang ada di dalam rokok membuat lambung memproduksi asam dalam jumlah banyak, sehingga sakit maag rentan terjadi. Begitu pula jika kamu hobi mengonsumsi alkohol, karena minuman tersebut dapat merusak lapisan lambung dan usus. 

Jangan sampai kamu stres berlebihan, ya. Kamu pasti tahu stres tidak pernah baik untuk tubuh, salah satunya karena stres membuat ulkus atau tukak lambung kamu menjadi lebih parah. Sederhananya, ulkus ini terjadi karena peningkatan produksi asam di lambung yang tidak terkendali dan diikuti dengan perubahan imunitas tubuh yang melawan infeksi. 

Baca juga: Ini yang Dimaksud Ulkus Peptikum

Jadi, kapan saja kamu merasakan ada masalah atau tidak nyaman di lambung, terutama jika muncul rasa sakit pada perut yang parah, kamu bisa segera bertanya pada dokter. Jangan bilang ribet, karena tanya dokter sekarang lebih mudah dengan adanya aplikasi Halodoc yang sudah bisa kamu download di ponsel secara gratis. Atau, kamu bisa membuat janji dengan dokter favorit di rumah sakit terdekat, baca di sini untuk informasi lebih lanjut. 

Cara Dokter Mendiagnosis Ulkus

Pemeriksaan fisik, sudah pasti, biasanya kamu juga akan ditanya riwayat penyakit apa yang pernah kamu alami, supaya dokter bisa tahu apakah riwayat penyakit tadi berkaitan dengan ulkus. Kalau kamu mengalami sakit perut atau tanda sakit maag yang lain, kemungkinan akan dilakukan pemeriksaan tambahan. 

Baca juga: Nyeri Lambung Tandai Munculnya Ulkus

Rontgen saluran cerna bagian atas adalah salah satunya. Bagian yang difoto adalah perut, usus, esofagus, hingga kerongkongan. Kamu diminta untuk mengonsumsi cairan yang disebut barium ketika prosedur ini dilakukan. Pemeriksaan lainnya adalah endoskopi yang dilakukan dengan cara memasukkan tabung yang sudah dilengkapi dengan lampu dan kamera khusus. Tenang saja, kamu akan diberikan anestesi ketika prosedur ini dilakukan. 

Terakhir adalah tes darah yang dilakukan dengan tujuan untuk mendeteksi apakah ada infeksi bakteri H. pylori. Tes darah biasanya menjadi petunjuk penting jika ulkus ditemukan pada usus bagian atas. Terkadang, pergerakan usus atau napas kamu pun isa diuji secara spesifik untuk memeriksa keberadaan bakteri ini.