• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Diet Keto Bisa Pengaruhi Kesehatan Pencernaan

Diet Keto Bisa Pengaruhi Kesehatan Pencernaan

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Diet keto menjadi semakin populer karena disebut ampuh menurunkan berat badan. Metode diet yang satu ini katanya bisa menurunkan berat badan dalam yang tergolong singkat. Alhasil, banyak orang yang tergoda dan memilih untuk menjalani diet ini. Namun, jangan dilupakan, seperti metode diet lain, diet keto mungkin juga memiliki efek samping. 

Salah satu efek samping yang bisa terjadi pada orang yang menjalani metode diet ini adalah gangguan pencernaan. Diet keto sendiri hingga kini masih menuai banyak kritik dan dianggap kurang aman untuk dilakukan. Sorotan ditujukan pada bagaimana diet ini dijalani yang dianggap kurang bisa memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh. Diet keto merupakan satu metode diet yang dilakukan dengan menerapkan pola makan rendah karbohidrat dan tinggi lemak.

Baca juga: 4 Hal yang Harus Diketahui sebelum Memulai Diet Keto

Gangguan Pencernaan sebagai Efek Samping Diet

Sebenarnya, hampir semua jenis diet yang dijalani bisa memicu terjadinya gangguan pencernaan. Sebab, perubahan pada pola makan dan menu yang dikonsumsi tentu akan berpengaruh pada usus dan perut. Orang yang menjalani metode diet ini disebut berisiko mengalami gangguan pencernaan, seperti konstipasi, diare, mual dan muntah, sakit perut, hingga perut kembung. 

Pada diet keto, konstipasi menjadi jenis gangguan pencernaan yang paling mungkin terjadi. Hal itu ternyata berkaitan dengan kurangnya asupan serat dan air putih yang cukup. Seperti diketahui, metode diet keto menerapkan pola makan yang tinggi lemak. Artinya, jenis diet ini menitikberatkan pada banyaknya jumlah asupan lemak dalam satu hari sehingga mungkin mengabaikan nutrisi lain. 

Selain konstipasi, diet ini juga bisa menyebabkan seseorang mengalami diare. Gangguan pencernaan berupa diare disebut muncul karena tingginya asupan lemak. Pasalnya, untuk memecah lemak hati perlu memproduksi empedu. 

Diet tinggi lemak mengharuskan hati untuk melepaskan empedu ekstra. Dikarenakan empedu adalah pencahar alami, jumlah yang berlebihan dapat mendorong limbah melalui saluran pencernaan lebih cepat dari biasanya, sehingga menyebabkan diare.

Asupan makanan yang dikonsumsi pada diet keto juga dapat menyebabkan gejala gangguan pencernaan lainnya, seperti mual dan kembung. Maka dari itu, sebelum memutuskan untuk menjalani metode diet ini, pastikan untuk mencari tahu lebih dulu semua informasi terkait diet keto. Kamu juga harus tahu cara menjalani dan risiko yang bisa muncul serta sesuaikan dengan kondisi fisik dan kemampuan tubuh.

Pada diet keto, konsumsi makanan yang tinggi lemak bertujuan untuk membuat tubuh sampai pada kondisi ketosis. Dalam kondisi tersebut, tubuh akan memanfaatkan pembakaran lemak untuk diubah menjadi sumber energi utama. Lemak juga akan diubah menjadi keton pada hati serta memberi suplai energi untuk otak. 

Namun perlu diketahui, ketosis sebenarnya adalah kondisi ringan dari ketoasidosis, yaitu kondisi berbahaya yang banyak terjadi pada pengidap diabetes tipe 1. Maka dari itu, diet keto hanya boleh dilakukan dalam jangka waktu tertentu dan sebaiknya di bawah pantauan dokter. Ketahui batasan tubuh dan jangan memaksakan diri dalam menjalani diet. 

Baca juga: 5 Fakta yang Harus Diketahui Tentang Diet Keto

Punya masalah kesehatan dan butuh saran dokter segera? Pakai aplikasi Halodoc saja. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter kapan dan di mana saja melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Kamu juga bisa membicarakan rencana diet dan keluhan yang muncul. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Is Ketosis Safe and Does It Have Side Effects?
Everyday Health. Diakses pada 2020. Risks and Benefits of the Keto Diet Everyone Should Know.
Medical News Today. Diakses pada 2020. Keto diet and possible stomach problems.