Diet Rendah Kalori untuk Mencegah Sindrom Gilbert

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Diet Rendah Kalori untuk Mencegah Sindrom Gilbert

Halodoc, Jakarta – Sindrom gilbert adalah suatu kondisi genetik di mana seseorang memiliki kadar bilirubin pigmen yang cukup tinggi, karena hati tidak memprosesnya dengan baik. Selain menghindari konsumsi alkohol, penting juga untuk melakukan diet seimbang untuk mencegah sindrom gilbert. 

Penerapan diet seimbang ini meliputi konsumsi buah dan sayuran segar, makan secara teratur dan jangan melewatkan waktu makan, hindari puasa, dan diet rendah kalori. Bahkan bila dibutuhkan, seorang pasien perlu melakukan jenis diet tertentu. Ingin tahu lebih lanjut mengenai mencegah sindrom gilbert, baca informasi lengkapnya di sini!

Tanda Seseorang Mengidap Sindrom Gilbert

Banyak orang dengan sindrom Gilbert tidak memiliki gejala. Dan seseorang baru mengetahui kalau dia mengidap sindrom ini setelah secara kebetulan melakukan pemeriksaan kesehatan. Bilirubin dibuat ketika tubuh memecah sel darah merah. 

Pada sindrom gilbert, hati tidak memproses bilirubin secara efektif, karena kelainan genetik bawaan. Ini menyebabkannya menumpuk di tubuh. Jika seseorang memiliki terlalu banyak bilirubin, mereka akan terkena penyakit kuning dengan warna kuning pada bagian putih mata. Kulit juga bisa berubah warna kekuningan, jika kadarnya meningkat secara signifikan.

Baca juga: Apakah Sindrom Gilbert Berbahaya?

Kadar bilirubin yang sangat tinggi dapat menyebabkan rasa gatal, tetapi hal ini tidak terjadi pada sindrom gilbert, karena kadar bilirubin tidak terlalu tinggi. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan peningkatan kadar bilirubin, sehingga membuat gejala lebih jelas:

  1. Sedang sakit atau badan tidak fit.

  2. Lagi mengalami infeksi.

  3. Dehidrasi.

  4. Stres.

  5. Masa menstruasi.

  6. Bekerja terlalu keras.

  7. Puasa.

  8. Kurang tidur.

  9. Asupan alkohol.

Beberapa orang mungkin mengalami kelelahan dan ketidaknyamanan perut, kalau ingin tahu lebih jelas mengenai hal ini, bisa tanyakan langsung ke HalodocDokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa kapan dan di mana saja memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Sindrom gilbert dianggap tidak berbahaya, karena biasanya tidak menyebabkan masalah kesehatan. Sindrom ini tidak akan merusak hati dan tidak dapat dicegah, karena merupakan kelainan bawaan.

Baca juga: Benarkah Yoga Ampuh Mencegah Sindrom Gilbert?

Orang-orang dengan kondisi ini harus memastikan dokter tahu kalau mereka mengidap penyakit tersebut. Soalnya, bilirubin dapat terganggu karena konsumsi obat tertentu. Obat-obatan yang harus dihindari, jika mungkin, yaitu:

  • Atazanavir dan indinavir, digunakan untuk mengobati infeksi HIV.

  • Gemfibrozil, untuk menurunkan kolesterol.

  • Statin, juga digunakan untuk mengurangi kolesterol, jika dikonsumsi bersama gemfibrozil.

  • Irinotecan, digunakan untuk mengobati kanker usus lanjut.

  • Nilotinib, untuk pengobatan beberapa kanker darah.

Sejatinya, melakoni gaya hidup sehat dengan makanan sehat dan banyak olahraga dapat membantu. Olahraga juga dapat membantu mengelola stres, mengurangi risiko memburuknya kondisi. Hindari alkohol jika kamu mengidap sindrom ini karena konsumsi alkohol dapat memperburuk kondisinya.

The American Liver Foundation merekomendasikan pengidap sindrom gilbert untuk memasukkan menu kaya serat dalam diet untuk menjaga kesehatan hati. Sumber serat makanan yang baik, termasuk buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan. 

Nah, mendapatkan lebih banyak serat dalam diet tidak hanya baik untuk hati, tetapi juga untuk jantung dan sistem pencernaan. Pria membutuhkan 30 hingga 38 gram serat sehari dan wanita 21 hingga 25 gram sehari. Saat menambah serat dalam makanan kamu, lakukan perlahan untuk mencegah gas dan sakit perut.

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2019. What is Gilbert Syndrome.
Live Strong. Diakses pada 2019. Diet for Gilbert’s Syndrome.