Difteri Sebabkan Bengkak di Leher, Kok Bisa?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
difteri

Halodoc, Jakarta - Bengkak di leher umumnya bukan merupakan penyakit yang berbahaya. Namun, pada kasus yang jarang terjadi, bengkak di leher bisa jadi indikasi penyakit yang berbahaya. Nah, jika kamu merasa leher kamu merasa tegang dan lebih berat dari sebelumnya, segera diskusikan dengan dokter, ya! Karena bisa jadi bengkak di leher yang kamu rasakan merupakan indikasi adanya penyakit difteri. Kok bisa?

Baca juga: 5 Penyakit yang Diketahui Akibat Benjolan di Leher

Difteri Sebabkan Bengkak di Leher, Benarkah?

Difteri juga dapat ditandai dengan adanya pembengkakan pada bagian leher. Difteri sendiri merupakan penyakit yang disebabkan oleh adanya infeksi bakteri yang menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan. Gejala pada pengidap kondisi ini akan muncul setelah 2-5 hari seseorang terpapar bakteri tersebut. Selain bengkak di leher, gejala meliputi cairan hidung yang mengandung darah, sakit kepala, lemas, batuk, sakit tenggorokan, serta demam. Selain difteri, bengkak di leher juga dapat menjadi indikasi penyakit berbahaya lainnya, seperti:

1. Kanker Kelenjar Getah Bening

Kelenjar getah bening merupakan organ kecil yang berbentuk seperti kacang. Organ ini berfungsi untuk memproduksi serta menyimpan sel darah yang berguna membantu melawan penyakit dan infeksi dalam tubuh. Ketika kelenjar ini membengkak, hal ini merupakan indikasi adanya kanker pada kelenjar getah bening itu sendiri. Kanker yang menyerang kelenjar getah bening merupakan kanker yang tumbuh akibat mutasi sel limfosit (sejenis sel darah putih) yang sebelumnya normal.

Kanker kelenjar getah bening sendiri ditunjukkan dengan adanya gejala, seperti penurunan berat badan, batuk, sesak napas, gatal-gatal sering merasa lelah, demam tanpa sebab, serta berkeringat di malam hari. Gejala utama yang muncul pada pengidap kondisi ini adalah pembengkakan kelenjar getah bening pada leher.

Baca juga: Ada Benjolan di Leher, Waspada Gejala Pembengkakan Kelenjar Getah Bening 

2. Cedera Otot Leher

Cedera otot leher, atau tortikolis merupakan kondisi yang dapat menyebabkan bengkak pada leher. Cedera otot leher sering terjadi karena adanya pergeseran tulang belakang pada daerah leher. Adanya tumor pada daerah tulang belakang merupakan penyebab paling parah yang dapat terjadi. Cedera otot leher yang ringan, dapat ditangani dengan menggunakan penyangga tulang leher.

3. Lipoma

Lipoma merupakan benjolan lemak yang tumbuh lambat di antara kulit dan lapisan otot. Benjolan lemak ini biasanya akan terasa lunak dan mudah bergerak jika ditekan oleh jari tangan. Lipoma juga tidak menyebabkan rasa sakit saat ditekan. Kondisi ini biasanya dialami oleh seseorang yang berusia 40 tahun keatas. Lipoma bukanlah kanker dan biasanya tidak berbahaya. Namun, jika benjolan ini membesar atau menyebabkan rasa sakit, segera diskusikan dengan dokter, ya!

4. Gangguan Kelenjar Getah Bening

Bengkak di leher karena adanya gangguan kelenjar getah bening biasanya disebabkan oleh adanya infeksi pada kulit kepala, sinus, tenggorokan, amandel, gusi, kelenjar ludah, serta gigi. Infeksi tersebut biasanya disebabkan oleh bakteri dan virus. Pada kasus yang jarang terjadi, pembengkakan kelenjar getah bening juga dapat disebabkan oleh adanya sel kanker.

Baca juga: Pembengkakan di Area Leher, Waspada Jadi Gejala Terkena Limfoma

Segera diskusikan dengan dokter jika gejala-gejala ringan muncul. Jangan menunggu sampai bengkak pada leher yang kamu alami menghambat aktivitas harian, bahkan membahayakan nyawamu. Untuk lebih jelasnya, kamu bisa berdiskusi langsung dengan membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihanmu melalui Halodoc. Yuk,  download aplikasinya segera!