24 October 2018

8 Penyebab Sakit Leher yang Perlu Diketahui

8 Penyebab Sakit Leher yang Perlu Diketahui

Halodoc, Jakarta - Sakit leher merupakan keluhan yang sering dialami banyak orang. Biasanya kondisi ini disertai rasa nyeri, sakit, atau tidak nyaman di bagian atau sekitar leher. Kata ahli, hal ini terjadi ketika tulang belakang, persendian di antara tulang belakang, dan jaringan lunak seperti otot, urat, dan ligamen mengalami luka. Untungnya, kejadian yang umum terjadi ini biasanya enggak menimbulkan komplikasi.

Sebenarnya leher memang rentan mengalami cedera karena sifatnya yang lentur. Misalnya, beberapa orang bisa saja bangun di pagi hari dengan kondisi leher terpelintir ke satu sisi dan tidak dapat digerakkan. Para ahli menyebut kondisi ini dengan sebutan tortikolis akut. Penyebabnya, diduga oleh cedera pada otot leher.

Lalu, kira-kira hal apa lagi yang bisa menyebabkan sakit leher?

1. Salah Posisi Tidur

Enggak sedikit orang-orang yang mengalami sakit leher karena posisi tidur yang salah. Sebaiknya, hindarilah posisi tidur di mana kepalamu menekuk terlalu maju mundur atau ke samping. Jika keluhan nyeri leher sering terjadi, cobalah tidur terlentang agar bantal bisa mendukung bagian leher dan punggung.

2. Terlalu Lama Menunduk

Bagi kamu yang sering berada dalam posisi menunduk karena berbagai hal (bekerja, membaca, atau belajar), sebaiknya perlu berhati-hati. Enggak cuma itu, hal-hal yang bisa membuat otot kaku seperti membaca di tempat tidur atau sering menggertakkan gigi juga bisa menyebabkan otot leher menjadi kaku. Imbasnya, leher akan terasa sakit.

3. Stres

Menurut ahli ortopedi dan rehab olahraga di Beth Israel Medical Center di New York City, Amerika Serikat, leher yang terasa sakit juga bisa disebabkan oleh stres. Sebab, ketegangan otot merupakan salah satu reaksi bawaan tubuh terhadap stres yang bisa terjadi setiap hari. Untuk mengatasinya, cobalah ikuti kelas yoga, berlatih meditasi, atau latihan pernapasan untuk meredakan ketegangan.

4. Saraf Terjepit

Keluhan medis ini sering kali terjadi pada orang tua ketika salah satu diskus di antara ruas tulang belakang bagian atas, terbuka, dan gel di dalamnya menonjol keluar. Saraf yang menonjol keluar ini akan mengenai saraf yang ada di dekatnya. Para ahli menyebut kondisi ini sebagai radikulopati servikal.

5. Beban Nge-Gym Terlalu Berat

Menempatkan beban yang terlampau berat saat berolahraga di gym juga bisa menyebabkan leher terasa sakit. Beban ini bisa menimbulkan ketegangan pada leher ketika pengangkatan beban, biasanya menjelang akhir latihan. Nah, agar jaringan di sekitar ligamen leher tetap terjaga, bijaklah memilih beban yang akan diangkat. Lupakan istilah “makin berat makin kuat”.

6. Kerusakan Sendi

Rusaknya sendi juga menjadi biang keladi dari sakit leher. Kata ahli, kebanyakan kasus kerusakan sendi disebabkan oleh osteoarthritis. Kondisi ini akan berkembang seiring usia bertambah dan menyebabkan kualitas tulang rawan memburuk dan memicu terbentuknya taji tulang. Nah, taji tulang inilah yang menyebabkan pergerakan sendi leher dan menimbulkan nyeri.

7. Tas Terlampau Berat

Banyak wanita enggak menyadari kalau tas yang terlampau berat bisa memengaruhi pada otot bahu dan leher. Tubuh memang bisa beradaptasi dengan kelebihan tas, tapi lengan yang menopangnya tak bisa bergerak secara alami. Artinya, lengan satunya berayun lebih banyak untuk menyeimbangkannya. Nah, ketidakseimbangan inilah yang bisa “menyiksa” leher dan punggungmu.

8. Cedera

Cedera pada leher juga bisa menimbulkan sakit pada bagian tersebut. Misalnya, sakit yang disebabkan karena kecelakaan berkendara, berolahraga, pukulan keras langsung ke arah wajah, kepala bagian atas, atau kepala bagian belakang. Nah, kata ahli hal-hal tersebut bisa membuat kepala terhentak secara mendadak ke satu arah, sehingga merusak tendon atau ligamen leher.

Punya keluhan kesehatan di bagian leher? Kamu bisa lho bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Baca juga: