Peran Dokter Gizi Klinis dalam Mengatasi Malnutrisi

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Peran Dokter Gizi Klinis dalam Mengatasi Malnutrisi

Halodoc, Jakarta – Malnutrisi adalah kondisi yang terjadi karena tidak terpenuhinya kebutuhan nutrisi tubuh, seperti vitamin dan mineral. Padahal, asupan zat gizi tersebut dalam kadar ideal sangat dibutuhkan agar tubuh bisa berfungsi dengan baik. Kabar buruknya, orang yang mengalami malnutrisi akan lebih mudah terserang penyakit. 

Pada kondisi yang parah, malnutrisi harus mendapat penanganan medis untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Kondisi awal malnutrisi biasanya akan ditangani oleh dokter, namun kemudian dilanjutkan pada seorang ahli gizi klinis. Lantas, bagaimana cara ahli gizi klinis mengatasi masalah malnutrisi? 

Kondisi malnutrisi bisa terjadi pada siapa saja, namun paling rentan terjadi pada anak-anak dan lansia. Seseorang bisa saja mengalami masalah pada asupan zat gizi meskipun mengonsumsi banyak makanan. Malnutrisi bisa menyebabkan seseorang mengalami gizi buruk atau malah obesitas alias kelebihan berat badan. Nyatanya, banyaknya makanan yang masuk ke dalam tubuh tidak menjamin pemenuhan kebutuhan nutrisi. 

Baca juga: Kelihatan Sehat Tapi Kok Kurang Gizi, Kok Bisa?

Dalam kasus malnutrisi, ahli gizi berperan penting untuk mengatur rencana atau pola makan dalam rangka perbaikan gizi. Di Indonesia, ahli gizi merupakan seorang dokter spesialis gizi klinik atau SpGK. Untuk mendapatkan gelar tersebut, seseorang diwajibkan untuk menempuh pendidikan kedokteran umum terlebih dahulu, baru melanjutkan pada pendidikan ilmu gizi klinik selama 3 tahun. 

Untuk membantu mengatasi kasus malnutrisi, seorang ahli gizi bertugas memberikan pelayanan konseling, edukasi gizi, dan mengatur tata cara diet pengidap penyakit ini. Setelah seseorang melakukan pemeriksaan dan dinyatakan mengalami malnutrisi, ahli gizi klinis akan mulai merancang dan mengubah susunan diet yang tepat. 

Dengan kata lain, ahli gizi bertugas mengatur apa saja jenis makanan yang harus dikonsumsi sejak saat sarapan, makan siang, hingga makan malam. Termasuk menentukan jenis camilan dan cara penyajian makanan. 

Hal yang Terjadi pada Tubuh Saat Mengalami Malnutrisi 

Malnutrisi terjadi akibat tidak terpenuhinya nutrisi atau asupan zat gizi yang dibutuhkan tubuh. Kondisi ini kerap kali diidentikkan dengan kekurangan gizi, badan yang kurus, serta sakit-sakitan. Tapi jangan salah, orang yang makan banyak dan memiliki berat badan berlebih alias obesitas juga bisa saja mengalami malnutrisi, lho. 

Baca juga: 10 Dampak Negatif Obesitas yang Harus Kamu Ketahui

Tubuh manusia membutuhkan asupan protein, kalori, dan beragam nutrisi lain untuk dapat menjalankan fungsi tubuh dengan baik. Saat kebutuhan ini tidak bisa dipenuhi, risiko malnutrisi dan serangan penyakit menjadi lebih besar. Malnutrisi bisa menyebabkan pengidapnya mengalami gangguan kesehatan jangka pendek maupun jangka panjang. 

Gizi buruk menjadi salah satu dampak yang paling sering terjadi akibat malnutrisi. Di dunia, kondisi ini menjadi salah satu masalah kesehatan yang sangat serius, karena sering menyebabkan kematian terutama pada anak-anak. Selain menyebabkan masalah pada tumbuh kembang, gizi buruk juga bisa menyebabkan pengidapnya mengalami resistensi insulin, hipertensi, hingga risiko diabetes. 

Selain gizi buruk, masalah malnutrisi juga bisa menyebabkan obesitas. Seseorang mungkin mengonsumsi banyak makanan, namun belum tentu makanan tersebut mengandung gizi yang seimbang. Kalau sudah begitu, makanan yang dikonsumsi malah bisa menyebabkan penumpukan lemak atau kalori yang bisa berujung pada obesitas.

Baca juga: Bagaimana Media Sosial Sebabkan Gangguan Makan?

Punya masalah dengan asupan gizi atau malnutrisi? Coba hubungi ahli gizi melalui aplikasi Halodoc untuk membicarakan gejala awalnya. Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips mengatur asupan gizi dari ahlinya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!