Duduk Terlalu Lama Sebabkan Skiatika, Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia
Duduk Terlalu Lama Sebabkan Skiatika, Benarkah?

Halodoc, Jakarta – Orang yang banyak menghabiskan waktu dengan duduk, misalnya pekerja kantoran, memiliki risiko terserang penyakit di sekitar panggul. Duduk terlalu lama bisa menyebabkan rasa pegal, nyeri di sekitar panggul, hingga penyakit tertentu misalnya penyakit skiatika. Penyakit ini memicu rasa nyeri di sepanjang jalur saraf panggul alias sciatic nerve. Nyeri akibat penyakit ini umumnya dirasakan pada bokong dan area kaki. Jadi, apakah duduk terlalu lama bisa menyebabkan skiatika? Jawabannya bisa. 

Penyakit skiatika terjadi akibat adanya gangguan yang menekan saraf panggul, termasuk saraf terjepit. Gejala umum penyakit ini adalah rasa nyeri, tetapi nyeri yang muncul bisa bervariasi mulai dari ringan hingga berat. Pada kasus yang tidak terlalu berat, penyakit ini umumnya bisa pulih dengan penanganan mandiri. Waktu penyembuhan pun cenderung cepat, yaitu sekitar enam minggu. Namun, ada beberapa kondisi skiatika yang membutuhkan prosedur operasi, terutama skiatika yang terkait dengan gangguan dalam menopang tubuh akibat terlalu nyeri atau terdapat kelemahan akibat saraf yang terjepit melalui kematian saraf.

Baca juga: Terlalu Banyak Duduk, Waspada 5 Penyakit Berbahaya Ini

Kurangi Durasi Duduk untuk Mencegah Skiatika 

Penyakit skiatika memiliki gejala khas yaitu nyeri dan rasa tidak nyaman di sepanjang jalur saraf tulang panggul. Pada mulanya, nyeri akibat penyakit ini mungkin terasa ringan sehingga sering diabaikan. Namun, nyeri biasanya akan terasa semakin buruk saat pengidap penyakit ini terlalu lama duduk, bersin, atau batuk. Selain nyeri, skiatika juga akan memicu sensasi panas atau seperti sengatan listrik pada area panggul. Penyakit ini juga bisa menyebabkan kesemutan yang menjalar hingga kaki, mati rasa atau kebas, serta melemahnya otot tungkai dan kaki. 

Orang yang terlalu lama duduk memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit ini. Skiatika terjadi karena adanya tekanan pada saraf di sekitar tulang panggul. Umumnya, kondisi ini disebabkan karena piringan sendi yang bergeser dari posisinya, saraf terjepit, atau masalah pada tulang belakang. Dalam kondisi yang langka, penyakit ini juga bisa disebabkan oleh tumor di tulang belakang, penyempitan jalur saraf di tulang belakang, cedera atau infeksi tulang belakang, serta gangguan pada saraf sumsum tulang belakang. 

Baca juga: Saraf Terjepit Dapat Sebabkan Skiatika, Ini Alasannya

Selain kebiasaan duduk terlalu lama, ada beberapa faktor lain yang bisa menyebabkan penyakit ini menyerang. Berikut ini beberapa faktor risiko penyakit skiatika: 

  • Obesitas

Memiliki berat badan berlebih alias obesitas ternyata bisa meningkatkan risiko penyakit skiatika menyerang. Pasalnya, pertambahan berat badan bisa menyebabkan tekanan pada tulang belakang semakin tinggi dan berujung pada skiatika. 

  • Aktivitas Berat 

Selain duduk terlalu lama, melakukan pekerjaan atau aktivitas terlalu berat juga bisa menjadi penyebab penyakit skiatika. Orang yang sering mengangkat beban terlalu berat bisa meningkatkan tekanan pada tulang panggul. Tak hanya itu, berkendara dalam waktu yang lama juga bisa menjadi salah satu penyebab gangguan skiatika. 

  • Mengidap Penyakit 

Gangguan pada tulang panggul juga berkaitan dengan kondisi kesehatan. Orang yang mengidap penyakit tertentu, misalnya diabetes memiliki risiko terserang skiatika. Sebab, penyakit diabetes bisa menyebabkan terjadinya kerusakan saraf, termasuk pada area panggul. 

  • Faktor Usia

Skiatika rentan menyerang orang yang sudah lanjut usia alias lansia. Tak dapat dimungkiri, pertambahan usia menjadi salah satu faktor yang menyebabkan seseorang rentan terserang gangguan tulang belakang. 

Baca juga: Kerja Kantoran Terlalu Lama Duduk, Waspada Ambeien

Cari tahu lebih lanjut seputar penyakit skiatika dengan bertanya kepada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!