Adakah Efek Samping Cardiotocography (CTG) pada Ibu Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Adakah Efek Samping Cardiotocography (CTG) pada Ibu Hamil?

Halodoc, Jakarta – Selama menjalani masa kehamilan, rutin melakukan pemeriksaan kesehatan ibu dan janin penting untuk dilakukan. Hal ini untuk mengurangi gangguan yang muncul pada janin maupun ibu selama masa kehamilan.

Baca juga: Begini Prosedur Saat Menjalani Cardiotocography

Pemeriksaan kandungan hingga pemeriksaan cardiotocography (CTG) perlu dilakukan oleh ibu hamil. Pemeriksaan cardiotocography dilakukan dengan bantuan alat CTG. Pemeriksaan cardiotocography adalah salah satu pemeriksaan yang perlu dilakukan oleh ibu hamil untuk memantau denyut jantung bayi serta adanya kontraksi pada rahim ketika bayi masih berada dalam kandungan.

Sehingga, jika ada perubahan denyut jantung pada bayi dalam kandungan serta kontraksi pada rahim, dokter dapat mengambil tindakan dan pertolongan dengan lebih cepat.

Lalu Apakah Pemeriksaan CTG Menimbulkan Efek Samping?

Pemeriksaan CTG akan dibantu dengan alat CTG yang berupa dua piringan kecil yang ditempelkan pada perut ibu dengan ikat pinggang elastis. Satu piringan digunakan untuk mengukur denyut jantung janin, sedangkan piringan yang lain digunakan untuk mengukur tekanan yang terjadi pada perut ibu. Mengetahui tekanan yang ada pada perut ibu artinya melihat ada tidaknya kontraksi yang terjadi pada ibu hamil.

Kedua piringan ini dihubungkan pada mesin yang dapat menerima sinyal oleh piringan. Tidak hanya itu, ketika bayi menunjukkan gerakan dalam perut, biasanya ibu diminta untuk menekan suatu tombol sebagai penanda gerakan bayi.

Alat CTG bekerja menggunakan gelombang suara sehingga pemeriksaan ini nyatanya sangat minim risiko terhadap ibu hamil maupun janin dalam tubuh. Bahkan, ibu hamil juga diwajibkan melakukan CTG ketika memasuki masa persalinan.

Baca juga: Inilah Kondisi yang Mengharuskan Bumil Lakukan Cardiotocography

Kondisi yang Memerlukan CTG

Biasanya, jika belum memasuki masa persalinan dan masa kehamilan yang dijalankan normal, biasanya dokter tidak akan menyarankan untuk melakukan pemeriksaan CTG. Pemeriksaan CTG direkomendasikan bagi ibu hamil yang menjalani masa kehamilan dengan berbagai macam risiko. Pemeriksaan ini bisa dilakukan sebagai langkah pencegahan.

Sebaiknya ketahui kondisi apa saja yang membutuhkan pemeriksaan CTG, yaitu:

  1. Ketika ibu hamil mengalami kondisi demam tinggi, tentu kondisi ini memengaruhi janin dalam kandungan. Selain USG, pemeriksaan CTG diperlukan untuk memastikan kondisi janin dalam keadaan baik.

  2. Ketika ibu hamil memiliki beberapa penyakit seperti HIV atau hepatitis, nyatanya pemeriksaan CTG perlu rutin dilakukan untuk mengetahui kondisi bayi dalam kandungan.

  3. Ibu hamil yang memiliki masalah pada air ketuban juga perlu memastikan kondisi bayi dengan melakukan pemeriksaan CTG.

  4. Kehamilan dalam kondisi sungsang juga memerlukan pemeriksaan CTG.

  5. Ketika ibu merasakan adanya perubahan gerakan pada janin, sebaiknya ibu melakukan pemeriksaan CTG.

  6. Ibu hamil yang mengalami pecah ketuban dini nyatanya perlu melakukan pemeriksaan CTG. Kondisi ini akan berhubungan langsung dengan gangguan yang disebabkan oleh air ketuban.

Biasanya, hasil dari pemeriksaan CTG berupa angka dan grafik. Jangan ragu untuk bertanya pada dokter mengenai hasil dari pemeriksaan CTG yang ibu lakukan. Hasil yang muncul dikategorikan reaktif dan non reaktif.

Reaktif dikategorikan denyut janin akan meningkat setelah adanya pergerakan. Sedangkan non reaktif dikategorikan setelah janin bergerak, denyut jantung malah melambat atau semakin meningkat.

Jangan ragu untuk bertanya pada dokter mengenai pemeriksaan CTG secara lengkap. Sebaiknya segera periksa pada dokter jika ibu mengalami perubahan pada gerakan bayi dalam kandungan.

Penanganan yang tepat meminimalisir risiko sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan. Ibu bisa pilih dokter kandungan di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan melalui Halodoc. Kamu juga bisa download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Baca juga: Ketahui 3 Manfaat USG 4D Bagi Ibu Hamil