• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Efek Samping Mengoleskan Henna pada Kulit
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Efek Samping Mengoleskan Henna pada Kulit

Efek Samping Mengoleskan Henna pada Kulit

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 05 Oktober 2022

“Henna sering digunakan untuk menghias tangan selayaknya tato. Sebelum menggunakannya, ketahui efek samping dari pemakaian produk ini.”

Efek Samping Mengoleskan Henna pada KulitEfek Samping Mengoleskan Henna pada Kulit

Halodoc, Jakarta –  Henna atau pacar adalah bubuk tanaman inai yang sering digunakan untuk menghias kulit layaknya tato temporer. Di Indonesia, bubuk ini sering digunakan untuk menghias tangan mempelai wanita di acara pernikahan. Selain digunakan untuk menghias tangan, pacar juga sering digunakan sebagai pewarna rambut.

Sebagian besar orang menganggap kalau henna aman digunakan pada kulit. Sebab, pemakaiannya terbukti jarang menimbulkan efek samping. Tetapi, henna sama seperti produk kosmetik pada umumnya yang punya risiko efek samping. Bagi kamu yang punya kulit sensitif, sebaiknya berhati-hati sebelum menggunakan produk ini. 

Efek Samping Menggunakan Henna pada Kulit

Melansir dari WebMD, beberapa efek samping yang bisa terjadi adalah kemerahan, gatal, terbakar, bengkak, lecet, dan jaringan parut pada kulit. Reaksi alergi ini paling sering disebabkan oleh bahan yang ditambahkan ke pacar. Nah, bahan tambahan ini umumnya terkandung dalam henna yang berwarna hitam. 

Pada umumnya, henna menghasilkan warna coklat, oranye-cokelat, atau cokelat kemerahan. Nah, untuk memperoleh warna lain, butuh bahan tambahan untuk menghasilkan warna baru. Campuran henna dan bahan lain ini akan dipasarkan dengan henna hitam atau “pacar hitam”.

Cara Aman Memakai Henna pada Kulit

1. Baca label kemasannya

Pastikan kamu memeriksa setiap bahan yang tercantum pada label kemasan. Hindari produk yang mengandung zat aditif warna, seperti p-phenylenediamine atau PPD. Kalau kamu melakukan tato henna dari seniman tato profesional, tanyakan bahan pewarna yang akan digunakan pada kulit. Tanyakan apakah mengandung bahan PPD atau tidak.

2. Hindari henna hitam

Beberapa produsen memproduksi tinta yang dipasarkan sebagai henna hitam. Produk tersebut bisa jadi campuran dari henna tradisional dan bahan tambahan. Namun, banyak yang mencampur henna dengan pewarna rambut tar batubara yang mengandung p-phenylenediamine, atau PPD.  PPD tidak dianjurkan untuk kulit karena dapat memicu reaksi berbahaya. Pilih pacar yang berwarna merah atau henna tradisional yang sudah terbukti aman. 

3. Lakukan tes tempel

Sebelum menerapkannya pada kulit, lakukan tes tempel terlebih dahulu. Oleskan sedikit ke bagian kecil kulit yang tidak terlalu terekspos.  Tunggu kurang lebih lima belas menit sebelum menghilangkannya. Jika kamu merasakan tanda-tanda alergi, seperti kemerahan atau iritasi, sebaiknya hentikan penggunaannya pada kulit maupun rambut.

4. Gunakan sarung tangan saat menggunakannya

Kenakan sarung tangan saat mengoleskan pacar ke kulit atau rambut. Tujuannya untuk mencegah pewarna masuk ke tempat yang tidak diinginkan.

5. Dapatkan tato henna dari profesional 

Jika kamu berencana membuat tato henna tangan, pastikan untuk mencari profesional yang andal dan telah berpengalaman. Cari profesional tato henna yang punya reputasi baik, telah terlatih, dan berpengalaman di bidangnya. 

Selain kesehatan fisik, kesehatan mental juga tak kalah penting untuk diperhatikan. Bila kamu mengalami masalah yang berhubungan dengan mental, jangan ragu untuk menemui psikolog. Segera buat janji medis dengan psikolog di aplikasi Halodoc. Jangan tunda sebelum kondisinya semakin memburuk, download  Halodoc sekarang juga!

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2022. Henna – Uses, Side Effects, and More.
Rx List. Diakses pada 2022. Henna.
National Health Service – UK. Diakses pada 2021. Dangers of black henna
U.S. Food and Drug Administration. Diakses pada 2021. Temporary Tattoos, Henna/Mehndi, and “Black Henna”: Fact Sheet.