Enggak Cuma Anak-Anak, Orang Dewasa Bisa Alami Hidrosefalus

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Enggak Cuma Anak-Anak, Orang Dewasa Bisa Alami Hidrosefalus

Halodoc, Jakarta – Selama ini, mungkin kamu lebih sering mendengar kondisi hidrosefalus yang dialami oleh bayi maupun anak-anak. Namun tahukah kamu, bahwa penyakit hidrosefalus nyatanya juga dapat dialami oleh orang dewasa?

Hidrosefalus sendiri merupakan penumpukan cairan pada rongga otak atau yang dikenal sebagai ventrikel. Penumpukan cairan mengakibatkan pembengkakan pada ventrikel di dalam otak serta menekan struktur jaringan otak. Umumnya, hidrosefalus dapat dideteksi semenjak bayi dilahirkan, namun ternyata hidrosefalus juga rentan dialami oleh orang dewasa khususnya oleh lansia yang memiliki usia lebih dari 60 tahun.

Baca juga: Kebiasaan Berjalan Kaki Bisa Membantu Menjaga Kesehatan Otak

Berbeda dengan hidrosefalus pada umumnya, hidrosefalus yang mengidap orang dewasa disebabkan oleh kondisi yang disebut sebagai hidrosefalus tekanan normal. Kondisi ini adalah penumpukan cairan serebrospinal dalam otak yang disebabkan karena sistem penyerapan dan pengeluaran cairan di otak tidak bekerja secara benar. Hal ini disebabkan banyak hal seperti adanya cedera, perdarahan, infeksi, tumor otak atau operasi pada otak.

Ada beberapa faktor lain yang meningkatkan seseorang mengalami hidrosefalus tekanan normal seperti adanya luka atau tumor otak atau sumsum tulang belakang, infeksi sistem saraf pusat, perdarahan yang disebabkan karena stroke atau cedera otak lainnya.

Berbeda dengan hidrosefalus biasa, hidrosefalus tekanan normal merupakan kondisi yang langka dan jarang terjadi. Umumnya kondisi ini berkembang secara perlahan dari waktu ke waktu. Ada beberapa gejala yang dialami oleh pengidap hidrosefalus tekanan normal, seperti:

  1. Masalah pada cara berjalan. Biasanya, pengidap hidrosefalus tekanan normal akan mengalami masalah pada cara berjalan. Pengidap memiliki cara berjalan yang sangat lambat, gemetar, dan langkah yang lebih lebar dari orang pada umumnya.

  2. Mengalami gangguan ingatan. Tidak hanya masalah berjalan, biasanya, seseorang yang mengalami hidrosefalus tekanan normal akan mengalami gangguan ingatan seperti ingatan yang hilang secara perlahan. Selain itu, kemampuan pengidap untuk berpikir akan menurun, kehilangan konsentrasi dan fokus serta menjadi pelupa.

  3. Inkontinensia menjadi gejala dari kondisi hidrosefalus tekanan normal.

Jika tidak segera ditangani, kondisi hidrosefalus tekanan normal dapat menyebabkan komplikasi kesehatan, seperti munculnya penggumpalan darah yang dikenal hematoma subdural.

Baca juga: 5 Penyakit yang Sering Menyerang Anak

Pengobatan Hidrosefalus Tekanan Normal

Sebaiknya kenali beberapa pengobatan yang dapat dilakukan untuk mencegah kondisi yang lebih buruk. Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengobati kondisi hidrosefalus tekanan normal, seperti:

1. Operasi ETV

Dokter melakukan prosedur bedah yang disebut endoskopi ventrikulostomi ketiga (ETV). Pada proses operasi ini, ahli bedah saraf menggunakan endoskopi khusus untuk membuat jalur bagi cairan serebrospinal alternatif yang memotong hambatan di saluran cairan otak.

2. Terapi Kognitif

Terapi kognitif dilakukan berdasarkan jenis gejala dan kondisi yang kamu alami. Terapi kognitif dilakukan dengan bantuan latihan dan alat yang bisa membantu, merangsang dan memperkuat fisik serta pikiran.

Selain itu, terapi untuk hidrosefalus tekanan normal juga dilakukan dengan membaca koran dan membuat rangkuman fakta. Hal ini digunakan untuk melatih ingatan kamu agar bisa tumbuh dengan baik.

Itulah penjelasan tentang kondisi hidrosefalus yang bisa terjadi pada orang dewasa. Gunakan aplikasi Halodoc untuk bertanya langsung pada dokter mengenai kesehatan kamu. Yuk download aplikasi Halodoc melalui App Store atau Google Play sekarang juga!

Baca juga: 6 Olahraga yang Menyehatkan Otak