Enggak Cuma Wanita, Pria Juga Bisa Alami Depresi Pasca Persalinan

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Enggak Cuma Wanita, Pria Juga Bisa Alami Depresi Pasca Persalinan

Halodoc, Jakarta – Kata siapa hanya wanita yang bisa alami depresi pasca persalinan? Nyatanya, pria juga bisa alami hal yang sama seperti wanita. Kondisi depresi pasca persalinan umumnya disebut sebagai postpartum depression (PPD). Berikut penjelasan seputar postpartum depression (PPD) yang perlu diketahui.

Baca Juga: Mengenal 3 Jenis Depresi Pasca-Melahirkan

Mengenal Postpartum Depression

Pasca melahirkan bisa menjadi sesuatu yang dikhawatirkan bagi pria maupun wanita, karena bisa memicu depresi. Gejala PPD dapat berupa mood swing, sedih, mudah marah, sulit tidur, bahkan bisa sampai berhalusinasi dan rasa ingin menyakiti diri sendiri atau sang bayi. Apabila gejala PPD yang paling buruk terjadi, bantuan profesional mungkin sangat dibutuhkan. 

Berbeda dengan wanita, PPD yang dialami pria jarang terdeteksi, karena pengetahuan tentang masalah ini masih terbatas. Selain itu, gejala yang ditunjukan pria saat mengalami PPD pun akan berbeda. Lantas, masalah apa saja yang memicu terjadinya PPD pada pria? Berikut contohnya!

  1. Merasa Diabaikan

Sebagian besar pria merasa diabaikan pasca istrinya melahirkan. Sebab, istri cenderung lebih memperhatikan bayi, sehingga afeksi terhadap suami pun berkurang. Mulai dari komunikasi sampai gairah seksual.

  1. Belum Siap dengan Biaya Tambahan

Persoalan lain yang membuat pria cemas dan ketakutan adalah biaya tambahan yang harus dikeluarkan Si Kecil lahir. Ketika ada anggota baru dalam keluarga, tentunya pengeluaran akan bertambah. Bagi pria yang tidak merencanakan finansial secara matang, kondisi ini bisa membuat tertekan. 

  1. Takut Merawat Bayi

Pria juga pasti mempunyai rasa takut untuk merawat bayi. Sebenarnya, hal ini juga sering dialami oleh ibu baru. Kondisi ini kerap membuat pria kebingungan, cemas, dan berujung pada depresi. 

Pria yang mengalami PPD cenderung gampang kesal dan marah, bahkan bisa meluapkan kekesalannya pada sesuatu hal yang sering ia lakukan. Meski begitu, orang di sekitarnya mungkin saja tidak menyadari jika ia sedang mengalami depresi. Tentunya, hal ini lah yang membedakan dengan ibu yang mengalami PPD. 

Pada kasus wanita yang mengalami PPD, gejalanya lebih gampang dideteksi karena wanita mudah memperlihatkan emosinya. Lantas, bagaimana cara menangani pria yang mengalami PPD? Berikut penjelasannya

Baca Juga: Kenali & Atasi Baby Blues Syndrome Pada Ibu

Menangani Pria dengan Postpartum Depression

Sebenarnya, penanganan ayah yang terkena depresi pasca persalinan tidak jauh berbeda dengan  seorang ibu yang mengalami hal serupa. Kunci utamanya adalah komunikasi antar suami dan istri. Cobalah untuk selalu terbuka dengan pasangan, supaya kesulitan dan kecemasan bisa ditanggung bersama. Dengan begitu, semuanya akan terasa jauh lebih ringan. 

Pria maupun wanita juga perlu saling mendukung pasangannya dan terlibat langsung dalam mengurus anak tanpa harus dipaksakan. Pada intinya, mengasuh anak adalah hal yang harus dijalani bersama-sama. Apabila depresi yang dialami malah semakin berat, jalan keluar lainnya adalah dengan meminta bantuan profesional. 

Terakhir, coba tanamkan dalam hati bahwa anak adalah sebuah karunia yang tidak semua orang bisa mendapatkannya. Jadi, coba untuk mengubah mindset bahwa kamu merupakan orang yang beruntung dan patut bersyukur karena telah dititipkan seorang anak.

Baca Juga: Inilah Cara Jitu Mengusir Baby Blues

Kalau masih ingin mengetahui seputar postpartum depression, jangan ragu untuk diskusikan bersama psikolog Halodoc. Tinggal klik Talk to A Doctor yang ada di aplikasi Halodoc biar lebih praktis menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play! 

*artikel ini pernah tayang di SKATA