• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Fakta Baru Vaksin Pfizer, Tahan Disimpan di Kulkas

Fakta Baru Vaksin Pfizer, Tahan Disimpan di Kulkas

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Fakta Baru Vaksin Pfizer, Tahan Disimpan di Kulkas

Halodoc, Jakarta - Guna menjaga kualitasnya, vaksin perlu disimpan dalam wadah dan suhu tertentu. Inilah mengapa penyimpanan vaksin tidak boleh dilakukan secara asal. Namun, kabar terbaru menunjukkan vaksin corona jenis Pfizer ternyata bisa disimpan di dalam kulkas dalam jangka waktu satu bulan. 

Kabar ini disampaikan oleh FDA Amerika Serikat. Berdasarkan data terbaru yang dikirimkan oleh Pfizer, vaksin corona yang mereka kembangkan bisa tahan selama satu bulan dalam penyimpanan kulkas bersuhu antara dua hingga delapan derajat Celsius. Sebelumnya, disampaikan bahwa vaksin dapat disimpan dalam suhu tersebut hanya selama lima hari.

Direktur Pusat Evaluasi dan Penelitian Biologi FDA, Peter Marks menyampaikan bahwa perubahan penyimpanan vaksin ini seharusnya membuat vaksin akan tersedia dalam jumlah yang lebih memadai untuk masyarakat di Amerika Serikat. Seperti diketahui, vaksin Pfizer digunakan oleh Negeri Paman Sam ini. 

Baca juga: Menggunakan mRNa, Begini Cara Kerja Pfizer dan Moderna

Sementar itu, Badan Obat-Obatan Eropa atau EMA juga telah memberikan persetujuan terkait penyimpanan vaksin Pfizer di lemari pendingin dengan suhu seperti yang telah disebutkan tadi selama satu bulan. Tentunya, ini merupakan kabar baik karena peraturan sebelumnya menyebutkan bahwa vaksin Pfizer, harus disimpan dalam suhu antara minus 60 hingga minus 80 derajat Celsius.

Efektif Selama 6 Bulan

Sayangnya, vaksin Pfizer tidak digunakan di Indonesia sebagai vaksin corona yang diberikan pada masyarakat. Indonesia sendiri memilih untuk menggunakan vaksin corona jenis Sinovac, Sinopharm, dan AstraZeneca. Tentu saja, setiap jenis vaksin memiliki nilai lebih dan kurangnya, pun pastinya ada alasan mengapa Indonesia memilih untuk menggunakan ketiga jenis vaksin tersebut. 

Sebenarnya, vaksin Pfizer masih terus melakukan uji klinis terhadap efikasi pada manusia. Meski begitu, pihak pembuat vaksin telah menyatakan bahwa vaksin tersebut akan bekerja secara efektif setelah pemberian dosis kedua selama 6 bulan. Dikatakan pula bahwa vaksin Pfizer mampu bekerja hingga 91 persen dalam mencegah memburuknya gejala selama 6 bulan pada orang-orang yang memiliki riwayat medis bawaan. 

Baca juga: Apa yang Perlu Diperhatikan setelah Mendapatkan Vaksin COVID-19?

Tidak hanya itu, pihak perusahaan pun mengklaim bahwa vaksin Pfizer memiliki kemampuan untuk menurunkan risiko terjadinya mutasi virus corona yang berbahaya, seperti B.1.351. Bahkan, pihak perusahaan mengaku bahwa CDC telah menyatakan vaksin Pfizer memiliki efektivitas hingga 100 persen dalam melawan komplikasi yang terjadi karena virus corona. Sementara FDA mengatakan efektivitas tersebut menyentuh angka 93,5 persen.

Vaksin Pfizer dibuat dengan menggunakan teknologi mRNA. Katanya, vaksin ini nantinya akan menghasilkan antibodi tingkat tinggi pada tubuh, bahkan saat dihadapkan dengan mutasi virus corona terbaru.

Mengenal Vaksin Pfizer

Menurut CDC, vaksin corona jenis Pfizer menjadi jenis vaksin yang dapat digunakan oleh orang-orang berusia 16 tahun ke atas. Meski begitu, tetap saja ada kelompok orang yang tidak disarankan untuk mendapatkan vaksin Pfizer, yaitu:

  • Memiliki riwayat alergi.
  • Mengalami gejala alergi setelah pemberian dosis pertama sehingga disarankan untuk tidak mendapatkan suntikan dosis kedua.
  • Jika telah menerima vaksin corona jenis lain.

Baca juga: Apakah Vaksin Corona Menimbulkan Efek Samping?

Vaksin Pfizer sendiri diberikan dalam bentuk suntikan sebanyak 2 dosis. Jeda waktu antara pemberian dosis pertama dengan kedua adalah selama 3 minggu. Lalu, bagaimana dengan efek sampingnya? 

Seperti halnya vaksin jenis lain, akan ada efek samping ringan setelah pemberian vaksin Pfizer, seperti pembengkakan pada area bekas suntikan, demam, mual, dan sakit kepala. Meski begitu, kondisi ini akan membaik dalam beberapa hari. 

Jadi, pastikan kamu mendapatkan vaksin corona untuk memberikan perlindungan pada tubuh, ya! Kamu bisa tanyakan pada dokter terkait vaksin corona melalui aplikasi Halodoc. Jangan ragu untuk vaksin agar tubuh terlindungi dari paparan virus berbahaya ini.

Referensi:
CNN Health. Diakses pada 2021. Ongoing Trial Shows Pfizer COVID-19 Vaccine Remains Highly Effective After Six Months.
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2021. Information about the Pfizer-BioNTech COVID-19 Vaccine.
Kompas. Diakses pada 2021. BPOM AS: Vaksin Pfizer Bisa Disimpan di Suhu Kulkas Selama Sebulan.