Faktor Genetik Bisa Sebabkan Penyakit Paget, Benarkah?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Faktor Genetik Bisa Sebabkan Penyakit Paget, Benarkah?

Halodoc, Jakarta - Beberapa bagian tubuh manusia melakukan regenerasi untuk menggantikan jaringan yang lama, dan salah satunya adalah tulang. Namun, terdapat gangguan yang bisa menyebabkan regenerasi tulang menjadi terganggu. Akibatnya, tulang menjadi rapuh dan mungkin berubah bentuk. Penyakit ini dinamakan penyakit Paget. Meski ada perawatan yang membantu mengontrolnya, tetapi pada beberapa orang kondisi ini menyebabkan efek yang serius. 

Penyakit Paget menyerang tulang panggul, tulang tengkorak, tulang belakang dan tulang kaki, dan terjadi pada semua tulang. Risikonya bisa meningkat seiring bertambahnya umur. Tidak hanya itu, jika ada anggota keluarga yang menderita penyakit Paget, maka risikonya semakin tinggi. Kondisi ini wajib mendapatkan penanganan tepat, sebab beberapa komplikasi, seperti saraf yang tertekan, patah tulang, kanker tulang, gagal jantung, atau menyebabkan arthritis.

Baca Juga:  Osteoporosis di Usia Muda, Apa Sebabnya?

Gejala Penyakit Paget

Beberapa gejala umum dari penyakit Paget yang dapat terjadi, antara lain: 

  • Nyeri tulang. Rasanya bisa seperti ditekan atau diremas, konstan, dan meningkat di malam hari.

  • Nyeri, kaku, dan bengkak pada sendi. Hal ini terjadi akibat kerusakan pada tulang rawan yang menjadi bantalan sendi.

  • Gangguan saraf. Nyeri dari penyakit Paget menjalar dari tulang belakang ke kaki atau dari leher ke lengan dan dada. Pengidapnya juga bisa merasakan mati rasa atau kesemutan, lumpuh pada sebagian tubuh, gangguan keseimbangan, atau gangguan buang air besar dan berkemih.

  • Gangguan lainnya, seperti tulang rapuh, bentuk tulang berubah, hiperkalsemia (kadar kalsium berlebihan di dalam darah), dan penyakit jantung. Selain itu, sakit kepala, telinga berdengung (tinnitus), vertigo, dan hilang pendengaran bisa terjadi apabila penyakit Paget menyerang tulang tengkorak.

Penyebab Penyakit Paget

Sayangnya hingga kini penyebab dari penyakit Paget tulang belum diketahui. Kondisi ini diduga bisa muncul akibat kombinasi dari lingkungan dan faktor genetik. Terdapat beberapa gen yang tampaknya berhubungan dengan timbulnya penyakit Paget, sehingga menjadikan penyakit Paget termasuk dalam penyakit yang diturunkan oleh keluarga. Beberapa ahli percaya bahwa penyakit Paget berhubungan dengan infeksi virus di dalam sel tulang tetapi masih belum diyakini sepenuhnya. 

Baca Juga: Si Kecil Alami Dislokasi Sendi, Ibu Harus Apa?

Pengobatan Penyakit Paget

Karena penyebabnya pun belum diketahui, hingga kini pun belum diketahui pengobatan yang tepat. Selain itu, belum terdapat cara untuk memperbaiki kondisi yang telah terjadi pada pasien. Misalnya, kehilangan pendengaran atau deformitas pada tulang.

Dokter dapat memberikan pengobatan guna meringankan gejala maupun pencegahan komplikasi lebih lanjut.

Beberapa cara yang bisa dilakukan sebagai langkah pengobatan, antara lain:

  • Pemberian Obat-Obatan. Obat osteoporosis (bisphosphonates-bisfosfonat) adalah pengobatan yang paling umum untuk penyakit Paget tulang. Beberapa bisphosphonates dikonsumsi secara oral. Sementara itu, beberapa obat diberikan dengan cara disuntikkan.

  • Pembedahan. Pada beberapa kasus yang jarang, pembedahan mungkin diperlukan dengan tujuan: 

  • Membantu fraktur atau patah tulang untuk sembuh.

  • Menggantikan sendi yang rusak oleh arthritis yang berat.

  • Membantu meluruskan kembali tulang yang cacat atau berubah bentuk.

  • Mengurangi tekanan pada saraf.

Baca Juga: Pernah Alami Patah Tulang Belakang, Amankah Berolahraga Lagi?

Itulah informasi yang perlu kamu ketahui mengenai penyakit Paget. Kalau kamu punya keluhan pada sendi dan tulang, jangan ragu berbicara dengan dokter untuk mengetahui penyebab dan penanganan yang tepat. Kamu bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Talk to a Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.