Faktor Risiko Seseorang Alami Osteogenesis Imperfecta

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Faktor Risiko Seseorang Alami Osteogenesis Imperfecta

Halodoc, Jakarta -  Osteogenesis imperfecta (OI) adalah kondisi penyakit genetik yang langka dan menyebabkan tulang seseorang menjadi sangat rapuh dan mudah patah. Mereka yang terlahir dengan penyakit ini akan menyandang kondisi ini seumur hidupnya. Hingga saat ini jumlah pasti pengidap OI belum bisa dipastikan. Namun, kira-kira angka kejadian OI di dunia adalah 1:20.000 kelahiran hidup dan tidak memandang jenis kelamin.

Gejala yang bisa muncul pada pengidap penyakit ini adalah kelemahan otot, gangguan pendengaran, mudah lelah, kelemahan sendi, tulang melengkung, skoliosis, sklera biru, dentinogenesis imperfecta (gigi keropos), perawakan pendek, dan mudah mengalami patah tulang.

Baca Juga:  Jangan Panik, Inilah Pertolongan Pertama pada Patah Tulang

Penyebab dan Faktor Risiko

Para peneliti mengungkapkan osteogenesis imperfecta muncul karena adanya kelainan atau mutasi genetik. Beberapa hal di bawah ini juga meningkatkan faktor risiko seseorang terserang penyakit ini, di antaranya:

  • Mereka yang bertubuh kurus atau kecil.

  • Wanita yang sedang dalam masa pasca menopause dan mengalami menopause dini.

  • Mengalami menstruasi yang abnormal (amenorrhea).

  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu dalam jangka waktu lama, seperti obat untuk mengobati lupus, asma, kekurangan tiroid, dan kejang.

  • Menjalani diet yang rendah akan asupan kalsium dan vitamin D

  • Kurang melakukan aktivitas fisik.

  • Perokok.

  • Mengonsumsi alkohol secara berlebihan.

Baca Juga: 5 Pemain Sepak Bola Ini Jauhi Alkohol, Ini Dampaknya Bagi Kesehatan

Pengobatan Osteogenesis Imperfecta

Sayangnya, hingga kini belum ditemukan metode perawatan atau obat yang bisa menyembuhkan osteogenesis imperfecta. Jadi, tujuan pengobatan yang dijalankan hanya untuk menguatkan tulang yang rapuh saja. Obat yang biasanya digunakan untuk OI adalah zoledronat yang bisa didapatkan di beberapa rumah sakit.

Mereka yang mengalami patah tulang sebaiknya segera mendapatkan penanganan karena jika tidak, masalah lain bisa muncul. Misalnya, perbedaan panjang tulang di lengan dan kaki yang nantinya bisa berujung pada ketimpangan. Akibatnya, pengidap tidak bisa berjalan lagi karena tulang-tulangnya telah menjadi bengkok. Di samping itu, pengidap OI perlu mendapatkan dukungan moril dari keluarga dan orang-orang terdekatnya supaya bisa menjalani hidup dengan baik.

Selain itu beberapa perubahan gaya hidup dan pengobatan di rumah juga bisa dapat diterapkan. Caranya antara lain:

  • Perbaiki Nutrisi. Konsumsi makanan kaya kalsium dan vitamin D atau suplemen yang mengandung unsur-unsur ini untuk merawat tulang.

  • Lakukan Aktivitas Fisik. Seperti halnya otot, tulang merupakan jaringan hidup yang merespon terhadap latihan olahraga dengan menjadi lebih kuat. Latihan kekuatan dianjurkan, namun beberapa aktivitas yang disarankan antara lain berjalan, berdiri, mengangkat beban dan berenang. Pastikan untuk mendiskusikannya dengan dokter.

  • Terapkan Gaya Hidup Sehat. Jika positif mengidap penyakit ini, berhentilah merokok dan batasi konsumsi alkohol untuk mengurangi efek negatif pada sistem tubuh.

  • Konsumsi Obat-Obatan. Tidak ada penyembuh untuk osteoporosis. Namun, tersedia obat-obatan untuk mencegah keropos tulang, meningkatkan massa tulang, dan mengobati penyakit tersebut. Pria dan wanita yang memiliki OI tampaknya menggunakan obat-obatan ini dengan hasil yang memuaskan.

Baca Juga: Sudah Tahu Ini? 10 Makanan Sumber Kalsium Selain Susu

Bila kamu ingin tahu lebih lanjut mengenai penyakit osteogenesis imperfecta, tanyakan saja kepada dokter dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Melalui Video/Voice Call dan Chat, kamu bisa menghubungi dokter untuk berdiskusi soal kesehatan kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.