Fisioterapi Dapat Dilakukan untuk Mengatasi Kista Baker

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
 fisioterapi, kista baker

Halodoc, Jakarta - Tertimbunnya cairan yang melumasi sendi lutut merupakan penyebab utama munculnya kista baker. Kondisi dapat disebabkan karena adanya peradangan pada sendi lutut akibat cedera yang dialami. Meskipun kondisi ini dapat terjadi kepada siapapun, tetapi penyakit ini lebih rentan dialami oleh orang dewasa.  

Penyakit ini akan menyebabkan pembengkakan pada bagian yang terkena, sehingga menyebabkan rasa tidak nyaman akibat kesulitan bergerak. Selain dengan fisioterapi, berikut beberapa metode pengobatan yang dapat kamu tempuh!

Baca juga: Osteoarthritis Sebabkan Kista Baker, Ini Alasannya

Fisioterapi Dapat Mengatasi Kista Baker, Benarkah?

Fisioterapi merupakan proses penanganan yang dilakukan agar seseorang terhindar dari gangguan fisik pada tubuh akibat adanya cedera atau penyakit yang mendasari. Proses fisioterapi pada pengidap kista baker dilakukan untuk meningkatkan kelenturan sendi gerak lutut dengan melatih kelenturan dan kekuatan pada otot-otot pada di sekitar area lutut. Selain fisioterapi, beberapa metode pengobatan lain yang dapat dilakukan, yaitu:

  • Mengeluarkan Cairan dalam Kista

Metode yang digunakan untuk mengeluarkan cairan di dalam kista dilakukan dengan menggunakan jarum yang dimasukkan ke dalam area yang terkena dengan dibantu USG untuk menentukan letak kista. Metode pengobatan ini biasanya dilakukan pada kasus kista baker yang tidak terlalu parah.

  • Prosedur Operasi Pengangkatan Kista

Prosedur operasi pengangkatan kista dilakukan jika kista sudah membuat pengidapnya kesulitan dalam menggerakkan lutut. Metode yang satu ini dinilai paling efektif, karena dapat mencegah jaringan kista tumbuh kembali. Metode pengangkatan kista ini dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu metode bedah terbuka dan metode sayatan kecil dengan alat artroskopi.

  • Melakukan Suntik Kortikosteroid

Metode pengobatan yang satu ini dilakukan dengan menyuntikkan obat kortikosteroid langsung ke sendi lutut guna mengurangi bengkak dan nyeri. Keluhan yang timbul akibat kista baker akan hilang beberapa hari atau beberapa minggu setelah penyuntikan.

Baca juga: Langkah-Langkah Cegah Kista Baker yang Perlu Diketahui

Kista baker yang muncul biasanya tidak berbahaya, karena dapat hilang dengan sendirinya. Kista baker dalam kasus yang ringan bahkan dapat ditangani di rumah. Beberapa langkah penanganan kista baker yang dapat dilakukan di rumah, antara lain:

  • Mengompres area yang terkena dengan air dingin atau air hangat untuk mengurangi rasa nyeri.

  • Kurangi aktivitas yang membutuhkan kerja sendi lutut, seperti berdiri dan berjalan.

  • Saat tidur, gunakan penyangga agar posisi kaki tidak menggantung.

  • Untuk mengurangi beban pada sendi lutut, gunakan tongkat saat berjalan.

  • Konsumsi obat pereda rasa nyeri yang dijual bebas di apotek.

Baca juga: Ini 3 Pemeriksaan Pemindaian untuk Diagnosis Kista Baker

Beberapa Gejala yang Muncul pada Pengidap Kista Baker

Gejala umum yang muncul pada pengidap kista baker, yaitu adanya pembengkakan dan rasa nyeri pada bagian yang terkena. Gejala yang timbul biasanya akan bertambah parah setelah pengidapnya mencoba untuk menekuk lutut atau berjalan. Pengidap kista baker juga memiliki risiko yang lebih besar untuk mengidap cedera sendi lutut, seperti sobekan tulang rawan.

Kenali gejalanya, agar kamu dapat melakukan langkah penanganan secepatnya. Untuk mengetahui apakah kista baker yang kamu alami masih dalam tahap ringan atau sudah memasuki tahap parah, kamu bisa diskusikan langsung dengan dokter ahli pada aplikasi Halodoc. Jika kista yang kamu alami masih dalam tahap ringan, kamu dapat melakukan beberapa langkah penanganan mandiri tersebut.

Referensi:

WebMD (Diakses pada 2019). What Is a Baker’s Cyst? 

OrthoNorCal (Diakses pada 2019). Popliteal Cyst.