Gangguan Kecemasan Sosial adalah Penyakit Turunan?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Gangguan Kecemasan Sosial adalah Penyakit Turunan?

Halodoc, Jakarta - Suatu hal yang normal apabila kamu merasa gugup ketika akan melakukan momen-momen tertentu. Momen seperti harus tampil di depan banyak orang salah satunya. Ternyata, seseorang yang mengidap gangguan kecemasan sosial akan mengalami kepanikan yang parah ketika hal tersebut akan terjadi.

Hal tersebut karena seseorang yang mengidap gangguan ini akan merasa takut untuk dipermalukan oleh orang lain. Gangguan ini juga menyebabkan pengidapnya takut dan minder untuk berinteraksi dengan orang lain. Disebutkan bahwa kelainan ini adalah penyakit keturunan. Berikut pembahasannya!

Baca juga: 4 Cara Mencegah Gangguan Kecemasan Sosial

Gangguan Kecemasan Sosial Disebabkan Faktor Keturunan

Jika kamu mengalami gangguan mental ini, pasti kamu bertanya-tanya mengenai penyebab kelainan tersebut terjadi. Salah satu penyebab gangguan kecemasan sosial adalah faktor keturunan. Namun, hal tersebut umumnya tidak disebabkan faktor tunggal, karena faktor lingkungan juga dapat menyebabkannya.

Jika kamu terdiagnosis mengidap gangguan kecemasan sosial, kemungkinan besar kamu memiliki genetik yang spesifik sehingga rentan terhadap kelainan tersebut. Apabila kamu mempunyai keluarga yang pernah mengalami penyakit tersebut, maka faktor risiko kamu meningkat 2-6 kali lebih besar daripada orang normal.

Komponen genetik dari gangguan kecemasan sosial memang dapat diturunkan. Disebutkan bahwa tingkat risiko yang disebabkan oleh faktor keturunan mencapai sekitar 30 hingga 40 persen. Artinya, sekitar sepertiga orang yang mengidap gangguan ini berasal dari genetika.

Genetik dapat menurunkan sifat, karakter, dan beberapa penyakit, salah satunya adalah gangguan kecemasan sosial. Walau begitu, faktor tersebut bukan satu-satunya hal yang dapat memicu seseorang mengalami kelainan ini. Faktor lingkungan juga dapat berperan membuat gangguan ini terjadi.

Walau begitu, belum ada penelitian yang menemukan susunan genetik tertentu yang dapat menyebabkan seseorang mengalami penyakit mental tersebut. Namun, kromosom tertentu yang dapat berhubungan dengan gangguan kecemasan lainnya, seperti agorafobia dan gangguan panik telah ditemukan.

Pola asuh dan lingkungan sekitar juga dapat memengaruhi perkembangan gangguan mental tersebut. Selain itu, kamu lebih mungkin mengalami kelainan ini jika mengalami:

  • Saat masih anak-anak, kamu tidak cukup mengalami suatu situasi sosial dan tidak diizinkan untuk mengembangkan keterampilan yang sesuai dengan minat.

  • Orangtua kamu mungkin terlalu memproteksi kamu dari segala hal di luar. Hal tersebut berdampak pada kesulitan untuk tetap tenang ketika berada di situasi yang penuh dengan tekanan.

Jika kamu mempunyai pertanyaan terkait gangguan yang menyebabkan rasa cemas, dokter dari Halodoc dapat membantu untuk mengatasinya. Kamu hanya perlu download aplikasi Halodoc di smartphone kamu! Selain itu, kamu juga dapat melakukan pemeriksaan fisik di rumah sakit terpilih yang dapat dipesan secara online melalui aplikasi Halodoc.

Baca juga: 5 Ciri Alami Gangguan Kecemasan Sosial

Penyebab Gangguan Kecemasan Sosial

Tahukah kamu bahwa terdapat satu gangguan yang dapat menyebabkan Si Kecil kelak mengalami penyakit mental yang sudah dibahas sebelumnya? Ternyata, seorang anak yang tidak dibiasakan dengan suatu situasi yang baru atau bertemu dengan orang yang tidak dikenal lebih rentan mengalami gangguan rasa cemas tersebut.

Ketika seorang anak dihadapkan pada beberapa hal tersebut, respons dari anak sangat berpengaruh. Hal tersebut disebut dengan penghambatan perilaku. Jika tidak dibiasakan, Si Kecil memiliki risiko besar untuk mengalami gangguan kecemasan sosial di kemudian hari.

Baca juga: Punya Kecemasan Sosial? Coba Siasati dengan Ini

Itulah pembahasan mengenai gangguan kecemasan sosial yang dapat disebabkan oleh faktor keturunan. Memang hal ini tidak dapat dihindari. Namun, jika gejala dari gangguan tersebut sudah terlihat, ada baiknya untuk langsung menemui dokter. Kamu dapat mencegahnya menjadi parah yang dapat mengganggu kehidupan sehari-hari kamu.

Referensi:
Very Well Mind. Diakses pada 2019. Understanding the Causes of Social Anxiety Disorder
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Social anxiety disorder (social phobia)