• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Gangguan Sistem Endokrin Bisa Sebabkan Kerusakan Saraf

Gangguan Sistem Endokrin Bisa Sebabkan Kerusakan Saraf

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Sistem endokrin adalah jaringan kelenjar yang berfungsi memproduksi dan mengatur berbagai fungsi organ-organ tubuh. Salah satu fungsi utama sistem endokrin adalah mengubah kalori menjadi energi yang digunakan untuk aktivitas sel dan organ. Gangguan endokrin terjadi ketika kelenjar memproduksi terlalu banyak atau terlalu sedikit hormon endokrin. 

Selain ketidakseimbangan hormon, gangguan sistem endokrin bisa disebabkan oleh tumbuhnya lesi atau tumor pada sistem endokrin. Terganggunya sistem endokrin dapat memengaruhi fungsi organ, seperti saraf. Lantas, benarkah kondisi ini lama-kelamaan mampu merusak saraf? Simak ulasan berikut ini. 

Baca juga: Pola Makan yang Dapat Sebabkan Gangguan Sistem Endokrin

Benarkah Gangguan Sistem Endokrin Bisa Merusak Saraf?

Melansir dari laman WebMD, gangguan sistem endokrin yang masih bersifat ringan umumnya berkembang lambat. Meskipun demikian, kondisi yang tidak kunjung ditangani bisa menimbulkan komplikasi seiring berjalannya waktu akibat ketidakseimbangan hormon yang mempengaruhi proses normal tubuh. Diabetes neuropati adalah salah satu komplikasi yang ditimbulkan gangguan sistem endokrin.

Diabetes neuropati terjadi ketika tingginya kadar glukosa mampu merusak saraf. Apabila tidak segera ditangani, kondisi ini berpotensi mengancam nyawa karena meningkatkan risiko kegagalan organ lainnya. Untuk mewaspadai komplikasi yang tidak diinginkan, kamu perlu tahu gejala-gejala gangguan sistem endokrin berikut ini. 

Gejala Gangguan Sistem Endokrin yang Tidak Boleh Diabaikan

Sebaiknya, cari perawatan medis segera atau minta pertolongan kepada orang terdekat apabila kamu mengalami memiliki gejala serius yang mengindikasikan kondisi yang mengancam jiwa berikut ini, yaitu:

  • Kebingungan atau hilang kesadaran;
  • Tekanan darah sangat rendah (hipotensi ekstrem);
  • Detak jantung sangat lambat;
  • Dehidrasi;
  • Depresi atau kecemasan;
  • Sulit bernapas;
  • Masalah pada mata, seperti mata kering, iritasi, tekanan, nyeri, atau menggembung;
  • Kelelahan atau kelemahan yang parah;
  • Sakit kepala parah;
  • Muntah dan diare parah;
  • Gangguan tidur.

Ketika kamu mengalami gejala gangguan sistem endokrin, dokter biasanya akan langsung merujuk kamu ke dokter spesialis endokrin atau ahli endokrin. Ahli endokrin sudah terlatih secara khusus untuk menangani masalah dengan sistem endokrin. Dokter biasanya meminta kamu untuk melakukan tes darah dan tes urine untuk mendiagnosis gangguan yang kamu alami. 

Baca juga: Ini Ciri-Ciri Alami Kerusakan Saraf

Tes tersebut bertujuan untuk memeriksa kadar hormon, sehingga dokter dapat menentukan apakah kamu benar mengalami gangguan pada sistem endokrin. Selain kedua tes tersebut, dokter mungkin melakukan tes pencitraan untuk mencari apakah kamu mengidap nodul atau tumor yang juga bisa menjadi penyebab gangguan sistem endokrin. 

Bagaimana Mengobati Gangguan Sistem Endokrin?

Gangguan yang masih tergolong ringan biasanya tidak memerlukan pengobatan khusus. Ketika gejalanya mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, dokter mungkin akan mengobatinya dengan memperbaiki ketidakseimbangan hormon. Umumnya, pengobatan dilakukan dengan pemberian hormon sintetis. 

Pada kasus seperti prolaktinoma, di mana tumor non-kanker yang memicu gejala, operasi atau terapi radiasi dapat dilakukan. Namun, penyebab gangguan sistem endokrin perlu didiagnosis secara detail untuk menentukan pengobatan yang sesuai. Apabila kamu mengalami gejala yang mengindikasikan gangguan sistem endokrin, periksakan diri ke dokter untuk didiagnosis lebih akurat. 

Baca juga: Benarkah Gangguan Sistem Endokrin Dapat Sebabkan Depresi?

Sebelum mengunjungi rumah sakit, kamu dapat membuat janji dengan dokter terlebih dahulu lewat aplikasi Halodoc. Tinggal pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan kamu lewat aplikasi.

Referensi :
WebMD. Diakses pada 2020. Endocrine Disorders.
Healthgrades. Diakses pada 2020. Endocrine Disorders.
Hormone Health Network. Diakses pada 2020. Diabetic Neuropathy.