• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Gangguan Sistem Endokrin Dapat Sebabkan Depresi?

Benarkah Gangguan Sistem Endokrin Dapat Sebabkan Depresi?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Sistem endokrin adalah jaringan kelenjar yang memproduksi dan melepaskan hormon  yang membantu mengendalikan banyak fungsi penting dalam tubuh. Itulah mengapa bila sistem endokrin terganggu, ada berbagai fungsi tubuh yang juga akan ikut terganggu. Enggak hanya masalah kesehatan fisik, gangguan sistem endokrin katanya juga bisa menyebabkan depresi. Benarkah demikian? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini.

Baca juga: Gangguan Sistem Endokrin Dapat Sebabkan Kerusakan Saraf

Mengenal Fungsi Sistem Endokrin

Setiap kelenjar sistem endokrin yang ada di dalam tubuh kita, melepaskan hormon spesifik ke dalam aliran darah. Hormon-hormon ini disalurkan melalui aliran darah ke sel-sel lain untuk membantu mengendalikan atau mengkoordinasi banyak proses dalam tubuh.

Kelenjar endokrin meliputi:

  • Kelenjar adrenal: dua kelenjar yang ada di atas ginjal yang melepaskan hormon kortisol.

  • Hipotalamus: bagian otak tengah bagian bawah yang memberitahu kelenjar pituitary kapan harus melepaskan hormon.

  • Ovarium: organ reproduksi wanita yang melepaskan telur dan menghasilkan hormon seks.

  • Islet cells di pankreas: sel-sel di pankreas ini mengontrol pelepasan hormon insulin dan glukagon.

  • Paratiroid: empat kelenjar kecil di leher yang berperan dalam perkembangan tulang.

  • Kelenjar pineal: kelenjar yang terdapat di dekat pusat otak yang mungkin terkait dengan pola tidur seseorang.

  • Kelenjar hipofisis: kelenjar yang terdapat di dasar otak di belakang sinus. Kelenjar ini sering disebut juga “kelenjar utama” karena memengaruhi banyak kelenjar lainnya, terutama tiroid. Masalah dengan kelenjar hipofisis dapat memengaruhi pertumbuhan tulang, siklus menstruasi wanita, dan produksi ASI.

  • Testis: kelenjar reproduksi pria yang menghasilkan hormon sperma.

  • Timus: kelenjar di dada bagian atas yang membantu mengembangkan sistem kekebalan tubuh sejak dini.

  • Tiroid: kelenjar berbentuk kupu-kupu di bagian depan leher yang mengontrol metabolisme.

Dengan adanya beragam kelenjar endokrin yang tersebar dalam tubuh di atas, sistem endokrin memiliki berbagai fungsi penting, seperti memengaruhi bagaimana jantung kamu berdetak, bagaimana tulang dan jaringan bertumbuh, memengaruhi kemampuan tubuh untuk mengubah kalori menjadi energi yang menggerakkan sel dan organ, bahkan kemampuan kamu untuk hamil.

Namun, begitu ada salah satu atau lebih dari fungsi kelenjar ini yang terganggu, maka keseimbangan hormon dalam tubuh kamu juga akan terganggu, sehingga menyebabkan gangguan endokrin atau penyakit endokrin. 

Baca juga: Cegah Gangguan Sistem Endokrin dengan 6 Cara Ini

Jenis Gangguan Sistem Endokrin yang Dapat Menyebabkan Stres

Ada banyak jenis gangguan sistem endokrin, hipotiroidisme adalah salah satunya. Gangguan ini terjadi ketika kelenjar tiroid tidak menghasilkan hormon tiroid yang cukup. Orang yang mengalami hipotiroidisme dapat mengalami sejumlah gejala kesehatan berikut ini: 

  • Kelelahan, 

  • sembelit, 

  • kulit kering, 

  • berat badan bertambah, 

  • wajah menjadi bengkak, 

  • suara serak, 

  • kelemahan otot,

  • kadar kolesterol meningkat,

  • nyeri otot, dan kekakuan,

  • menstruasi tidak teratur, dan

  • rambut menjadi tipis.

Gangguan sistem endokrin seperti hipotiroidisme juga dapat menyebabkan depresi. Hal ini karena saat mengalami hipotiroidisme, kamu mungkin akan merasakan kelelahan, lesu dan sulit berkonsentrasi, sehingga kamu jadi tidak bisa beraktivitas dengan maksimal. 

Selain itu, berat badan yang kian bertambah, kulit kering dan rambut yang menipis mungkin juga akan membuat kamu menjadi tidak percaya diri dan stres. Kondisi inilah yang akhirnya dapat menyebabkan orang dengan hipotiroidisme merasa tertekan hingga bisa berkembang menjadi depresi.

Jadi, bila kamu mengalami depresi dan juga gejala-gejala hipotiroidisme di atas, sebaiknya periksakan diri ke dokter. Dokter dapat memeriksa kadar hormon tiroid kamu dengan melakukan tes darah. Studi menunjukkan bila kamu mengalami hipotiroidisme dan depresi, meminum obat pengganti tiroid akan memberikan manfaat yang lebih efektif daripada antidepresan. 

Obat tersebut dapat meningkatkan kadar dua hormon tiroid utama, yaitu triiodothyronine (T3) dan thyroxine (T4). Ketika pil tiroid mengurangi kadar hormon perangsang tiroid (TSH) dalam tubuh kamu, suasana hati kamu mungkin akan mulai terasa lebih baik.

Baca juga: Ciri dan Tanda Gejala Depresi Pada yang Wajib Kamu Ketahui

Itulah penjelasan mengenai salah satu jenis gangguan endokrin yang dapat menyebabkan depresi. Untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, kamu juga bisa langsung buat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan kamu lewat aplikasi Halodoc. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2020. Endocrine Disorders.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Hypothyroidism (underactive thyroid).
WebMD. Diakses pada 2020. Hypothyroidism and Depression.