• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ganti Pola Makan 2020, Coba Diet Carb Cycling

Ganti Pola Makan 2020, Coba Diet Carb Cycling

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Di penghujung 2019, sudahkah kamu menengok kembali rencana diet yang kamu buat tahun sebelumnya? Apakah sudah berhasil kamu jalani dengan efektif atau belum? Jika belum, bagaimana jika kamu coba ganti pola makan di 2020 nanti dengan diet carb cycling

Di berbagai metode diet lain, karbohidrat kerap dianggap sebagai “musuh” yang perlu dihindari. Padahal, karbohidrat sebenarnya tidak perlu terlalu dihindari, karena merupakan salah satu jenis makanan yang dibutuhkan tubuh, terutama untuk menutrisi otak dan tubuh. Namun, makan terlalu banyak karbohidrat juga dapat memicu obesitas

Itulah sebabnya carb cycling bisa dibilang merupakan solusi yang bisa dicoba, agar asupan karbohidrat untuk tubuh tercukupi, tetapi berat badan bisa tetap terkontrol. Lalu, bagaimana cara melakukan diet carb cycling? Seperti namanya carb cycling merupakan metode diet yang mengharuskan kamu menyelang-nyeling asupan karbohidrat.

Baca juga: Ini 5 Fungsi Karbohidrat untuk Tubuh

Metode diet ini awalnya bertujuan untuk pembentukan otot, dan terkenal di kalangan atlet dan bodybuilder. Misalnya, jika kamu sedang menjalani masa latihan intensif di gym, kamu bisa mengonsumsi lebih banyak karbohidrat dari biasanya. Hal ini bertujuan agar tubuh membakar energi dari karbohidrat yang dikonsumsi, sehingga protein yang masuk ke dalam tubuh bisa lebih banyak digunakan untuk membangun jaringan otot. 

Sementara itu, ketika kamu memasuki masa istirahat atau hari tanpa latihan berat, kamu perlu menghindari asupan makanan tinggi karbohidrat. Hal ini bertujuan agar tubuh tidak menyimpan glukosa ekstra sebagai timbunan lemak. Jadi, dengan makan lebih sedikit karbohidrat pada masa istirahat, tubuh akan mengandalkan lemak sebagai sumber energi.

Cara Melakukan Diet Carb Cycling

Prinsip utama dari diet carb cycling adalah membatasi karbohidrat ketika tubuh tidak terlalu membutuhkannya. Dalam diet ini, karbohidrat diibaratkan bahan bakar (seperti pada kendaraan), yang berfungsi untuk membantu sel-sel melakukan pekerjaannya. Mengonsumsi banyak karbohidrat pada hari-hari ketika kamu tidak terlalu aktif adalah hal yang tidak dibolehkan, karena tubuh hanya membutuhkan sedikit bahan bakar saja.

Baca juga: Sumber Karbohidrat Mana yang Lebih Baik bagi Pengidap Diabetes?

Jika diibaratkan, mobil juga memerlukan lebih sedikit bensin untuk melakukan perjalanan jarak dekat di perkotaan, ketimbang perjalanan jauh dan menanjak seperti di Puncak, bukan? Jadi, untuk melakukan diet carb cycling, kamu perlu menyelang-nyeling seberapa banyak karbohidrat yang perlu dikonsumsi setiap harinya, berdasarkan jadwal kegiatanmu.

Penentuan polanya sebenarnya fleksibel saja, bisa harian, mingguan, atau bulanan, tergantung agenda kegiatanmu. Misalnya, jika agendamu hari ini sangat padat dan aktif, kamu bisa banyak mengonsumsi karbohidrat. Lalu besoknya, jika agendamu hanya bersantai di rumah saja, kamu perlu memangkas asupan karbohidrat sebanyak mungkin. 

Namun, perlu diperhatikan bahwa pada hari tinggi karbo bukan berarti kamu bisa kalap makan makanan berat secara berlebihan, ya. Apalagi jika kamu menerapkan pola makan seperti ini sebagai diet untuk menurunkan berat badan. Perhatikan juga asupan nutrisi lainnya agar seimbang, dan pertimbangkan juga untuk mengganti asupan karbohidrat yang lebih sehat seperti oat, roti gandum, atau ubi manis.

Apakah Diet Carb Cycling Efektif untuk Turunkan Berat Badan?

Dibanding diet rendah karbo, carb cycling bisa jadi lebih mudah dilakukan untuk jangka panjang. Jadi, bisa dibilang diet ini merupakan salah satu metode yang baik untuk dicoba. Namun, apakah diet ini efektif untuk turunkan berat badan? Jawabannya, bisa jadi iya, bisa jadi tidak.

Baca juga: 4 Fakta Tentang Diet Karbohidrat

Mengapa? Kembali lagi pada prinsip bahwa metode diet apapun itu “cocok-cocokan”, karena tubuh manusia itu berbeda-beda. Temanmu yang sukses dengan sebuah metode diet, belum tentu kamu bisa sukses juga dengan metode itu. Untuk bisa menemukan metode diet apa yang cocok untukmu, kamu perlu berkonsultasi pada dokter gizi.

Agar lebih mudah, kamu bisa download dan install aplikasi Halodoc di ponselmu, lalu gunakan untuk bertanya pada dokter gizi lewat chat, terkait metode diet apa yang tepat untukmu. Pun ketika kamu tertarik mencoba carb cycling, sebaiknya kamu tetap mendiskusikannya dengan dokter terlebih dahulu.

Terkait risiko efek sampingnya, diet carb cycling sebetulnya minim risiko. Sebab, cara kerja diet ini sebenarnya hanya mengganti pola makan sesuai kebutuhan tubuh, bukan memangkas total suatu jenis makanan, seperti pada diet keto. Sebelum jadi metode diet, carb cycling juga sebelumnya telah banyak dipraktikkan oleh atlet dan bodybuilder, dan aman-aman saja. 

Meski begitu, penelitian tentang keefektifan carb cycling sebagai metode diet masih sangat terbatas. Jadi, jika kamu ingin menjalani metode diet ini, pastikan untuk berdiskusi pada dokter terlebih dahulu, dan selalu konsultasikan pada dokter juga jika menjalani keluhan atau gejala apapun kala menjalani diet ini.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. What is Carb Cycling and How Does it Work?
Health. Diakses pada 2019. Can Carb Cycling Help You Lose Weight?