Gejala Awal Kanker Vulva yang Harus Diwaspadai

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
kanker vulva

Halodoc, Jakarta - Jenis kanker yang menyerang wanita ini terjadi pada permukaan luar genital wanita. Vulva merupakan area kulit yang mengelilingi uretra dan vagina, termasuk klitoris dan labia. Kanker vulva biasanya terjadi sebagai benjolan atau luka pada vulva yang sering menyebabkan rasa gatal. Gangguan ini dapat terjadi pada segala usia, dan paling sering didiagnosis pada wanita dewasa yang lebih tua. 

Biasanya, pengobatan kanker vulva melibatkan operasi untuk mengangkat kanker dan sejumlah kecil jaringan sehat di sekitarnya. Terkadang operasi kanker vulva membutuhkan pengangkatan seluruh vulva. Semakin dini kanker vulva didiagnosis, semakin kecil pula kemungkinan pembedahan luas yang diperlukan sebagai perawatannya. Supaya terhindar dari gangguan kanker vulva yang lebih serius, ketahui gejalanya kemunculannya.

Baca juga:  Ini Metode Pengobatan untuk Pengidap Kanker

Muncul Benjolan

Gejala awal kanker vulva biasanya muncul sebagai benjolan atau ulserasi, kemungkinan juga disertai rasa gatal, iritasi, atau pendarahan. Terkadang seorang wanita tidak mencari bantuan medis karena malu. Padahal, diagnosis dini dapat mencegah keparahan lebih lanjut. Jika kamu malu bertemu langsung dengan dokter untuk menanyakan mengenai kanker vulva, kamu dapat menanyakannya via Chat atau Voice/Video Call pada dokter ahli melalui aplikasi Halodoc. 

Gejala khas lainnya yang terjadi saat mengalami kanker vulva di antaranya:

  • Hubungan seksual yang menyakitkan.
  • Berdarah.
  • Rasa sakit dan terbakar.
  • Perubahan warna gelap pada kasus melanoma.
  • Buang air kecil yang menyakitkan.
  • Gatal yang terus-meneru.
  • Baku dan sensitivitas.
  • Pertumbuhannya seperti kutil.
  • Kulit menebal.
  • Muncul koreng.

Muncul Karena Berbagai Faktor

Penyebab pasti kanker vulva tidak diketahui secara pasti. Namun, beberapa faktor tertentu dicurigai dapat meningkatkan risiko penyakit ini, yaitu:

1. Pertambahan Usia

Risiko kanker vulva meningkat seiring bertambahnya usia, meskipun dapat terjadi pada usia berapapun. Usia rata-rata saat diagnosis adalah 65 tahun.

2. Terjangkit Human Papillomavirus (HPV)

HPV merupakan infeksi menular seksual yang dapat meningkatkan risiko beberapa kanker, termasuk kanker vulva dan serviks. Banyak anak muda yang aktif secara seksual terpapar gangguan HPV. Meski begitu, sebagian besar infeksi itu hilang dengan sendirinya. Bagi sebagian orang, infeksi dapat menyebabkan perubahan sel dan meningkatkan risiko kanker di masa depan.

3. Merokok

Banyak bahaya yang diakibatkan dari merokok, termasuk meningkatkan risiko terjadinya kanker vulva. 

4. Kekebalan Tubuh yang Lemah

Orang yang menggunakan obat untuk menekan sistem kekebalan tubuh, seperti mereka yang pernah menjalani transplantasi organ, dan mereka yang memiliki kondisi yang melemahkan kekebalan tubuh seperti human immunodeficiency virus (HIV), memiliki potensi risiko kanker vulva. 

Baca juga: Bisa Menyebar Lewat Hubungan Intim. Kenali 6 Penyebab HPV

5. Memiliki Riwayat Kondisi Pra-kanker pada Vulva

Neoplasia intraepitel vulva merupakan kondisi prakanker yang dapat meningkatkan risiko kanker vulva. Sebagian besar kasus neoplasia intraepitel vulva tidak akan pernah berkembang menjadi kanker, tetapi sejumlah kecilnya dapat menjadi kanker vulva invasif. Untuk alasan ini, dokter biasanya merekomendasikan perawatan untuk menghilangkan area sel-sel abnormal dan pemeriksaan tindak lanjut berkala. 

6. Memiliki Masalah Kulit yang Melibatkan Vulva

Lichen sclerosus, yang menyebabkan kulit vulva menjadi tipis dan gatal, meningkatkan risiko kanker vulva. 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Vulvar Cancer
Medical News Today. Diakses pada 2019. Vulvar Cancer: Types, Symptoms, and More.