Penting untuk Diketahui, Ini 4 Gejala HPV

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
penting-untuk-diketahui-inilah-4-gejala-hpv-halodoc

Halodoc, Jakarta – Human papillomavirus atau HPV merupakan virus yang menyerang permukaan kulit dan menyebabkan infeksi. HPV merupakan infeksi yang sangat menular di mana penyebaran virus terjadi melalui hubungan intim maupun bersentuhan langsung dengan pengidap. Sebagian besar HPV memang tidak berbahaya.

Meski demikian, infeksi virus ini merupakan penyebab dari 70 persen kasus kanker serviks di dunia. Karena itu, kamu tetap perlu mewaspadai penyakit ini dengan mengetahui gejala HPV di sini.

Infeksi virus HPV seringkali tidak menimbulkan gejala yang berarti. Namun, pada beberapa kasus, virus ini bisa menyebabkan tumbuhnya kutil di berbagai area tubuh, seperti lengan, tungkai, mulut, dan area kelamin. Berikut ini ciri-ciri kutil yang bisa ditimbulkan HPV pada kulit sesuai dengan lokasi pertumbuhannya:

1. Kutil yang Tumbuh di Daerah Wajah

Kutil yang muncul di wajah biasanya memiliki permukaan yang datar (flat warts). Pada anak-anak, kutil lebih sering muncul di daerah rahang bawah.

2. Kutil yang Tumbuh Bahu, Lengan, dan Jari Tangan

Kutil yang tumbuh di area ini bentuknya berupa benjolan yang terasa kasar. Kulit ini bisa terasa sakit dan sangat mudah berdarah.

3. Kutil Kelamin

Kutil kelamin bentuknya seperti kembang kol dan bisa tumbuh, baik pada kelamin wanita maupun laki-laki. Selain di kelamin, kutil juga bisa tumbuh di dubur dan menimbulkan rasa gatal.

4. Kutil yang Tumbuh pada Telapak Kaki (Plantar Warts)

Kutil yang tumbuh di area ini biasanya berbentuk benjolan keras dan terasa kasar, sehingga bisa membuat pengidapnya merasa tidak nyaman saat menapak.

Baca juga: Bisa Menyebar Lewat Hubungan Intim, Kenali 6 Penyebab HPV

Cara Mendiagnosis HPV

Bila kamu memiliki kutil dengan ciri-ciri di atas yang tumbuh pada permukaan kulit, sebaiknya jangan disepelekan dan segera kunjungi dokter untuk melakukan pemeriksaan. Untuk mendiagnosis infeksi HPV, dokter akan melihat ciri-ciri kutil yang muncul pada kulit.

Namun, seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, infeksi virus ini bisa saja tidak menimbulkan kutil atau gejala apapun, sehingga sulit terdeteksi. Padahal, infeksi HPV yang terjadi pada kelamin wanita berisiko menyebabkan kanker serviks.

Baca juga: Bisa Sebabkan Kanker, HPV Ada Banyak Jenisnya

Jadi, untuk mendeteksi adanya infeksi HPV yang berisiko mengakibatkan kanker serviks, dokter akan melakukan pemeriksaan berikut:

  • Tes IVA

Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara meneteskan cairan khusus asam asetat pada area kelamin atau genital. Bila warna kulit berubah menjadi putih setelah ditetesi cairan, itu artinya orang tersebut positif terkena infeksi HPV.

  • Pap Smear

Tujuan prosedur ini dilakukan adalah untuk mengetahui perubahan kondisi serviks yang mengarah pada kanker akibat infeksi HPV. Pap smear dilakukan dengan cara mengambil sampel sel serviks untuk diperiksa di laboratorium.

  • Tes HPV DNA

Tes ini dilakukan untuk mendeteksi adanya unsur genetik (DNA) dari virus HPV yang berisiko tinggi menyebabkan kanker serviks.

Kebanyakan kasus HPV sebenarnya bisa sembuh dengan sendirinya tanpa diobati. Namun, bagi wanita yang sudah terdiagnosis mengalami infeksi HPV dan mengalami kutil kelamin, dokter kandungan akan menganjurkan pengidap untuk melakukan tes kembali dalam waktu satu tahun.

Pemeriksaan ulang ini bertujuan untuk mengetahui apakah pengidap masih memiliki infeksi HPV dan adakah perubahan sel pada serviks yang bisa menjadi pertanda dari kanker serviks.

Baca juga: Kenali Lebih Dalam Fakta Mengenai Vaksin HPV

Itulah gejala HPV yang perlu kamu waspadai. Kamu juga bisa bertanya-tanya seputar gejala HPV lebih lanjut pada dokter dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Hubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat untuk berdiskusi seputar masalah kesehatan kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.