Lichen Sclerosus Dapat Memicu Kanker Vulva?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Lichen Sclerosus Dapat Memicu Kanker Vulva?

Halodoc, Jakarta – Lichen sclerosus (LS) merupakan gangguan kulit yang menyerang area genital hingga ke anus. Penyakit ini bisa menyebabkan pengidapnya merasa tidak nyaman dan memicu kondisi menjadi lebih buruk jika tidak ditangani. Salah satu penyakit yang bisa muncul akibat kondisi ini adalah kanker vulva. Kenapa hal itu bisa terjadi? 

Penyakit lichen sclerosus ditandai dengan munculnya bercak putih di area kulit tertentu. Jika tidak ditangani dengan tepat, penyakit ini ternyata bisa memicu munculnya kondisi yang lebih parah, yaitu kanker vulva. Kanker ini merupakan jenis kanker yang menyerang permukaan luar area kemaluan wanita. 

Baca juga: 3 Penyakit Kulit yang Bisa Menyerang Alat Kelamin

Mengenal Kanker Vulva dan Penyebabnya 

Kanker bisa menyerang hampir semua bagian tubuh manusia, termasuk vulva. Vulva merupakan bagian dari organ seksual eksternal wanita yang mengelilingi lubang kencing (urethra opening) dan vagina. Kanker pada area ini ditandai dengan munculnya benjolan atau luka di area vulva. Penyakit ini disebut berkaitan dengan usia, sebab kanker vulva lebih sering menyerang wanita yang sudah berusia lanjut dan mengalami menopause. 

Jika dilihat dari lokasinya, kanker vulva dibagi menjadi dua jenis, yaitu kanker vulva melanoma dan vulva karsinoma sel skuamosa. Pemeriksaan yang dilakukan akan menentukan jenis kanker vulva yang menyerang dan penting sebagai pertimbangan langkah pengobatan yang akan diambil. Vulva melanoma merupakan jenis kanker yang terbentuk di sel penghasil pigmen pada kulit vulva. Sementara vulva karsinoma sel skuamosa (vulvar squamous cell carcinoma) adalah kanker yang terbentuk pada sel tipis yang melapisi permukaan vulva. 

Baca juga: Gejala Awal Kanker Vulva yang Harus Diwaspadai

Secara umum, penyebab pasti kanker ini masih belum diketahui. Namun, ada beberapa kondisi yang disebut bisa meningkatkan risiko penyakit ini, salah satunya adalah mengidap gangguan pada kulit di area vulva, misalnya penyakit Lichen Sclerosus. Selain itu, risiko penyakit ini juga meningkat pada orang yang aktif merokok. Maka dari itu, selalu menjaga kebersihan dan menjalani pola hidup sehat bisa menjadi cara pencegahan kanker vulva. 

Risiko penyakit ini juga meningkat pada orang yang sudah berusia lebih dari 65 tahun atau sudah memasuki masa menopause. Kanker vulva jarang ditemui pada wanita yang berusia di bawah usia 65 tahun dan belum menopause. Selain itu, risiko penyakit ini juga meningkat pada orang yang terpapar virus human papillomavirus (HPV) dan human immunodeficiency virus (HIV). 

Kanker vulva sering ditandai dengan gejala gatal-gatal yang sangat mengganggu di area vulva. Selain itu, penyakit ini juga bisa memicu terjadinya perdarahan yang bukan berasal dari menstruasi, kulit menjadi lebih tebal atau berubah warna, muncul tahi lalat di area vulva yang bisa berubah bentuk dan warna, nyeri atau sensitif terhadap rasa sakit di area panggul, terutama saat berhubungan intim. Penyakit ini juga bisa menyebabkan muncul rasa perih dan nyeri saat sedang berkemih atau buang air kecil. 

Baca juga: Benjolan Jadi Tanda Awal Gejala Kanker?

Baik kanker vulva maupun lichen sclerosus adalah penyakit yang sama sekali tidak boleh dianggap sepele sama sekali. Segera lakukan pemeriksaan ke dokter jika mengalami gejala-gejala yang disebutkan. Atau jika kamu ragu, tanyakan dan diskusikan seputar gejala yang muncul pada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan dan di mana saja. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Lichen sclerosus.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Vulvar Cancer.
Cancer Research UK. Diakses pada 2019. About vulvar cancer.